Era Syafitri: Kasus DBD di Kota Sungai Penuh 2025 Menurun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 April 2025 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Era Syafitri, S.Kep,Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh

Era Syafitri, S.Kep,Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh

Sungai Penuh, inBrita.com –Kasus demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sungai Penuh pada semester pertama menurun drastis.

Era Syafitri, S.Kep,Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mengatakan,tercatat sekitar 171 kasus selama Januari hingga Maret 2025..

“Angka ini menurun drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, yang sempat mencatat 300 hingga 400 kasus”,ujar Era.

Era Syafitri menjelaskan bahwa lonjakan kasus DBD tahun lalu dipicu oleh dampak El Niño dan perubahan cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sungai Penuh.

“Jika kita bandingkan, tahun 2024 jumlah kasusnya jauh lebih tinggi karena hujan deras dan banjir yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Namun, di awal 2025 ini, hanya tercatat sekitar 171 kasus,” ungkap Era pada Selasa (22/4/2025).

Baca Juga :  Net Buy Asing Rp2,9 Triliun, IHSG Masih Terkoreksi

Meskipun cuaca ekstrem masih terjadi, angka kasus DBD di tahun ini cenderung menurun secara konsisten. Hal ini menurutnya menunjukkan adanya peningkatan efektivitas dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di masyarakat.

“Dibandingkan tahun lalu, kita melihat adanya penurunan kasus secara merata di berbagai daerah. Ini menandakan bahwa strategi pengendalian yang diterapkan mulai menunjukkan hasil,” ujarnya.

Era tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan langkah 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Baca Juga :  Satgas TMMD Ke-126 Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Posko

” Bahwa gejala demam yang berlangsung lebih dari tiga hari harus segera diperiksa secara medis. Jangan tunggu sampai parah. DBD bisa menjadi sangat berbahaya ketika suhu tubuh mulai turun di hari keempat atau kelima, karena pada saat itulah risiko syok dan kematian meningkat,” Era Syafitri, S.Kep,Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh (***)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPA Rawang Dibangun, Tirta Khayangan Atasi Krisis Air
Efisiensi Anggaran Tak Hentikan Normalisasi Batang Merao
Enam PK Golkar Sungai Penuh Ajukan Mosi ke DPD I
Konflik Internal Golkar Sungai Penuh Kian Memanas
Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan Disabilitas dan Lansia
Wako Alfin Terima DPD RI dan OJK Bahas UMKM
Penguatan Kapasitas UMKM Dorong Ekonomi Sungai Penuh
Sekda Alpian Hadiri Penutupan Program BioCF ISFL Jambi
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

IPA Rawang Dibangun, Tirta Khayangan Atasi Krisis Air

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Hentikan Normalisasi Batang Merao

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:00 WIB

Enam PK Golkar Sungai Penuh Ajukan Mosi ke DPD I

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

Konflik Internal Golkar Sungai Penuh Kian Memanas

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan Disabilitas dan Lansia

Berita Terbaru

Sejumlah wilayah di Jambi diguyur hujan ringan sesuai prakiraan BMKG, Senin (11/5/2026).

Daerah

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Wilayah Jambi Hari Ini

Senin, 11 Mei 2026 - 07:00 WIB

Daftar kode redeem Free Fire terbaru 11 Mei 2026 yang bisa diklaim untuk mendapatkan hadiah gratis dari Garena.

Game

30 Kode Redeem Free Fire Terbaru 11 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 06:00 WIB

Foto: dok. Ega Shepiani/detikcom

Nasional

Pemerintah Dorong Gerakan Pilah Sampah di Daerah

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:00 WIB

Kolom abu putih kelabu kehitaman erupsi Gunung Dukono, Sabtu (9/5/2026). (Dok. Pos PGA Dukono)

Nasional

Dua WN Singapura Diduga Tertimbun Erupsi Dukono

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:00 WIB

lustrasi orang makan meski sudah kenyang akibat food noise.( foto freepik)

Kesehatan

Food Noise Dorongan Otak yang Memicu Keinginan Makan

Minggu, 10 Mei 2026 - 03:00 WIB