Tren Minum Air Hangat Pagi, Sehatkah Sebenarnya?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tren minum air hangat di pagi hari kembali populer di media sosial sebagai bagian gaya hidup sehat

Tren minum air hangat di pagi hari kembali populer di media sosial sebagai bagian gaya hidup sehat

iNBrita.com — Ini bukan tentang jadwal olahraga berat atau perawatan kulit mahal. Banyak orang, termasuk Khan, kini mencoba tren sederhana: minum air hangat di pagi hari.

Selama ribuan tahun, masyarakat telah mempraktikkan kebiasaan ini dalam pengobatan tradisional China dan Ayurveda dari India. Kini, tren tersebut kembali populer setelah menyebar di media sosial pada awal 2026.

Video di TikTok dan Instagram dengan jutaan penonton menggunakan tagar seperti “newly Chinese” dan “Chinamaxxing”. Dalam video tersebut, anak muda terlihat minum air hangat, menyantap sarapan hangat, dan memulai hari dengan peregangan.

Lalu, apakah kebiasaan sederhana ini benar-benar bisa meningkatkan kesehatan?

Menjaga keseimbangan Qi

Pengobatan tradisional China meyakini bahwa energi tubuh, yang disebut Qi, mengalir di dalam tubuh. Ketika aliran ini terganggu, tubuh bisa mengalami penyakit.

Para praktisi percaya bahwa minum air hangat dengan suhu sekitar 40–60°C membantu menjaga aliran Qi tetap seimbang, sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan panjang umur.

Profesor Shun Au menjelaskan konsep ini dengan analogi sederhana. Ia mengibaratkan tubuh seperti rumah. Jika Anda mengonsumsi makanan atau minuman dingin, itu seperti membiarkan angin dingin masuk ke dalam rumah.

Keyakinan ini juga mendorong kebiasaan lain, seperti memakai sandal hangat di rumah dan mengonsumsi sarapan hangat.

Baca Juga :  Manfaat Nabeez untuk Energi dan Hidrasi Saat Puasa

Khan, seorang asisten arsitek di London, mulai tertarik setelah melihat tren ini di TikTok. Ia lalu mengubah rutinitasnya.

Ia mengganti kopi dengan air hangat dan mulai berlatih Tai Chi setiap pagi.

“Saya baru sadar kalau kafein membuat saya mual,” katanya.
“Setelah beralih ke air hangat, kadang dengan mint atau lemon, saya merasa lebih segar.”

Mengapa tren ini kembali populer?

Menurut Shyama Kuruvilla dari WHO, minat generasi muda terhadap pengobatan tradisional terus meningkat.

Banyak orang mulai mencari alternatif karena berbagai alasan:

  • Menurunnya kepercayaan terhadap pengobatan modern sejak pandemi
  • Akses layanan kesehatan yang terbatas
  • Keinginan mendapatkan pendekatan yang lebih alami dan personal

Beberapa orang juga tertarik karena pengobatan tradisional menawarkan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan lingkungan.

Namun, para ahli tetap menyarankan agar siapa pun berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mencoba metode baru, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Apa kata sains?

Dokter Rosy Brooks menjelaskan bahwa air hangat memang bisa membantu pencernaan dan meredakan sembelit ringan.

Selain itu, air hangat juga dapat membantu meredakan kejang pada kerongkongan.

Namun, manfaatnya tidak jauh berbeda dengan air biasa.

Baca Juga :  Jepang Rancang Strategi Mengatasi Overtourism Tahun 2030

“Baik air dingin maupun hangat, keduanya tetap berfungsi untuk hidrasi,” jelasnya.

Dokter Selina Gray menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan air hangat dapat:

  • Membakar lemak
  • Meningkatkan metabolisme
  • Mendetoksifikasi tubuh

“Jika seseorang lebih suka air hangat dan jadi lebih banyak minum, itu bagus. Tapi ini bukan jalan pintas kesehatan,” katanya.

Lebih dari sekadar minum air

Meski manfaat fisiknya terbatas, kebiasaan ini tetap memberi nilai lain.

Minum air hangat di pagi hari bisa menjadi momen untuk memperlambat ritme hidup.

Selain itu, kebiasaan lain seperti:

  • Sarapan hangat
  • Latihan Tai Chi atau Qigong

telah terbukti membantu meningkatkan kebugaran, mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas hidup.

Profesor Shun Au menekankan bahwa praktik ini membantu menyatukan pikiran dan tubuh.

“Kita sering hidup dengan pikiran yang terus berpacu. Praktik seperti ini membantu kita melambat,” katanya.

Dokter Brooks juga menilai rutinitas sederhana ini bermanfaat secara psikologis.

“Kebiasaan ini memberi waktu untuk diri sendiri, sesuatu yang sering kita abaikan,” ujarnya.

Bagi Khan, manfaat terbesar bukan hanya fisik, tetapi juga mental.

“Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk memperlambat, menikmati hidup, dan memulai hari dengan lebih sadar,” katanya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi
Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga
Risiko Penyakit Jantung Meningkat Akibat Duduk Terlalu Lama.
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Selasa, 30 Juni 2026 - 03:00 WIB

Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:00 WIB

Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan

Berita Terbaru

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kanan) bersama jajaran saat konferensi pers memaparkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta, 2026.(Foto : Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Travel

Wisatawan Mancanegara, Pariwisata Indonesia Tetap Tangguh

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB

Nissan Tekton tampil dengan desain SUV tangguh dan modern, resmi meluncur di India dengan harga mulai Rp 199 jutaan.(Foto: Dok. Nissan)

Teknologi

Nissan Tekton SUV Baru Irit 19 Km Dijual Murah

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:00 WIB

Tecno Pova 8 5G hadir dengan baterai 8000mAh dan fitur Alive Matrix Display yang unik.(foto : Dok.Tecno)

Teknologi

Tecno Pova 8 5G Resmi Indonesia, Baterai 8000mAh

Rabu, 15 Jul 2026 - 16:00 WIB