Home / Internasional

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:00 WIB

Guardiola Masih di Man City karena Prestasi Tim Luar Biasa

Foto: Getty Images/Mark Thompson

Foto: Getty Images/Mark Thompson

Jakarta, iNBrita.com — Awal tahun 2026, Premier League menghadapi gelombang pemecatan manajer. Chelsea memutus kontrak Enzo Maresca, sedangkan Manchester United memecat Ruben Amorim karena performa tim tidak memenuhi harapan. Klub-klub lain juga bertindak tegas; Nuno Espirito Santo, Graham Potter, dan Ange Postecoglou kehilangan posisi mereka. Keputusan ini menunjukkan tekanan besar yang dihadapi manajer di liga Inggris yang kompetitif.

Guardiola: Strategi, Trofi, dan Kelanggengan

Di tengah ketidakstabilan itu, Pep Guardiola tetap menjadi manajer paling lama bertahan di Premier League. Sejak Juli 2016, ia memimpin Manchester City dan membawa tim mendominasi liga domestik. Guardiola merancang strategi efektif, mengatur skema permainan dinamis, dan membuat City memenangkan treble bersejarah. Hingga kini, Guardiola telah memenangkan 18 gelar bersama City. Ia menegaskan, prestasi itulah yang membuatnya tetap memimpin tim.

Baca juga :   10 Mata Uang Terlemah Dunia Tahun 2026

“Jawabannya sederhana: kami harus menang,” ujar Guardiola. “Klub-klub memecat manajer yang gagal meraih hasil. Kami memenangkan banyak trofi, itulah mengapa saya masih di sini. Tidak ada rahasia lain.”

Guardiola menambahkan, “Kalau musim lalu saya bekerja di klub lain, mereka mungkin sudah memecat saya. Namun, manajemen City bersabar karena kami sudah membangun prestasi besar. Meski sempat melewati tiga bulan buruk, mereka tetap memberi kepercayaan pada saya.”

Arteta dan Konsistensi Arsenal

Di belakang Guardiola, Mikel Arteta menempati posisi manajer yang cukup lama bertahan. Ia memimpin Arsenal selama enam tahun terakhir dan berhasil membangkitkan performa tim. Arteta baru memenangkan satu trofi utama, Piala FA, dan dua Community Shield. Namun, ia mengatur tim dengan baik sehingga Arsenal konsisten bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris dalam tiga musim terakhir. Manajemen klub mendukung Arteta karena tim menunjukkan perkembangan signifikan dan semangat juang yang tinggi.

Baca juga :   Cedera Hamstring, Messi Terancam Absen Awal MLS

Kunci Kelanggengan Manajer di Premier League

Pergantian manajer di klub lain menunjukkan betapa singkatnya umur seorang manajer di Premier League. Klub menuntut hasil cepat, dan tekanan tinggi membuat posisi manajer rawan diganti. Guardiola tetap bertahan karena ia memenangkan trofi dan membangun fondasi tim yang solid. Arteta bertahan karena ia mampu membangkitkan performa tim secara konsisten. Dua contoh ini menunjukkan bahwa kunci kelanggengan manajer berbeda: satu karena prestasi, satu karena progres tim yang nyata.

(tim)

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Delegasi menghadiri peringatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina di Markas Besar PBB, New York.

Internasional

PBB Peringati Hari Solidaritas Internasional Rakyat Palestina
Gambar Mikel Arteta di pinggir lapangan saat memimpin Arsenal menghadapi pertandingan Liga Inggris, dengan latar stadion dan suporter.

Internasional

Masa Depan Mikel Arteta di Arsenal Terancam
Presiden Indonesia duduk berdampingan dengan legenda sepak bola Prancis saat pertemuan di sela WEF 2026 di Davos, Swiss.

Internasional

Prabowo Bertemu Zidane dan Presiden FIFA di Davos
Petugas KBRI Phnom Penh mendata WNI yang meminta dipulangkan pada 25 Januari 2026.

Internasional

KBRI Tangani Ribuan WNI Akibat Penipuan Daring
Emas batangan Antam disusun rapi, menampilkan pecahan dan kilau logam mulia.

Internasional

Emas Antam Turun Signifikan Hari Ini
Pep Guardiola menilai Erling Haaland sudah selevel dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Internasional

Guardiola: Haaland Kini Setara Messi dan Ronaldo
Anthony Sinisuka Ginting saat bertanding di babak kualifikasi Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan

Internasional

Anthony Ginting Lolos Kualifikasi Indonesia Masters 2026
Para pengungsi Sudan berjalan melewati kamp darurat di perbatasan Chad dengan membawa barang seadanya, dikelilingi tenda bantuan dan suasana konflik.

Internasional

Krisis Kemanusiaan Sudan Memburuk di Tengah Pertempuran