IHSG Anjlok Dipicu Perubahan Metode MSCI Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Agung Pambudhy (detik.com)

Foto: Agung Pambudhy (detik.com)

Jakarta, iNBrita.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam pada perdagangan Senin (27/10/2025). Setelah sempat menguat di pagi hari, indeks berbalik arah dan melemah hingga di bawah 8.000.

Pagi tadi, IHSG sempat naik 0,26% ke level 8.292,86 dan bahkan menyentuh 8.354,67. Namun, menjelang sore tekanan jual meningkat. Berdasarkan data RTI Business pukul 14.26 WIB, IHSG turun 3,37% ke level 7.993,22.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan penurunan IHSG disebabkan oleh perubahan metode perhitungan free float dari MSCI.

“MSCI sedang menyesuaikan metode perhitungan saham Indonesia dan berkonsultasi soal hal ini,” kata Nafan.

Nafan juga menyebut rencana rebalancing atau pengocokan ulang emiten Indonesia di indeks global MSCI turut menekan pasar. Proses ini akan dilakukan pada November 2025.

“Proses rebalancing membuat saham-saham besar di Indonesia ikut turun,” ujarnya.

IHSG juga tertekan oleh kondisi global. Perang tarif Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Selain itu, inflasi AS naik ke 2,9% pada September 2025, melebihi perkiraan pasar.

Kenaikan inflasi membuat investor khawatir The Fed menunda penurunan suku bunga. Akibatnya, dana asing keluar dari pasar saham Indonesia.

Analis Phintraco Sekuritas menyebut IHSG sudah menunjukkan tanda pelemahan sejak awal. Indeks menembus level support di 8.134 dan membentuk pola Death Cross pada indikator teknikal.

“IHSG bisa melanjutkan penurunan dan menguji level 8.000 pada sesi selanjutnya,” tulis laporan Phintraco.

(ES)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB

Bunda Literasi Sri Kartini Alfin mendampingi murid SD dalam kegiatan literasi di perpustakaan.

SUNGAI PENUH

Bunda Literasi Sri Kartini Ajak Anak Gemar Membaca

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:00 WIB

Tabungan Emas di myBCA memudahkan pengguna membeli, menjual, dan memantau transaksi emas secara digital.(Foto IKlustrasi : pichsakul/Depositphotos)

Ekonomi

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:00 WIB

Filter udara BMC untuk berbagai jenis sepeda motor dipasarkan di Indonesia.(Foto : Dok. BMC)

Teknologi

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:00 WIB