Harga Beras Tinggi Dipicu Harga Gabah Petani Melonjak Tajam

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani memanen padi di tengah kenaikan harga gabah yang mendorong harga beras tetap tinggi di pasar.(Foto: Kartika Sari/detikSumut)

Petani memanen padi di tengah kenaikan harga gabah yang mendorong harga beras tetap tinggi di pasar.(Foto: Kartika Sari/detikSumut)

Jakarta, iNBrita.com — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan penyebab harga beras yang masih tinggi. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, I Gusti Ketut Astawa, menyebut kenaikan ini terjadi karena harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sedang tinggi.

Ketut menegaskan bahwa harga beras sangat bergantung pada harga GKP. Saat ini, petani menjual GKP di kisaran Rp7.000–Rp7.500 per kilogram. Dengan kondisi ini, harga beras di pasar sulit turun. Pemerintah sebelumnya menetapkan asumsi Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasarkan GKP Rp6.500 per kilogram. Karena harga GKP sudah melampaui angka tersebut, harga beras otomatis ikut naik.

Ketut juga melihat sisi positif dari kondisi ini. Petani kini memperoleh harga yang lebih baik sehingga merasa diuntungkan. Kondisi ini mendorong semangat produksi dan mendukung target swasembada pangan.

Di sisi lain, pemerintah tetap melindungi konsumen. Pemerintah menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan. Pada tahap kedua, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan ini membantu puluhan juta masyarakat memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Pemerintah optimistis langkah ini dapat menahan kenaikan harga. Penyaluran bantuan pada Agustus akan langsung menambah pasokan beras di tingkat rumah tangga. Akibatnya, permintaan di pasar akan berkurang dan tekanan harga bisa mereda.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras masih tinggi pada pekan kedua Juli 2026. Secara nasional, harga beras mencapai Rp15.499 per kilogram. Meski laju kenaikan tidak besar, masyarakat tetap menanggung harga yang sudah tinggi.

BPS juga mencatat kenaikan harga beras terjadi di 128 kabupaten/kota, lebih banyak dibanding pekan sebelumnya. Selain itu, 29 provinsi mengalami kenaikan harga. Beberapa wilayah seperti Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan mencatat harga stabil. Sementara itu, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat mulai mengalami penurunan harga.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham
IHSG Anjlok, Investor Ritel Hadapi Kerugian Puluhan Juta
Saham BBCA dan BBRI Anjlok, Investor Justru Borong
Rupiah Tertekan, Usulan MSCI dan Konflik Global Membayangi
Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Tambah Tekanan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tertinggi
BEI Catat Dana IPO Rp 2,16 Triliun, IHSG Anjlok
Bupati Khairunas Kembangkan RTH Padang Aro untuk UMKM
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Saham BBCA dan BBRI Anjlok, Investor Justru Borong

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Rupiah Tertekan, Usulan MSCI dan Konflik Global Membayangi

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.035, Harga Minyak Tambah Tekanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tertinggi

Berita Terbaru

Ilustrasi pemandangan alam

SUNGAI PENUH

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Prediksi Hujan Ringan

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:00 WIB

Foto: KemenPANR

Nasional

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Selasa, 20 Okt 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi BEI dan pergerakan pasar saham Indonesia.

Ekonomi

BEI Siapkan Perubahan Aturan Perhitungan Indeks Saham

Selasa, 20 Okt 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi kabut asap di kawasan pegunungan yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan pernapasan.(Foto AI INBRITA)

Kesehatan

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:00 WIB

Kris Dayanti memamerkan dua medali yang diraihnya di Singapore Kung Fu Games.

Entertainment

Kris Dayanti Raih Dua Medali, Inspirasi Hidup Sehat dan Aktif

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:00 WIB