Jakarta, iNBrita.com – FIFA resmi merilis jadwal lengkap Piala Dunia 2026, dan keputusan ini langsung menarik perhatian para pencinta sepakbola di Indonesia. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dipastikan memiliki jam tayang yang kurang ramah bagi pekerja kantoran Indonesia. Perbedaan waktu yang mencapai 11–12 jam membuat sebagian besar pertandingan jatuh pada jam-jam tidak ideal bagi aktivitas kerja.
FIFA tetap menggelar pertandingan pada siang hari waktu Amerika, mengikuti tradisi gelaran sepakbola di kawasan tersebut. Namun ketika jadwal itu dikonversi ke WIB, mayoritas pertandingan justru berlangsung pada malam hari, tengah malam, bahkan dini hari. Situasi ini membuat banyak penonton harus menentukan prioritas antara tetap menonton pertandingan favorit atau menjaga stamina untuk bekerja keesokan paginya.
Sebagai gambaran, laga pembuka Meksiko vs Afrika Selatan yang dimainkan pukul 11.00 siang waktu Mexico City akan tayang di Indonesia pada pukul 02.00 dini hari, 12 Juni 2026. Selain itu, FIFA menempatkan jadwal pertandingan mulai pukul 12.00 siang sampai 21.00 malam waktu setempat. Setelah dikonversi, laga paling cepat bisa disaksikan pada 23.00 WIB, sedangkan pertandingan paling larut bisa berlangsung hingga 11.00 siang WIB, saat sebagian besar pekerja sudah memulai rutinitas harian.
Piala Dunia 2026 membawa format baru dengan 48 tim yang terbagi dalam 12 grup. Semua tim akan bersaing memperebutkan tempat ke fase gugur, mulai dari 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final. Pertandingan puncak dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, yang menjadi salah satu stadion terbesar di Amerika Serikat.
Dengan jadwal seperti ini, para penggemar sepakbola di Indonesia perlu menyiapkan strategi menonton. Beberapa mungkin memilih menyaksikan highlight, sementara yang lain tetap begadang demi mendukung tim kesayangan. Apa pun pilihannya, manajemen waktu menjadi kunci agar antusiasme Piala Dunia tidak mengganggu produktivitas kerja.
(VVR*)











