Home / Internasional

Minggu, 9 November 2025 - 23:00 WIB

Kapal Migran Rohingya Terbalik di Perairan Malaysia

Petugas maritim Malaysia mengevakuasi migran Rohingya yang selamat setelah kapal mereka terbalik di perairan dekat Pulau Langkawi, Minggu (9/11/2025).

Petugas maritim Malaysia mengevakuasi migran Rohingya yang selamat setelah kapal mereka terbalik di perairan dekat Pulau Langkawi, Minggu (9/11/2025).

Kuala Lumpur, iNBrita.com — Sebuah kapal yang membawa sekitar 90 migran ilegal terbalik dan tenggelam di dekat perbatasan Malaysia–Thailand. Insiden ini menewaskan sedikitnya satu perempuan, sementara tim penyelamat berhasil mengevakuasi 10 orang lainnya.

Kepala Kepolisian Kedah, Adzli Abu Shah, mengatakan bahwa kapal tersebut diyakini membawa sekitar 90 orang sebelum terbalik di laut. “Sebuah kapal yang membawa 90 orang diyakini terbalik,” ujarnya, seperti dikutip AFP dan Al Jazeera, Minggu (9/11/2025).

Ia menambahkan bahwa dua kapal lain yang membawa jumlah penumpang serupa juga dilaporkan hilang. Tim penyelamat kini melanjutkan pencarian untuk menemukan korban selamat. Menurut laporan, kecelakaan itu terjadi di dekat Pulau Tarutao, yang terletak di utara pulau wisata Langkawi, Malaysia.

Baca juga :   Ketua KPU Sungai Penuh Jumiral Lestari : Melalui Sosialisasi Wujudkan Pemilih Cerdas

Direktur Kelautan Negara Bagian Kedah, Romli Mustafa, menyebutkan bahwa hingga kini tim penyelamat telah menemukan 11 orang, termasuk satu jenazah.

Menurut penyelidikan awal, para migran berasal dari Myanmar dan berencana menuju Malaysia. Mereka semula menaiki kapal besar, lalu dipindahkan ke tiga kapal lebih kecil ketika mendekati perbatasan untuk menghindari deteksi oleh otoritas setempat. Setiap kapal membawa sekitar 100 orang.

Pihak berwenang menduga para migran tersebut berangkat tiga hari lalu dari pantai di Myanmar dan sebagian besar berasal dari etnis minoritas Rohingya. Petugas memperkirakan masih ada korban lain yang belum ditemukan di laut.

Baca juga :   Harga Emas Antam Naik Signifikan Hari Ini

Malaysia, yang memiliki ekonomi lebih makmur dibanding negara tetangganya, menjadi tujuan utama bagi jutaan migran dari Asia. Sebagian besar bekerja di sektor konstruksi dan pertanian, meskipun banyak yang tidak memiliki dokumen resmi.

Namun, perjalanan laut yang difasilitasi oleh jaringan penyelundupan manusia sering kali berisiko tinggi. Kapal-kapal kecil yang kelebihan muatan kerap terbalik di tengah laut. Pada Desember 2021, misalnya, lebih dari 20 migran tenggelam dalam beberapa insiden serupa di lepas pantai Malaysia.

(VVR*)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kereta Shinkansen putih-merah melaju di atas rel layang di kota Jepang.

Internasional

Gempa 7,6 Guncang Jepang, Shinkansen Terhenti Sementara

Internasional

Trump : Sebuah Kehormatan Paus Pertama Terpilih dari AS
Alwi Farhan bersiap menghadapi Chou Tien Chen pada ajang All England 2026 di Birmingham.

Internasional

Alwi Farhan Siap Kejutkan Chou Tien Chen
Gambar Patrick Dorgu saat bertanding bersama Manchester United melawan Everton di Liga Inggris.

Internasional

Dorgu Dikritik Keras Usai Manchester United Kalah
Empat atlet bulutangkis berdiri di podium sambil memegang medali, maskot, dan trofi setelah final turnamen.

Internasional

Indonesia Raih Dua Gelar di Australia Open
Sistem pertahanan udara mencegat rudal balistik di langit Timur Tengah pada malam hari.

Internasional

Warga Dilarang Sebar Video Serangan Rudal
Honda Jazz terbaru di China, menampilkan lampu DRL ramping, gril tipis, dan bumper besar.

Internasional

Honda Jazz Terbaru Hadir dengan Desain Lampu Baru
Presiden AS Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, 3 Januari 2026.

Internasional

Harga Minyak Melonjak, Trump Sebut Demi Keamanan Dunia