Home / Nasional

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:05 WIB

Ledakan Konten Pendek dan Ilusi Kompetensi Digital

Ilustrasi konten digital.(SHUTTERSTOCK/METAMORWORKS)

Ilustrasi konten digital.(SHUTTERSTOCK/METAMORWORKS)

Jakarta, iNBrita.com — Ledakan konten pendek di media sosial mendorong banyak orang merasa memahami isu kompleks hanya dengan menonton video berdurasi beberapa detik. Algoritma menampilkan informasi sesuai preferensi pengguna dan membentuk filter bubble yang mempersempit sudut pandang. Kondisi ini membuat masyarakat melihat persoalan secara tidak utuh karena mereka hanya menerima informasi yang menguatkan bias pribadi.

Budaya konsumsi micro-content mempercepat perubahan pola pikir pengguna. Banyak orang menggulir video tanpa henti karena platform merancang pengalaman yang memicu kecanduan. Sistem tersebut mengutamakan views dan likes dibandingkan kualitas informasi. Akibatnya, pengguna menyerap potongan informasi secara cepat tanpa memeriksa sumber atau konteksnya. Pola ini mendorong munculnya keyakinan instan yang sering kali tidak akurat dan sulit dikoreksi.

Baca juga :   Wako Alfin Hadir Memberi Semangat kepada Kafilah MTQ 54

Arus informasi yang serba singkat juga mengaburkan batas antara hiburan, opini, hoaks, dan pengetahuan ilmiah. Video berdurasi 15 detik yang tampil meyakinkan kerap menggeser penjelasan berbasis riset. Fenomena ini melahirkan “pakar instan” yang membentuk opini publik tanpa dasar metodologis. Suara-suara viral kemudian menekan pembuat kebijakan hingga mereka mengikuti tren yang tidak selalu selaras dengan analisis profesional.

Sebagian ahli yang memiliki kredibilitas pun memanfaatkan otoritas mereka untuk kepentingan tertentu. Tindakan tersebut mempercepat penyebaran misinformasi dan melemahkan kualitas perdebatan publik. Banyak orang akhirnya gagal membedakan fakta dari sensasi, sehingga mereka ikut mengikis kedalaman serta ketelitian diskursus yang seharusnya menopang pemahaman masyarakat.

Baca juga :   BMKG: Kerinci dan Sungai Penuh Diprediksi Hujan Sore

Platform digital turut mendorong pengguna terus berinteraksi melalui notifikasi, rekomendasi pribadi, dan aliran konten tanpa jeda. Mekanisme tersebut mengikat perhatian dan meningkatkan waktu layar setiap kali pengguna membuka aplikasi, membuat mereka semakin sulit keluar dari siklus konsumsi cepat.

Laporan Kaspersky “The Digital Illusion” menunjukkan bagaimana ledakan informasi digital memberi rasa aman palsu kepada pengguna yang menganggap sesuatu benar hanya karena tampil di internet. Masyarakat perlu membangun kembali kebiasaan berpikir mendalam agar tidak terperangkap dalam ilusi kompetensi digital.

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi orang kaya menikmati gaya hidup mewah.

Nasional

Cek! Berapa Duit Agar Bisa Dibilang Kaya
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers tentang peningkatan jumlah petani milenial di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta.

Nasional

27 Ribu Milenial Terjun ke Pertanian, Raup Rp 15–20 Juta per Bulan
Anak mendapat suntikan imunisasi polio dari petugas kesehatan.

Nasional

Indonesia Resmi Akhiri KLB Polio Tipe 2
Kepala SMAN 1 Cimarga Dini Fitria berjabat tangan dengan siswa Indra Lutfiana Putra usai saling memaafkan di Serang, Banten.

Nasional

Guru Cimarga dan Siswa Merokok Akhirnya Damai
Kondisi Aceh Tamiang dipenuhi lumpur sisa banjir besar akibat bencana alam

Nasional

BNPB Ungkap Penetapan Transisi Darurat Banjir Sumatera
Peta BMKG menunjukkan pergerakan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia.

Nasional

BMKG Waspadai Siklon Tropis dan Bibit Siklon
Ilustrasi larangan merokok di lingkungan sekolah, menunjukkan simbol rokok dicoret sebagai tanda kawasan bebas asap rokok.

Nasional

Disdik Banten Tegaskan Sanksi Bagi Siswa Perokok Sekolah
Kalender dengan tanggal 18–30 dan tumpukan buku di sampingnya.

Nasional

Hari Guru Nasional 25 November 2025 Bukan Hari Libur