Jakarta, iNBrita.com — Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memerintahkan Duta Besar RI di Teheran segera menyiapkan langkah evakuasi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang terus meningkat. Pemerintah memprioritaskan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) dan menyiapkan bantuan bagi siapa pun yang ingin meninggalkan wilayah terdampak.
Sugiono menyampaikan langsung instruksi tersebut kepada Dubes RI dan jajaran KBRI. Ia meminta tim perwakilan Indonesia bergerak cepat, menyusun rencana teknis, serta memetakan kondisi keamanan terbaru. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan segera memproses setiap permintaan evakuasi dari WNI tanpa memperlambat prosedur.
Sugiono menjelaskan bahwa tidak semua WNI di Iran maupun di wilayah terdampak lain memilih untuk dievakuasi. Sebagian WNI memutuskan tetap tinggal karena mempertimbangkan pekerjaan, keluarga, atau kondisi tempat tinggal yang masih aman. Namun, 15 WNI di Teheran telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti proses evakuasi.
Pemerintah langsung mendata identitas, kondisi kesehatan, serta kebutuhan khusus dari 15 WNI tersebut. Tim KBRI menghubungi mereka secara aktif, memastikan kesiapan dokumen perjalanan, dan mengatur titik kumpul keberangkatan. Pemerintah juga menyusun jadwal evakuasi secara bertahap agar proses berjalan tertib dan aman.
Penutupan ruang udara memaksa pemerintah menempuh jalur darat. Pemerintah merencanakan perjalanan dari Teheran menuju Baku dengan waktu tempuh sekitar 10 jam. Tim evakuasi menghitung kebutuhan bahan bakar, konsumsi, pengamanan, serta waktu istirahat selama perjalanan.
Selain itu, pemerintah menyiapkan dukungan logistik tambahan di titik transit sebelum memberangkatkan para WNI ke Indonesia. Petugas memeriksa kondisi fisik setiap peserta evakuasi dan memastikan mereka mampu menempuh perjalanan panjang. Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah menjalankan proses evakuasi secara aktif, terencana, dan bertanggung jawab demi menjamin keselamatan seluruh WNI.














