Home / Internasional

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:00 WIB

Jepang Tampilkan Sumo Untuk Promosi Budaya Dunia

Foto: Sejumlah pegulat sumo tampil di depan Gedung Kapitol, Washington DS, Amerika Serikat (AS), Jumat (28/6/2024). (REUTERS/Nathan Howard)

Foto: Sejumlah pegulat sumo tampil di depan Gedung Kapitol, Washington DS, Amerika Serikat (AS), Jumat (28/6/2024). (REUTERS/Nathan Howard)

Jakarta, iNBrita.com  – Jepang kembali menggunakan sumo sebagai alat diplomasi budaya untuk memperluas pengaruhnya di panggung internasional. Setelah berhasil menggelar tur di London tahun lalu, Asosiasi Sumo Jepang (JSA) menyiapkan keberangkatan para pegulatnya ke Paris pada Juni 2026.

Tradisi lama yang sempat vakum selama beberapa dekade ini kembali hidup. Para pegulat terakhir menginjakkan kaki di Prancis pada 1995.

David Rothschild, promotor turnamen di Paris, mengatakan JSA kini menegaskan kesucian tradisi sumo lebih cepat dibandingkan sepuluh tahun lalu.

“Setelah bertukar banyak informasi, kami menyelesaikan semuanya dalam sebulan,” ujar Rothschild, dikutip AFP, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, “JSA menuntut agar semua orang menghormati sumo. Mereka memastikan saya tidak melakukan hal yang merusak nilai-nilai tradisi.”

Baca juga :   Mbappe Bawa Madrid Menang di Kandang Valencia

Jepang memanfaatkan pegulat sebagai duta budaya sejak 1854, ketika negara itu membuka diri kepada Amerika Serikat melalui Komodor Matthew Perry. Perry menulis dalam jurnalnya bahwa pertunjukan itu tampak “bukan manusiawi” dan pegulat “lebih mirip banteng daripada manusia.”

Profesor studi Asia di Penn State University, Jessamyn R. Abel, menilai Perry menilai Jepang dari sudut pandang yang sama sekali asing. Abel menambahkan, “Kini, penonton menganggap Jepang menarik, dan sumo semakin memperkuat citra itu.”

Para analis menilai langkah ini berpotensi besar untuk sektor pariwisata budaya. Kosuke Takata, profesor madya Universitas Waseda, menyatakan pemerintah berupaya mempromosikan “wisata seni bela diri”, termasuk sumo, kendo, dan karate.

Pakar sejarah Erik Esselstrom mengingatkan bahwa konteks diplomasi kini berbeda dari 1973, ketika Jepang menormalisasi hubungan dengan China. Saat itu, China relatif lemah dan Jepang kuat secara ekonomi, sehingga kedua negara saling menemukan kembali diri mereka.

Baca juga :   Gula Merah untuk Diabetes, Benarkah Lebih Aman?

Para pegulat menyambut antusias tugas diplomatik ini. Nakadachi, yang bertanding di Paris pada 1995, mengenang pengalaman bertanding di luar negeri dengan sukacita.

“Selain bertanding serius, kami menikmati kota Paris,” kata Wakamotoharu, pegulat aktif lainnya. Ia menambahkan, “Kami juga mengunjungi tempat di mana salah satu adegan film The Devil Wears Prada diambil.”

(vvr)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Logo Liverpool FC ilustrasi grafis

Internasional

Nunez Bikin Liverpool Terancam Kehilangan Rp229 Miliar
Trofi Piala Dunia emas dengan latar belakang hijau.

Internasional

Enam Belas Negara Berebut Tiket Playoff Eropa
Michael Carrick merayakan kemenangan Manchester United di Liga Inggris

Internasional

Manchester United Nikmati Momentum Positif Era Carrick
Gloria Emanuelle Widjaja dan Terry Hee saat debut di Indonesia Masters 2026 di Istora GBK

Internasional

Debut Gloria/Terry Hee di Indonesia Masters 2026
Gibran Rakabuming dorong hilirisasi kemenyan Indonesia di Jakarta

Internasional

Gibran Ungkap Kemenyan Dipakai Merek Parfum Dunia
Pemandangan Sungai Yamuna di India yang tercemar dengan busa putih dan polusi, mempengaruhi pasokan air bersih warga Delhi.

Internasional

Sungai Yamuna Tercemar, Warga Delhi Terdampak
Ubur-ubur kubus berenang di perairan dengan tentakel panjang yang terlihat jelas.

Internasional

Balita Rusia Meninggal Setelah Disengat Ubur-Ubur
Timnas Jepang U-23 juara Piala Asia U-23 2026

Internasional

Jepang Juara Piala Asia U-23 2026