Jakarta, iNBrita.com — Hujan Meteor Alpha Monoceroids kembali menarik perhatian para pencinta langit. Fenomena ini diprediksi mencapai puncaknya pada November 2025, sehingga pengamat dapat mulai menyiapkan waktu terbaik untuk menyaksikannya.
Puncak Hujan Meteor Alpha Monoceroids
Hujan Meteor Alpha Monoceroids mulai aktif setiap tahun pada 15–25 November. Berdasarkan informasi dari situs astronomi In The Sky, fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Jumat, 21 November 2025.
Puncak aktivitas diprediksi terjadi pukul 07.40 UTC, yang jika dikonversi menjadi 14.40 WIB.
Karena puncaknya terjadi pada siang hari di Indonesia, pengamatan pada saat puncak tidak ideal. Namun, pengamat tetap bisa melihat meteor pada malam hari selama periode aktivitasnya.
Meteor akan tampak paling mencolok saat ratusan bahkan ribuan cahaya melesat dari satu titik asal, yaitu titik radian di konstelasi Monoceros (Unicorn).
Asal dan Ciri Khas Alpha Monoceroids
Hujan meteor ini muncul ketika puing-puing dari komet induk yang belum teridentifikasi memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga menghasilkan kilatan cahaya cepat di langit.
Alpha Monoceroids memiliki kecepatan masuk sekitar 65 kilometer per detik, membuat meteor tampak sangat terang dan cepat. Dalam kondisi normal, hujan meteor ini hanya menghasilkan sekitar 3 meteor per jam (ZHR).
Namun, Alpha Monoceroids terkenal dengan lonjakan aktivitas mendadak. Beberapa peristiwa besar, seperti tahun 1935, 1985, dan 1995, menunjukkan outburst yang mencapai ratusan hingga ribuan meteor per jam. Lonjakan ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang sangat padat dari komet induk.
Tips Mengamati Hujan Meteor
1. Pilih lokasi gelap
Carilah tempat jauh dari polusi cahaya agar meteor tampak lebih jelas.
2. Arahkan pandangan ke timur
Titik radian berada di konstelasi Monoceros yang terbit setelah tengah malam. Fokuskan pandangan ke langit timur atau tenggara.
3. Tidak perlu alat khusus
Pengamatan dengan mata telanjang justru memberi bidang pandang lebih luas dibanding teleskop atau binokular.
4. Biarkan mata beradaptasi
Luangkan waktu 20 menit agar mata terbiasa dengan kegelapan.
5. Perhatikan fase bulan
Pada 21 November, Bulan berada pada fase sabit (crescent), sehingga cahayanya tidak terlalu mengganggu pengamatan.
(VVR*)














