Puncak Hujan Meteor Alpha Monoceroids November 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan Meteor Alpha Monoceroids terlihat memancar dari konstelasi Monoceros pada malam hari.

Hujan Meteor Alpha Monoceroids terlihat memancar dari konstelasi Monoceros pada malam hari.

Jakarta, iNBrita.comHujan Meteor Alpha Monoceroids kembali menarik perhatian para pencinta langit. Fenomena ini diprediksi mencapai puncaknya pada November 2025, sehingga pengamat dapat mulai menyiapkan waktu terbaik untuk menyaksikannya.

Puncak Hujan Meteor Alpha Monoceroids

Hujan Meteor Alpha Monoceroids mulai aktif setiap tahun pada 15–25 November. Berdasarkan informasi dari situs astronomi In The Sky, fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Jumat, 21 November 2025.

Puncak aktivitas diprediksi terjadi pukul 07.40 UTC, yang jika dikonversi menjadi 14.40 WIB.

Karena puncaknya terjadi pada siang hari di Indonesia, pengamatan pada saat puncak tidak ideal. Namun, pengamat tetap bisa melihat meteor pada malam hari selama periode aktivitasnya.

Meteor akan tampak paling mencolok saat ratusan bahkan ribuan cahaya melesat dari satu titik asal, yaitu titik radian di konstelasi Monoceros (Unicorn).

Baca Juga :  9.000 PPPK NTT Terancam Dampak Batas APBD

Asal dan Ciri Khas Alpha Monoceroids

Hujan meteor ini muncul ketika puing-puing dari komet induk yang belum teridentifikasi memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga menghasilkan kilatan cahaya cepat di langit.

Alpha Monoceroids memiliki kecepatan masuk sekitar 65 kilometer per detik, membuat meteor tampak sangat terang dan cepat. Dalam kondisi normal, hujan meteor ini hanya menghasilkan sekitar 3 meteor per jam (ZHR).

Namun, Alpha Monoceroids terkenal dengan lonjakan aktivitas mendadak. Beberapa peristiwa besar, seperti tahun 1935, 1985, dan 1995, menunjukkan outburst yang mencapai ratusan hingga ribuan meteor per jam. Lonjakan ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang sangat padat dari komet induk.

Baca Juga :  Sorotan Berita Internasional Terpopuler Hari Ini

Tips Mengamati Hujan Meteor

1. Pilih lokasi gelap
Carilah tempat jauh dari polusi cahaya agar meteor tampak lebih jelas.

2. Arahkan pandangan ke timur
Titik radian berada di konstelasi Monoceros yang terbit setelah tengah malam. Fokuskan pandangan ke langit timur atau tenggara.

3. Tidak perlu alat khusus
Pengamatan dengan mata telanjang justru memberi bidang pandang lebih luas dibanding teleskop atau binokular.

4. Biarkan mata beradaptasi
Luangkan waktu 20 menit agar mata terbiasa dengan kegelapan.

5. Perhatikan fase bulan
Pada 21 November, Bulan berada pada fase sabit (crescent), sehingga cahayanya tidak terlalu mengganggu pengamatan.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB