MinyaKita Tak Lagi Masuk Paket Bantuan Pangan, Distribusi Difokuskan ke Pasar
Jakarta, iNBrita.com – Pemerintah menghentikan penggunaan MinyaKita sebagai bagian dari program Bantuan Pangan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memperoleh minyak goreng tersebut di pasaran.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan pemerintah kini mengalihkan seluruh pasokan yang sebelumnya digunakan untuk Bantuan Pangan ke pasar rakyat. Oleh karena itu, pemerintah berharap distribusi MinyaKita menjadi lebih merata dan masyarakat lebih mudah mendapatkan produk tersebut.
MinyaKita Bukan Produk Bersubsidi
Selain itu, Budi menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan subsidi langsung. Menurutnya, produsen menyediakan MinyaKita sebagai bagian dari kewajiban Domestic Market Obligation (DMO).
Artinya, perusahaan yang ingin mengekspor minyak sawit mentah (CPO) harus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menyediakan pasokan . Melalui skema tersebut, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat tanpa harus memberikan subsidi langsung.
Bantuan Pangan Berpotensi Gunakan Komoditas Lain
Sementara itu, pemerintah juga mempertimbangkan komoditas lain sebagai komponen Bantuan Pangan. Salah satu opsi yang muncul ialah telur ayam ras.
Misalnya, saat harga telur turun, pemerintah dapat menyalurkan telur sebagai bantuan kepada masyarakat. Dengan cara itu, pemerintah tidak hanya membantu penerima manfaat, tetapi juga mendukung stabilitas harga di tingkat peternak dan produsen.
Kemendag Terus Awasi Harga dan Pasokan
Di sisi lain, Kementerian Perdagangan terus memantau perkembangan harga bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Jika harga suatu komoditas melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP), pemerintah akan segera meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah pengendalian.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kemendag terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, distributor, serta produsen. Pemerintah melakukan langkah itu untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar.
Pasokan MinyaKita Sempat Terserap Program Bantuan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa program Bantuan Pangan menyerap pasokan dalam jumlah besar. Program tersebut menyalurkan 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita kepada sekitar 33,2 juta penerima manfaat selama dua bulan.
Akibatnya, pasokan MinyaKita di pasar berkurang. Pada akhirnya, kondisi tersebut membuat masyarakat lebih sulit menemukan MinyaKita dan mendorong kenaikan harga di sejumlah daerah.









