Mendagri Buka Revisi Gaji Kepala Daerah 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian saat rapat kerja dengan DPR membahas revisi PP 59/2000.(Foto: dok. Kemendagri)

Mendagri Tito Karnavian saat rapat kerja dengan DPR membahas revisi PP 59/2000.(Foto: dok. Kemendagri)

Jakarta, iNBrita.com — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka peluang untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2000 yang mengatur hak keuangan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ia menilai pemerintah perlu menyesuaikan aturan tersebut karena sudah berlaku selama 26 tahun.

Penyesuaian karena Perubahan Ekonomi

Tito menjelaskan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan perubahan kondisi ekonomi saat ini, termasuk kenaikan harga barang dan perubahan nilai tukar rupiah.

“Peraturan ini dibuat pada tahun 2000. Sekarang sudah tahun 2026. Artinya, aturan ini sudah berusia 26 tahun. Kondisi ekonomi sudah berubah, harga barang naik, dan kurs juga berubah. Karena itu, penyesuaian sangat memungkinkan dilakukan,” ujar Tito dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Rincian Gaji dan Tunjangan

Dalam PP Nomor 59 Tahun 2000, pemerintah menetapkan gaji dan tunjangan kepala daerah. Gubernur menerima gaji pokok sebesar Rp3,3 juta per bulan, wakil gubernur Rp2,4 juta, bupati dan wali kota Rp2,1 juta, serta wakil bupati dan wakil wali kota Rp1,8 juta.

Pemerintah juga memberikan tunjangan jabatan. Gubernur menerima Rp5,4 juta, wakil gubernur Rp4,3 juta, bupati dan wali kota Rp3,7 juta, serta wakilnya Rp3,2 juta per bulan.

Tito menilai sebagian masyarakat belum mengetahui besaran gaji tersebut. Ia menegaskan bahwa angka gaji pokok kepala daerah memang masih relatif kecil.

Fasilitas Kepala Daerah

Selain gaji dan tunjangan, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas. Kepala daerah mendapatkan tunjangan keluarga, rumah jabatan lengkap dengan perlengkapannya, kendaraan dinas beserta biaya perawatan, biaya perjalanan dinas, dan layanan kesehatan.

Biaya Operasional dan Celah Aturan

Pemerintah juga mengatur biaya penunjang operasional (BPO). Besarannya bergantung pada pendapatan asli daerah (PAD). Untuk pemerintah provinsi, BPO berkisar antara 1,75% hingga 0,15% per tahun. Untuk pemerintah kabupaten/kota, angkanya antara 3% hingga 0,15% per tahun.

Namun, Tito menilai aturan tersebut belum mengatur mekanisme pertanggungjawaban BPO secara rinci. Akibatnya, setiap daerah menggunakan aturan berbeda melalui Perda atau Perkada.

Ia menjelaskan bahwa sekitar 80% penggunaan dana hanya membutuhkan tanda tangan kepala daerah (langsum), sedangkan 20% sisanya memerlukan bukti pengeluaran seperti kuitansi.

Usulan Berbasis Kinerja

Meski membuka peluang revisi, Tito menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memberikan penyesuaian secara otomatis. Ia menyarankan agar pemerintah mengaitkan besaran dana operasional dengan kinerja kepala daerah.

Tito mengusulkan agar Kemendagri bekerja sama dengan lembaga lain, seperti BPKP, untuk menilai kinerja tersebut. Pemerintah kemudian dapat memberikan insentif berdasarkan hasil penilaian itu.

“Penyesuaian bisa dilakukan sesuai kondisi saat ini. Namun, khusus yang berkaitan dengan PAD, kami menyarankan agar pemerintah juga mempertimbangkan kinerja kepala daerah,” tutup Tito.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IHSG Anjlok 3,49%, Rupiah Tembus Rp 18.136
IHSG Anjlok 2,64%, Investor Asing Tarik Dana Rp 5,5 Triliun
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam dan UBS
Harga Perak Antam Hari Ini Turun, Simak Rinciannya
Rupiah Menguat Hari Ini, Simak Prediksi Nilai Tukar Terbaru
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 29 Oktober
The Fed Tahan Suku Bunga, Inflasi AS Membayangi Pasar
Harga Emas Dunia Melemah, Minyak Picu Inflasi AS
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Anjlok 3,49%, Rupiah Tembus Rp 18.136

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

IHSG Anjlok 2,64%, Investor Asing Tarik Dana Rp 5,5 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam dan UBS

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Perak Antam Hari Ini Turun, Simak Rinciannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Rupiah Menguat Hari Ini, Simak Prediksi Nilai Tukar Terbaru

Berita Terbaru

Polisi mengamankan delapan orang terkait insiden di Kabupaten Merangin, Jambi.

Daerah

Penyerangan Polres Merangin, Delapan Orang SAD Ditangkap

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:00 WIB

Lahan gambut yang menjadi fokus restorasi untuk mencegah karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan.

Nasional

BPGMN Perkuat Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi suasana Jazirah Arab pada masa awal Islam, menggambarkan latar sejarah perjuangan Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah.

Khasanah

Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah Pembela Rasulullah SAW

Jumat, 30 Okt 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi teh kemasan berbusa saat aksi demo. ( Foto AI INBRITA)

Nasional

Misteri Teh Berbusa Saat Demo, Polisi Selidiki Asal-usulnya

Jumat, 30 Okt 2026 - 05:00 WIB