Mossad Serukan Demonstran Iran Lanjutkan Protes Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Iran menggelar aksi unjuk rasa di Teheran untuk memprotes memburuknya kondisi ekonomi dan melemahnya nilai tukar rial.

Warga Iran menggelar aksi unjuk rasa di Teheran untuk memprotes memburuknya kondisi ekonomi dan melemahnya nilai tukar rial.

Teheran, iNBrita.comBadan intelijen Israel, Mossad, secara terbuka menyerukan para demonstran Iran untuk melanjutkan aksi protes menentang memburuknya kondisi ekonomi. Mossad menyampaikan seruan tersebut melalui media sosial X dengan menggunakan bahasa Farsi.

Dalam pernyataannya, Mossad mengajak masyarakat Iran untuk turun ke jalan dan bersatu. Mossad juga menegaskan dukungannya terhadap aksi unjuk rasa itu dan mengklaim berada bersama para demonstran, baik melalui pernyataan publik maupun langsung di lapangan.

Protes Meluas dari Pedagang hingga Mahasiswa

Aksi protes bermula pada Minggu (28/12), ketika para pemilik toko dan pedagang di Teheran turun ke jalan memprotes tekanan ekonomi yang semakin berat. Dalam waktu singkat, demonstrasi tersebut menyebar ke berbagai kota lain di Iran.

Seiring meluasnya aksi, para mahasiswa ikut bergabung dan memperkuat gelombang protes. Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi ekonomi, tingginya harga barang, serta melemahnya daya beli masyarakat.

Pelemahan nilai tukar mata uang Rial Iran terhadap dolar Amerika Serikat dan mata uang global lainnya memicu lonjakan harga impor. Kondisi ini menekan pedagang ritel dan memperparah kesulitan ekonomi warga.

Ketegangan Iran–Israel dan Peran AS

Seruan Mossad muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Usai pertemuan itu, Trump memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan pengembangan program nuklir dan rudal balistik. Ia mengancam akan melancarkan serangan baru jika Iran mengabaikan peringatan tersebut.

Israel dan Iran, yang selama ini bermusuhan, terlibat perang selama 12 hari pada pertengahan Juni lalu. Israel melancarkan serangan besar-besaran ke fasilitas nuklir Iran dan kawasan permukiman dengan tujuan melumpuhkan riset nuklir serta kemampuan rudal balistik Teheran. Iran membalas dengan meluncurkan drone dan rudal ke berbagai target di Israel.

Amerika Serikat kemudian turut terlibat dengan mengebom sejumlah situs nuklir Iran sebelum kedua pihak menyepakati gencatan senjata.

Poros Perlawanan

Iran tidak mengakui Israel dan sejak lama menuduh Tel Aviv melakukan sabotase serta pembunuhan ilmuwan nuklirnya. Iran juga mendukung kelompok-kelompok militan dalam “poros perlawanan”, termasuk Hizbullah dan Hamas. Pada Juli 2024, serangan yang dikaitkan dengan Israel menewaskan mantan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran. (Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fenomena Bulan Sabit dan Venus Curi Perhatian
Manchester United Terpuruk, Carrick Dorong Tim Segera Bangkit
September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00 WIB

Fenomena Bulan Sabit dan Venus Curi Perhatian

Senin, 14 September 2026 - 11:00 WIB

Manchester United Terpuruk, Carrick Dorong Tim Segera Bangkit

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Berita Terbaru

Wali Kota Alfin menyampaikan pengantar Ranperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

DPRD Sungai Penuh Gelar Paripurna Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:00 WIB

Wali Kota Alfin saat menyampaikan Raperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

Alfin Sampaikan Perubahan APBD 2026 Sesuai Kebutuhan Daerah

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Fed

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Petugas Polres Kerinci bersama warga memadamkan karhutla di Desa Semerap.

KERINCI

Sinergi Polres Kerinci dan Warga Padamkan Karhutla Semerap

Rabu, 16 Sep 2026 - 13:00 WIB

Sri Kartini Alfin menghadiri pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh di Sungai Penuh.  (15/9/2026)

SUNGAI PENUH

Sri Kartini Alfin Ajak Lansia Hidup Sehat Produktif

Rabu, 16 Sep 2026 - 12:00 WIB