Motor Listrik Honda Tetap Dipasarkan, Diskon Fantastis Kembali?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

otor listrik Honda Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto

otor listrik Honda Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto

Jakarta, iNBrita.com  – PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan tetap berkomitmen menjual motor listrik di Indonesia, meski pemerintah tidak lagi memberikan insentif. Direktur Pemasaran AHM, Octavianus Dwi, menyatakan bahwa insentif memang menjadi nilai tambah, tetapi bukan satu-satunya alasan  memasarkan motor ramah lingkungan.

Honda juga menyiapkan strategi ‘jemput bola’ lewat berbagai program menarik untuk menarik minat masyarakat. “Kami tetap memasarkan, memberikan pengalaman, dan mempersiapkan infrastrukturnya. Semoga program-program menarik bisa kami lakukan,” tambahnya.

Tanpa bantuan pemerintah, pabrikan kini harus berpikir kreatif. Honda, misalnya, melalui dealer-dealernya pernah memberikan diskon besar untuk model Honda CUV e:, mencapai Rp 35.187.000. Dengan banderol sekitar Rp 19 jutaan, harga CUV e: kini setara dengan motor matik entry level Honda BeAT.

Target produksi 2 juta motor listrik pada 2025 pun tampak sulit tercapai. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menegaskan, “Motor listrik tidak mendapat insentif tahun ini. Sudah pasti.”

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dari total 6.412.769 motor yang terjual, motor listrik hanya menyumbang kurang dari satu persen atau sekitar 50 ribu unit.

Ketua Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Budi Setiyadi, menegaskan pihaknya tidak lagi mengandalkan subsidi pemerintah. “Kami sepakat tetap jalan terus, mau ada subsidi atau tidak,” ujarnya.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Berita Terbaru

Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion. (NASA/Handout via REUTERS)

Teknologi

Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 00:00 WIB

Saham SpaceX mengalami penurunan 9 persen meski analis Wall Street menaikkan target harga saham.(Foto : CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk/Dok. Angela Weiss/AFP)

Ekonomi

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.080 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.080, Dolar AS Makin Perkasa

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:00 WIB

 Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Ekonomi

Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Pertalite hingga Akhir 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:00 WIB

Hardizal menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Hardizal Dukung Santri Unggul untuk Indonesia Emas 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:00 WIB