Home / Khasanah

Kamis, 1 Januari 2026 - 04:00 WIB

MUI Imbau Muhasabah Sambut Tahun Baru Tanpa Euforia

Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI) terlihat di sebuah ruangan resmi.

Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI) terlihat di sebuah ruangan resmi.

Jakarta, iNBrita.comMajelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk menyambut pergantian tahun dengan muhasabah dan bukan dengan euforia berlebihan. MUI menilai sikap ini sebagai cara yang lebih bijak dan sesuai dengan ajaran Islam dalam menyikapi perubahan waktu.

Anggota Komisi Fatwa MUI, KH Zia Ul Haramein, menegaskan bahwa Islam tidak memiliki dasar syariat khusus untuk merayakan tahun baru. Karena itu, umat Islam tidak perlu menjadikan momen tersebut sebagai perayaan besar. Menurutnya, hukum merayakan tahun baru termasuk dalam kategori mubah atau boleh, selama tidak melanggar ketentuan agama.

KH Zia menjelaskan bahwa sesuatu yang awalnya mubah bisa berubah menjadi haram jika mengandung unsur yang dilarang, seperti israf atau sikap berlebihan. Ia mencontohkan pemborosan harta, tenaga, dan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat sebagai bentuk perilaku yang tidak dibenarkan dalam Islam. Islam, kata dia, secara tegas melarang sikap berlebih-lebihan dalam segala hal.

Baca juga :   Keutamaan dan Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi

Meski demikian, KH Zia menegaskan bahwa Islam tetap memberi ruang bagi umatnya untuk beraktivitas selama berada dalam koridor syariat. Ia menyebut kegiatan seperti berkumpul bersama keluarga, makan bersama, serta berbagi dengan anak yatim dan kaum dhuafa sebagai perbuatan yang dibolehkan dan bahkan bernilai kebaikan.

Ia juga mengajak umat Islam menjadikan malam pergantian tahun sebagai momentum meningkatkan keimanan. Umat dapat mengisinya dengan introspeksi diri, evaluasi amal, serta merencanakan perbuatan baik di masa depan. Menurutnya, kegiatan sosial dan kepedulian terhadap sesama jauh lebih bermanfaat daripada mengikuti keramaian yang sering berujung pada pemborosan.

Baca juga :   Hari HAN 2025, SMAN 1 Solsel Tanam Semangat Belajar

KH Zia menambahkan bahwa umat Islam sebaiknya bersikap bijak saat menghadapi keluarga atau lingkungan yang masih merayakan tahun baru secara berlebihan. Ia menganjurkan pendekatan yang lembut dan persuasif agar nasihat dapat diterima dengan baik.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa pergantian tahun sejatinya sama dengan hari-hari lain. Nilainya bergantung pada bagaimana manusia mengisinya. Muhasabah, menurutnya, jauh lebih baik daripada hura-hura, bahkan tidur lebih bermanfaat daripada melakukan hal yang sia-sia.  (Tim*)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi puasa Isra Miraj di bulan Rajab

Khasanah

Hukum Puasa Isra Miraj dan Jadwal 2026

Khasanah

Pemerintah Kota Sungai Penuh Sukses Gelar FGD
Kutipan motivasi tentang menahan hak orang lain.

Khasanah

Tertahannya Hak Orang Lain, Rezeki Ikut Tertahan
Ilustrasi seorang muslim melaksanakan sholat tahajud pada malam hari di dalam masjid.

Khasanah

Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap Sesuai Sunnah
Lentera menyala dengan latar bulan sabit malam hari sebagai simbol ibadah puasa di bulan Rajab

Khasanah

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 2026 Lengkap

Khasanah

Pemkot Sungai Penuh Peringati Hari Lahir Pancasila
Lentera bercahaya dan kurma sebagai simbol puasa sunnah di bulan Rajab

Khasanah

Keutamaan Puasa Rajab, Hukum, Jadwal, dan Niat
Muslim membaca doa malam Isra Miraj 27 Rajab

Khasanah

Doa Malam Isra Miraj 27 Rajab dan Amalan