Jakarta, iNBrita.com — PBB menyatakan bahwa perang Amerika Serikat–Israel dengan Iran telah memicu kenaikan tajam harga energi dan pupuk di berbagai negara. Akibatnya, kondisi ini mendorong sekitar 32 juta orang jatuh ke dalam kemiskinan di 160 negara.
Selain itu, Kepala Program Pembangunan PBB (UNDP), Alexander De Croo, menyebut situasi ini sebagai “pembangunan terbalik”. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangun stabilitas sosial dan ekonomi, namun perang justru merusaknya dalam waktu singkat.
UNDP melakukan studi setelah enam minggu konflik berlangsung. Hasilnya menunjukkan bahwa bahkan jika perang berakhir pada saat itu, dampaknya tetap membuat puluhan juta orang masuk ke kondisi rentan secara ekonomi di banyak negara.
Selanjutnya, penutupan Selat Hormuz mengganggu jalur utama perdagangan energi global. Jalur ini biasanya menyalurkan sekitar seperlima minyak dan gas dunia. Di samping itu, negara-negara Teluk juga memasok bahan baku penting untuk pupuk.
Gangguan tersebut kemudian mendorong kenaikan harga energi dan pupuk secara global. Akibatnya, banyak negara menerapkan kebijakan darurat seperti pembatasan bahan bakar dan pengurangan jam kerja. Sementara itu, beberapa negara lain menurunkan pajak energi untuk menekan dampak kenaikan harga.
UNDP memperkirakan bahwa Afrika Sub-Sahara mengalami dampak paling berat. Selain itu, beberapa negara Asia seperti Bangladesh dan Kamboja juga merasakan tekanan ekonomi yang signifikan. Negara-negara kepulauan berkembang pun menghadapi situasi serupa.
Lebih lanjut, De Croo memperingatkan bahwa krisis ini tidak hanya menaikkan harga kebutuhan pokok, tetapi juga mengganggu stabilitas politik. Ia juga menyatakan bahwa pengiriman uang dari pekerja migran di negara Teluk ikut menurun.
Oleh karena itu, UNDP mengusulkan subsidi sekitar 6 miliar dolar untuk melindungi kelompok rentan dari dampak kenaikan harga pangan dan energi. Namun, jumlah tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan biaya perang yang mencapai sekitar 9 miliar dolar per minggu.
(eny)









