Jakarta, iNBrita.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap tahun memperingati Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina pada 29 November. Berikut rangkuman peringatan tahun 2025.
Sejarah Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina
Majelis Umum PBB pada 1977 melalui Resolusi 32/40 B resmi menetapkan 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.
Tanggal ini dipilih karena pada 29 November 1947, PBB mengadopsi Resolusi 181 (II) tentang pembagian Palestina.
Melalui Resolusi 60/37 pada 1 Desember 2005, Majelis Umum PBB menugaskan Komite Pelaksanaan Hak-Hak Rakyat Palestina dan Divisi untuk Hak-Hak Palestina untuk menggelar pameran tahunan atau acara budaya bekerja sama dengan Misi Pengamat Tetap Palestina.
PBB juga mendorong negara anggotanya untuk mempromosikan hari internasional ini secara luas.
Hari Solidaritas Internasional menyoroti bahwa hingga kini masalah Palestina belum terselesaikan dan rakyat Palestina masih belum memperoleh hak-hak dasar yang dijamin PBB:
hak menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan eksternal,
hak atas kemerdekaan dan kedaulatan nasional,
hak untuk kembali ke rumah serta harta benda yang mereka tinggalkan.
Setiap tahun, pemerintah dan organisasi masyarakat sipil di berbagai negara mengadakan kegiatan seperti:
penerbitan pesan solidaritas,
penyelenggaraan pertemuan,
penyebaran materi informasi,
pemutaran film terkait isu Palestina.
Peringatan Hari Solidaritas 2025
Lebih dari tujuh dekade upaya perdamaian belum mampu mengakhiri konflik di Timur Tengah. Peringatan tahun 2025 berlangsung di tengah gencatan senjata di Gaza, setelah kekerasan dan krisis kemanusiaan yang menelan puluhan ribu korban serta memaksa ratusan ribu warga mengungsi.
Pada 25 November, Komite PBB tentang Pelaksanaan Hak-Hak Rakyat Palestina menggelar pertemuan khusus di Markas Besar PBB, New York. Negara anggota, organisasi regional, dan masyarakat sipil berkumpul untuk menyatakan solidaritas bagi rakyat Palestina.
Kantor-kantor PBB di seluruh dunia juga mengadakan acara serupa, dengan siaran utama tersedia di UN Web TV.
Rangkaian peringatan tahun ini ditutup pada 4 Desember dengan pemutaran film dokudrama “The Voice of Hind Rajab” di Ruang Dewan Perwalian Markas Besar PBB. Setelah pemutaran, sutradara sekaligus pembuat film nominasi Oscar, Kaouther Ben Hania, memimpin sesi diskusi.
(VVR*)














