Sungai Penuh, iNBrita.com —
Maswan, SE terus menunjukkan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian di Kota Sungai Penuh. Ia tidak hanya duduk di kursi legislatif sebagai Anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Partai Gerindra, tetapi juga memimpin DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) dan menggerakkan petani melalui pengalaman panjang yang ia bangun sejak tiga dekade lalu.
Sejak 1991, Maswan aktif membina petani di wilayah perbatasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) bersama WWF. Ia turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, dan membantu mereka menyesuaikan diri dengan sistem konservasi. Ia tidak menunggu petani datang kepadanya, tetapi justru mendatangi mereka, mendengar keluhan, dan mencari solusi nyata.
Antara 1994 hingga 2000, Maswan memperluas kiprahnya dengan bergabung dalam program WWF Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh Selatan dan Aceh Tengah. Ia mengembangkan komoditas rakyat seperti pala, nilam, dan kopi arabika, serta melatih petani agar mampu meningkatkan nilai tambah hasil panen mereka. Melalui pendekatan partisipatif, ia mendorong petani memahami bahwa mereka adalah pelaku ekonomi penting, bukan sekadar penghasil bahan mentah.
Tahun 2000, Maswan kembali ke Kerinci dan memimpin program FORESTRADE Inc. Ia membangun sistem pertanian organik berbasis rempah seperti kayu manis dan jahe merah, serta membina kelompok tani di Muaro Hemat, Bedeng 5, Lempur, Renah Kayu Embun, Pungut, Renah Pemetik, hingga Kepulauan Mentawai. Ia membantu petani meningkatkan kualitas panen, memperluas akses pemasaran, dan memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan.
Kini, sebagai Anggota DPRD Kota Sungai Penuh periode 2024–2029, Maswan mengintegrasikan seluruh pengalamannya ke dalam kebijakan publik. Ia memperjuangkan program yang memperkuat ketahanan pangan, kemandirian petani, dan pertanian berkelanjutan. Ia juga menjadikan Tani Merdeka Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah untuk mengawal distribusi pupuk, memperluas pembinaan, dan membangun sistem pertanian yang lebih modern.
“Pengalaman saya di lapangan mengajarkan bahwa petani tidak butuh belas kasihan, mereka butuh dukungan konkret dan akses yang adil. Melalui Tani Merdeka Indonesia, saya ingin membantu pemerintah memastikan semua itu berjalan,” kata Maswan dalam salah satu kesempatan wawancara.
Maswan memanfaatkan setiap peluang untuk mendorong petani berpikir maju. Ia mengajak mereka berdialog, berbagi pengetahuan, dan berinovasi agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman. Ia percaya bahwa petani yang kuat akan menciptakan ekonomi daerah yang tangguh.
Melalui kiprahnya, Maswan membuktikan bahwa pengalaman bukan sekadar catatan masa lalu. Ia mengubah pengalaman menjadi kekuatan nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan petani. Ia tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga mewujudkannya langsung di lapangan.
Pengalaman panjang dan kepedulian yang konsisten menjadikan Maswan sosok yang memberi harapan baru bagi petani Sungai Penuh — petani yang ingin berdiri mandiri, berdaya saing, dan bangga dengan profesinya. Dalam diri Maswan, pengalaman telah menjelma menjadi arah, dan arah itu jelas: membangun pertanian yang kuat dari tangan petani sendiri.
(ES*)














