Home / Internasional

Minggu, 16 November 2025 - 06:00 WIB

Pengungsian Gaza Dilanda Banjir, Kondisi Memprihatinkan

Foto: Ilustrasi kamp pengungsi di Gaza (REUTERS/Hatem Khaled).

Foto: Ilustrasi kamp pengungsi di Gaza (REUTERS/Hatem Khaled).

Jakarta, iNBrita.com  – Hujan lebat yang mengguyur Gaza pada Jumat (14/11) menyebabkan sejumlah kamp pengungsian terendam banjir. Warga yang bermalam di tenda-tenda darurat terbangun pada Sabtu pagi dan mendapati air telah menggenangi tempat mereka berlindung.

Menurut laporan CNN, Minggu (16/11/2025), curah hujan deras membuat perlindungan sementara, barang-barang pribadi, hingga kasur para pengungsi basah tanpa dapat dikeringkan. Situasi ini menambah penderitaan warga yang selama berbulan-bulan menjalani hidup berpindah dari satu tempat pengungsian ke tempat lain.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, menyampaikan bahwa pihaknya menerima ratusan permohonan bantuan dari para pengungsi. Namun, ia mengakui bahwa mereka tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menanganinya.

“Ratusan permintaan bantuan masuk, tetapi kami tidak memiliki sumber daya,” ujarnya.

Baca juga :   Wawako Azhar Hamzah Resmikan Pelatihan Pengurus KDKMP

Mahmoud menjelaskan bahwa hampir seluruh pusat pengungsian mengalami kenaikan air hingga lebih dari 10 sentimeter. Kasur dan selimut basah, sementara para pengungsi tidak memiliki alternatif tempat lain yang aman. “Semua pilihan telah dihancurkan oleh Israel,” tambahnya.

Para pengungsi di Kota Gaza mengaku kondisi tenda mereka sudah rapuh dan beberapa roboh akibat hujan deras. Raed Al-Alayan, salah satu pengungsi, mengatakan bahwa ia dan anak-anaknya terbangun dalam kondisi tenda tergenang. “Kami kebanjiran. Tidak ada atap yang mampu melindungi kami dari hujan,” tuturnya.

Badai memang kerap terjadi di Gaza pada periode ini. Namun dengan ratusan ribu warga yang terusir dari rumah permanen mereka, bahkan hujan dengan intensitas normal sekali pun dapat memicu banjir dan memperburuk keadaan.

Baca juga :   Akal-Akalan Jatuhkan Al-Azhar, Ternyata Kontrak Politik Palsu

Seorang perempuan yang turut mengungsi memperlihatkan kepada CNN kondisi tenda keluarganya yang basah kuyup. Ia mengatakan tinggal bersama 20 anak, termasuk bayi yang baru lahir. Dalam tangis, ia mempertanyakan nasib mereka. “Kami harus ke mana? Putraku yang terbunuh dulu membangun tenda-tenda ini untuk kami. Apa yang harus kulakukan sekarang?” keluhnya.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, juga mengonfirmasi bahwa ratusan tenda dan tempat penampungan sementara telah terendam. Ia menyatakan bahwa mitra PBB yang menangani perlindungan pengungsi mengalami kesulitan karena Gaza tidak memiliki peralatan dasar untuk mengatasi banjir, seperti pompa penyedot air maupun alat untuk membersihkan sampah dan puing-puing.

(ES*)

Berita ini 6 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pria duduk di ruangan remang sambil memegang foto, dengan meja berisi minuman dan asbak serta televisi menyala di belakang.

Internasional

Kasus Deepfake Melonjak, Remaja Dominasi Pelaku
Kapal pengangkut ternak Spiridon II membawa ribuan sapi asal Uruguay terombang-ambing di lepas pantai Bandirma, Turki.

Internasional

Turki Tolak 3.000 Sapi Uruguay, Kapal Terombang-ambing
Tentara Israel berjaga di area perbatasan dengan latar pemukiman Palestina.

Internasional

Polisi Israel Tangkap Jaksa Militer karena Bocoran Video
Layar Bursa Efek Indonesia menampilkan daftar saham yang mengalami penurunan, dengan siluet seorang wanita memperhatikan pergerakan harga saham.

Internasional

IHSG Anjlok Dipicu Perubahan Metode MSCI Global
Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia usai serangan AS-Israel di Iran.

Internasional

Istri Ali Khamenei Meninggal Usai Serangan AS-Israel
embok beton berbentuk T yang dibangun militer Israel di dekat Garis Biru di perbatasan Lebanon selatan.

Internasional

UNIFIL Tegaskan Israel Bangun Tembok Langgar Garis Biru
Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum saat tampil di Kejuaraan Beregu Asia 2026

Internasional

Rachel/Febi Pastikan Kemenangan Indonesia atas Hong Kong
Kapal tanker Pertamina International Shipping di perairan Selat Hormuz

Internasional

Diplomasi Upayakan Dua Kapal Pertamina Keluar Hormuz