Perjalanan Pergi Terasa Lama, Pulang Lebih Cepat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengemudi terlihat memegang stir mobil, menggambarkan sensasi perjalanan yang berbeda antara pergi dan pulang

Pengemudi terlihat memegang stir mobil, menggambarkan sensasi perjalanan yang berbeda antara pergi dan pulang

 Jakarta, iNBrita.com – Pernahkah traveler merasa perjalanan pergi terasa lebih lama dibanding perjalanan pulang? Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah.

Saat traveler menuju suatu tempat tujuan, mereka sering merasa waktu tempuhnya lebih lama. Namun, ketika pulang, perjalanan justru terasa lebih cepat.

Perasaan subjektif manusia terhadap waktu menjadi penyebab utama fenomena ini. Lingkungan sekitar, suasana hati, dan aktivitas selama perjalanan membuat seseorang merasa waktu berjalan berbeda.

Traveler biasanya merasakan perjalanan pergi lebih lama saat mereka mengunjungi tempat asing atau baru pertama kali dikunjungi.

Menurut The Washington Post, beberapa psikolog menjelaskan bahwa fenomena ini terkait dengan cara manusia memperhatikan waktu. Saat kita terlalu fokus menghitung menit demi menit, waktu terasa berjalan lambat. Misalnya, ketika kita terlambat, terburu-buru, atau terjebak macet, kita sering memeriksa jam dan merasa waktu berjalan lambat.

Sebaliknya, saat kita terdistraksi oleh hal yang menarik atau menikmati momen tanpa terburu-buru, waktu terasa cepat berlalu. Pepatah lama, “Waktu terasa cepat saat bersenang-senang,” menggambarkan teori ini dengan tepat.

Selain itu, tingkat familiaritas dengan tempat tujuan juga memengaruhi persepsi waktu. Saat pergi ke lokasi yang belum dikenal, perjalanan terasa lebih lama. Namun, saat pulang, perjalanan terasa cepat karena kita mulai mengenali landmark atau hafal rute jalanan. Efek ini kurang terasa saat kita sering mengunjungi tempat yang sama.

Penelitian ilmiah juga mendukung fenomena ini. Dalam artikel bertajuk “The Return Trip Effect: Why the Return Trip Often Seems to Take Less Time”, penulis menyebutkan bahwa responden yang sering menempuh rute sama memiliki ekspektasi akurat terhadap durasi perjalanan.

Singkatnya, perjalanan pulang terasa lebih cepat karena manusia memiliki persepsi waktu yang subjektif. Banyak faktor—mulai dari perhatian terhadap waktu hingga familiaritas lokasi—mempengaruhi sensasi durasi perjalanan.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paket Wisata Malaysia 2027: Harga, Hotel, dan Tiket
Bencana Banjir Agam, 30 Wisatawan Berhasil Diselamatkan
Bunga Tabebuya Bermekaran, Destinasi Wisata Gratis di Jakarta
Banjir Bangkok Parah, Puluhan Ribu Warga Terdampak
Biaya Wisata Venesia Naik, Tiket Harian Capai Rp1 Juta
Bromo Kembali Dibuka, Cek Tiket dan Aturan Wisata Terbaru
Tokyo Hadapi Masalah Baru Akibat Koper Bekas Turis
Hengdian Tawarkan Wisata Bikin Drama Pendek Sendiri
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Paket Wisata Malaysia 2027: Harga, Hotel, dan Tiket

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bencana Banjir Agam, 30 Wisatawan Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bunga Tabebuya Bermekaran, Destinasi Wisata Gratis di Jakarta

Rabu, 30 September 2026 - 08:00 WIB

Banjir Bangkok Parah, Puluhan Ribu Warga Terdampak

Minggu, 27 September 2026 - 01:00 WIB

Biaya Wisata Venesia Naik, Tiket Harian Capai Rp1 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi kode redeem FF 16 Oktober 2026 dan hadiah gratis.

Game

Kode Redeem FF 16 Oktober 2026, Klaim Hadiah Gratis

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game gabung ikan yang menawarkan bonus dan penarikan saldo DANA.

Game

Game Penghasil Uang 2026, Saldo DANA Bisa Dicairkan?

Jumat, 16 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi perak Antam. (Foto : Dok PT Aneka Tambang Tbk)

Ekonomi

Harga Perak Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 per Gram

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp13 ribu menjadi Rp2.561.000 per gram pada Kamis (15/10).(Foto : CNN Indonesia/Adi Ibrahim)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp13 Ribu, Cek Daftarnya

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:00 WIB

Rupiah melemah 0,25 persen ke level Rp17.948 per dolar AS akibat tekanan inflasi Amerika Serikat.(Foto : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS Pagi Ini

Kamis, 15 Okt 2026 - 10:00 WIB