Jakarta , iNBrita.com – Saat waktu berbuka tiba, banyak orang langsung menyantap aneka hidangan yang tersedia. Padahal, setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Oleh karena itu, jika seseorang mengonsumsi makanan berat secara berlebihan, ia berisiko mengalami perut begah atau kembung.
Akibatnya, rasa tidak nyaman tersebut kerap mengganggu berbagai aktivitas. Bahkan, kondisi ini bisa menurunkan kekhusyukan saat menjalankan ibadah malam.
Sementara itu, pakar gastroenterologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa penumpukan gas di dalam saluran cerna menyebabkan sensasi begah. Menurutnya, udara yang masuk ketika seseorang makan terlalu cepat dapat memicu kondisi tersebut. Selain itu, proses pencernaan makanan oleh asam lambung juga menghasilkan gas yang kemudian menambah tekanan di dalam perut.
Dengan demikian, ketika lambung terisi banyak gas, seseorang akan lebih mudah merasa penuh dan tidak nyaman.
Cara Mengatasi Perut Begah
Jika perut sudah terasa penuh, maka seseorang dapat segera mengonsumsi obat pereda gas yang dijual bebas. Obat tersebut bekerja dengan membantu mengurangi jumlah gas sehingga tekanan di dalam perut berangsur menurun.
Di sisi lain, untuk mencegah begah saat berbuka, seseorang sebaiknya memulai dengan makanan ringan seperti kurma atau minuman hangat manis dalam porsi kecil. Kemudian, setelah sekitar 30 menit, ia bisa melanjutkan dengan makanan utama agar sistem pencernaan memiliki waktu penyesuaian.
Lebih lanjut, bagi penderita asam lambung, mereka dapat mengonsumsi obat maag sebelum menyantap makanan berat.
Singkatnya, dengan mengatur pola makan secara bertahap dan tidak berlebihan, seseorang dapat menjaga kenyamanan tubuh sehingga tetap bugar hingga malam hari.
(eny)














