Jakarta , iNBrita.com — Simulasi di kanal YouTube Untold Healing menunjukkan bahwa tubuh mengalami berbagai perubahan fisik dan mental ketika seseorang menghentikan konsumsi gula.
Pada dua hari pertama, tubuh mengalami fase paling berat. Keinginan makan meningkat, sakit kepala muncul, suasana hati berubah, dan tubuh menjadi lebih lelah. Gejala ini menandai bahwa tubuh mulai menyesuaikan diri dengan rendahnya asupan gula.
Memasuki hari ketiga dan keempat, energi menjadi lebih stabil. Banyak orang melaporkan bahwa rasa “kabut” di kepala menghilang dan kantuk di sore hari berkurang.
Pada hari kelima hingga ketujuh, tubuh menunjukkan perubahan fisik yang lebih jelas. Kulit tampak lebih bersih, jerawat berkurang, wajah mengempis, dan kualitas tidur meningkat. Keinginan terhadap makanan manis pun menurun secara bertahap.
Simulasi tersebut juga mengungkap bahwa rata-rata orang mengonsumsi hingga 17 sendok teh gula tambahan per hari, angka yang melampaui batas rekomendasi.
Menurut pusat rehabilitasi Addiction Help, gula memengaruhi kimia otak dengan merangsang produksi dopamin, sehingga menciptakan rasa nyaman dan potensi ketergantungan. Ketika seseorang mengurangi asupan gula, tubuh biasanya mengeluarkan reaksi seperti sakit kepala, mual, mudah marah, cemas, serta perubahan suasana hati.
Para ahli menyarankan agar masyarakat mengurangi gula secara bertahap jika berhenti total terasa berat. Pendekatan bertahap dinilai lebih efektif untuk membangun pola makan rendah gula secara konsisten.
(ES*)














