Home / Kesehatan

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:00 WIB

Mulai 2026, Peserta BPJS Wajib Skrining Kesehatan

Foto: Dok BPJS Kesehatan

Foto: Dok BPJS Kesehatan

iNBrita.com— Pemerintah memperkuat pencegahan penyakit melalui skrining kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, mulai Januari 2026, BPJS Kesehatan mewajibkan peserta berusia 15 tahun ke atas mengisi skrining riwayat kesehatan sebelum mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Selain gratis, skrining ini hanya perlu dilakukan satu kali dalam setahun. Dengan demikian, peserta bisa memantau kesehatan secara rutin. Untuk mempermudah, BPJS menyediakan layanan skrining melalui aplikasi Mobile JKN maupun situs resmi BPJS Kesehatan.

Apa Itu Skrining Riwayat Kesehatan

Skrining riwayat kesehatan membantu peserta mengenali risiko penyakit sejak dini. Melalui proses ini, peserta mengetahui kondisi tubuhnya sebelum muncul gejala serius.

Peserta menjawab pertanyaan mengenai kondisi kesehatan pribadi, riwayat penyakit keluarga, pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehari-hari. Dengan data tersebut, peserta dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat dan lebih cepat.

Ketentuan Wajib Skrining

Sejak 2025, BPJS Kesehatan menerapkan kewajiban skrining secara bertahap. Jika peserta belum mengisi skrining, sistem FKTP akan menampilkan notifikasi saat peserta hendak berobat.

Karena itu, peserta perlu menyelesaikan skrining lebih dulu agar proses pelayanan berjalan lancar. Langkah ini mendorong peserta lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri.

Dasar Regulasi Skrining

Pemerintah menetapkan kebijakan skrining melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan.

Dengan regulasi ini, peserta JKN mendapatkan akses skrining gratis di FKTP maupun fasilitas kesehatan lanjutan sesuai kebutuhan medis.

Jenis Skrining Kesehatan Gratis BPJS 2026

BPJS Kesehatan menanggung sepuluh jenis skrining, yaitu:

  1. Pemeriksaan tekanan darah membantu mendeteksi hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

  2. Pemeriksaan payudara klinis mendeteksi kanker payudara sejak dini.

  3. Pemeriksaan kadar hemoglobin mengidentifikasi risiko anemia pada remaja putri.

  4. Pemeriksaan fisik paru mendeteksi TBC, PPOK, dan kanker paru.

  5. Rapid test hepatitis B dan C mendeteksi infeksi hepatitis lebih awal.

  6. Inspeksi visual asam asetat membantu mengenali kanker leher rahim.

  7. Pap smear mendukung pemeriksaan lanjutan kanker serviks.

  8. Pemeriksaan gula darah

  9. Pemeriksaan darah lengkap dan apus darah tepi membantu skrining thalassemia.

  10. Rectal touche dan tes darah samar feses mendeteksi kanker usus sejak dini.

Manfaat Skrining Rutin

Dengan mengikuti skrining rutin, peserta mengenali risiko penyakit lebih cepat. Selanjutnya, mereka dapat melakukan perubahan gaya hidup, pemeriksaan lanjutan, atau terapi awal sesuai kebutuhan.

Selain itu, skrining rutin menekan risiko penyakit kronis, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi biaya pengobatan di masa depan. Skrining  mendeteksi penyakit  sejak dini.

Cara Mengisi Skrining Riwayat Kesehatan

Peserta dapat mengisi skrining melalui aplikasi Mobile JKN. Pertama, peserta mengunduh aplikasi dan login ke akun masing-masing. Setelah itu, mereka memilih menu Lainnya dan masuk ke fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Selanjutnya, peserta mengisi data diri dan menjawab seluruh pertanyaan hingga hasil muncul otomatis.

Sebagai alternatif, peserta juga bisa mengisi skrining melalui situs resmi BPJS Kesehatan yang tersedia sejak 2025.

Dengan kewajiban skrining dan akses pemeriksaan gratis, peserta JKN dapat menjaga kesehatan secara aktif dan mencegah penyakit sejak dini.

(tim)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pramono Anung memberikan sambutan saat peresmian Klinik BUMN Medika di Jakarta.

Kesehatan

Pramono Anung Ingatkan Pentingnya Disiplin Protokol Kesehatan
Petugas kesehatan Indonesia memantau kewaspadaan virus Nipah

Kesehatan

Kemenkes Pastikan Indonesia Masih Bebas Virus Nipah
Orang memeriksa kesehatan jantung, simbol pencegahan serangan jantung pada usia muda.

Kesehatan

Usia Muda Rentan Serangan Jantung, Mulai Hidup Sehat
Ilustrasi seseorang sulit tidur di malam hari dengan ekspresi lelah.

Kesehatan

Kebiasaan Tidur Buruk Dapat Percepat Penuaan Otak
Petugas kesehatan melakukan skrining kanker kolorektal pada warga usia di atas 45 tahun di puskesmas.

Kesehatan

Pemerintah Perluas Skrining Kanker Kolorektal Nasional
Telur rebus setengah matang dan telur utuh di atas talenan dengan garam dan merica

Kesehatan

Batas Aman dan Manfaat Konsumsi Telur Sehari
Dokter jantung menjelaskan risiko kematian mendadak saat olahraga akibat gangguan jantung tersembunyi.

Kesehatan

Penyebab Kematian Mendadak Saat Olahraga Terungkap
Pasien anak menjalani perawatan di rumah sakit dengan infus terpasang

Kesehatan

Lonjakan H3N2 Subclade K Picu Kekhawatiran Super Flu