iNBrita.com— Pemerintah memperkuat pencegahan penyakit melalui skrining kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, mulai Januari 2026, BPJS Kesehatan mewajibkan peserta berusia 15 tahun ke atas mengisi skrining riwayat kesehatan sebelum mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Selain gratis, skrining ini hanya perlu dilakukan satu kali dalam setahun. Dengan demikian, peserta bisa memantau kesehatan secara rutin. Untuk mempermudah, BPJS menyediakan layanan skrining melalui aplikasi Mobile JKN maupun situs resmi BPJS Kesehatan.
Apa Itu Skrining Riwayat Kesehatan
Skrining riwayat kesehatan membantu peserta mengenali risiko penyakit sejak dini. Melalui proses ini, peserta mengetahui kondisi tubuhnya sebelum muncul gejala serius.
Peserta menjawab pertanyaan mengenai kondisi kesehatan pribadi, riwayat penyakit keluarga, pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehari-hari. Dengan data tersebut, peserta dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat dan lebih cepat.
Ketentuan Wajib Skrining
Sejak 2025, BPJS Kesehatan menerapkan kewajiban skrining secara bertahap. Jika peserta belum mengisi skrining, sistem FKTP akan menampilkan notifikasi saat peserta hendak berobat.
Karena itu, peserta perlu menyelesaikan skrining lebih dulu agar proses pelayanan berjalan lancar. Langkah ini mendorong peserta lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri.
Dasar Regulasi Skrining
Pemerintah menetapkan kebijakan skrining melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan.
Dengan regulasi ini, peserta JKN mendapatkan akses skrining gratis di FKTP maupun fasilitas kesehatan lanjutan sesuai kebutuhan medis.
Jenis Skrining Kesehatan Gratis BPJS 2026
BPJS Kesehatan menanggung sepuluh jenis skrining, yaitu:
Pemeriksaan tekanan darah membantu mendeteksi hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.
Pemeriksaan payudara klinis mendeteksi kanker payudara sejak dini.
Pemeriksaan kadar hemoglobin mengidentifikasi risiko anemia pada remaja putri.
Pemeriksaan fisik paru mendeteksi TBC, PPOK, dan kanker paru.
Rapid test hepatitis B dan C mendeteksi infeksi hepatitis lebih awal.
Inspeksi visual asam asetat membantu mengenali kanker leher rahim.
Pap smear mendukung pemeriksaan lanjutan kanker serviks.
Pemeriksaan gula darah
Pemeriksaan darah lengkap dan apus darah tepi membantu skrining thalassemia.
Rectal touche dan tes darah samar feses mendeteksi kanker usus sejak dini.
Manfaat Skrining Rutin
Dengan mengikuti skrining rutin, peserta mengenali risiko penyakit lebih cepat. Selanjutnya, mereka dapat melakukan perubahan gaya hidup, pemeriksaan lanjutan, atau terapi awal sesuai kebutuhan.
Selain itu, skrining rutin menekan risiko penyakit kronis, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi biaya pengobatan di masa depan. Skrining mendeteksi penyakit sejak dini.
Cara Mengisi Skrining Riwayat Kesehatan
Peserta dapat mengisi skrining melalui aplikasi Mobile JKN. Pertama, peserta mengunduh aplikasi dan login ke akun masing-masing. Setelah itu, mereka memilih menu Lainnya dan masuk ke fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Selanjutnya, peserta mengisi data diri dan menjawab seluruh pertanyaan hingga hasil muncul otomatis.
Sebagai alternatif, peserta juga bisa mengisi skrining melalui situs resmi BPJS Kesehatan yang tersedia sejak 2025.
Dengan kewajiban skrining dan akses pemeriksaan gratis, peserta JKN dapat menjaga kesehatan secara aktif dan mencegah penyakit sejak dini.
(tim)














