Mulai 2026, Peserta BPJS Wajib Skrining Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok BPJS Kesehatan

Foto: Dok BPJS Kesehatan

iNBrita.com— Pemerintah memperkuat pencegahan penyakit melalui skrining kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, mulai Januari 2026, BPJS Kesehatan mewajibkan peserta berusia 15 tahun ke atas mengisi skrining riwayat kesehatan sebelum mengakses layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Selain gratis, skrining ini hanya perlu dilakukan satu kali dalam setahun. Dengan demikian, peserta bisa memantau kesehatan secara rutin. Untuk mempermudah, BPJS menyediakan layanan skrining melalui aplikasi Mobile JKN maupun situs resmi BPJS Kesehatan.

Apa Itu Skrining Riwayat Kesehatan

Skrining riwayat kesehatan membantu peserta mengenali risiko penyakit sejak dini. Melalui proses ini, peserta mengetahui kondisi tubuhnya sebelum muncul gejala serius.

Peserta menjawab pertanyaan mengenai kondisi kesehatan pribadi, riwayat penyakit keluarga, pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehari-hari. Dengan data tersebut, peserta dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat dan lebih cepat.

Ketentuan Wajib Skrining

Sejak 2025, BPJS Kesehatan menerapkan kewajiban skrining secara bertahap. Jika peserta belum mengisi skrining, sistem FKTP akan menampilkan notifikasi saat peserta hendak berobat.

Baca Juga :  Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level pada Produk

Karena itu, peserta perlu menyelesaikan skrining lebih dulu agar proses pelayanan berjalan lancar. Langkah ini mendorong peserta lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri.

Dasar Regulasi Skrining

Pemerintah menetapkan kebijakan skrining melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan.

Dengan regulasi ini, peserta JKN mendapatkan akses skrining gratis di FKTP maupun fasilitas kesehatan lanjutan sesuai kebutuhan medis.

Jenis Skrining Kesehatan Gratis BPJS 2026

BPJS Kesehatan menanggung sepuluh jenis skrining, yaitu:

  1. Pemeriksaan tekanan darah membantu mendeteksi hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

  2. Pemeriksaan payudara klinis mendeteksi kanker payudara sejak dini.

  3. Pemeriksaan kadar hemoglobin mengidentifikasi risiko anemia pada remaja putri.

  4. Pemeriksaan fisik paru mendeteksi TBC, PPOK, dan kanker paru.

  5. Rapid test hepatitis B dan C mendeteksi infeksi hepatitis lebih awal.

  6. Inspeksi visual asam asetat membantu mengenali kanker leher rahim.

  7. Pap smear mendukung pemeriksaan lanjutan kanker serviks.

  8. Pemeriksaan gula darah

  9. Pemeriksaan darah lengkap dan apus darah tepi membantu skrining thalassemia.

  10. Rectal touche dan tes darah samar feses mendeteksi kanker usus sejak dini.

Baca Juga :  Konsumsi Garam Berlebih Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Manfaat Skrining Rutin

Dengan mengikuti skrining rutin, peserta mengenali risiko penyakit lebih cepat. Selanjutnya, mereka dapat melakukan perubahan gaya hidup, pemeriksaan lanjutan, atau terapi awal sesuai kebutuhan.

Selain itu, skrining rutin menekan risiko penyakit kronis, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi biaya pengobatan di masa depan. Skrining  mendeteksi penyakit  sejak dini.

Cara Mengisi Skrining Riwayat Kesehatan

Peserta dapat mengisi skrining melalui aplikasi Mobile JKN. Pertama, peserta mengunduh aplikasi dan login ke akun masing-masing. Setelah itu, mereka memilih menu Lainnya dan masuk ke fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Selanjutnya, peserta mengisi data diri dan menjawab seluruh pertanyaan hingga hasil muncul otomatis.

Sebagai alternatif, peserta juga bisa mengisi skrining melalui situs resmi BPJS Kesehatan yang tersedia sejak 2025.

Dengan kewajiban skrining dan akses pemeriksaan gratis, peserta JKN dapat menjaga kesehatan secara aktif dan mencegah penyakit sejak dini.

(tim)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

BRI membuka lowongan kerja melalui program BBAP 2026 untuk lulusan D3 dan S1 dengan berbagai posisi di sejumlah kantor regional.

Ekonomi

BRI BBAP 2026 Buka Lowongan Kerja Lulusan D3 S1

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid hadir dengan desain modern dan teknologi hybrid yang efisien.

Teknologi

Veloz Hybrid Irit BBM 28,9 Km Per Liter

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:00 WIB

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan akhir Juli(Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Menguat Hari Ini Didorong Pelemahan Dolar AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Permintaan emas global tetap kuat sepanjang kuartal kedua 2026, didorong pembelian bank sentral dan investasi Asia.(Foto: AP/ Jae C. Hong)

Ekonomi

Permintaan Emas Global Tetap Kuat di 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:00 WIB