Rupiah Anjlok, Biaya Hidup Masyarakat Ikut Naik

Rupiah Anjlok, Biaya Hidup Masyarakat Ikut Naik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 FOTO ANTARA

FOTO ANTARA

Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS, Masyarakat Mulai Hadapi Tekanan Ekonomi

Jakarta, iNBrita.comNilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Minggu, 17 Mei 2026. Angka tersebut semakin jauh dari asumsi kurs APBN 2026 yang pemerintah tetapkan sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran banyak ekonom dan akademisi. Mereka menilai pelemahan rupiah dapat menekan kehidupan masyarakat karena kenaikan kurs dolar memengaruhi harga barang, biaya layanan, hingga anggaran negara.

Pelemahan Rupiah Dorong Kenaikan Harga Barang

Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Rijadh Djatu Winardi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah membuat biaya impor bahan baku menjadi lebih mahal.

Ketika perusahaan masih mengandalkan bahan baku impor, mereka akan menaikkan harga jual produk untuk menutup biaya produksi yang meningkat. Akibatnya, masyarakat harus membayar kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih tinggi.

Selain itu, kenaikan biaya impor juga mendorong inflasi, terutama pada sektor yang bergantung pada pasokan luar negeri.

Biaya Transportasi dan Kesehatan Ikut Naik

Kenaikan kurs dolar tidak hanya memengaruhi harga bahan pokok. Indonesia yang masih mengimpor bahan bakar dan obat-obatan juga menghadapi kenaikan biaya transportasi dan layanan kesehatan.

Baca Juga :  HUT TNI ke-79: Dandim 0417 Kerinci Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

Saat harga impor meningkat, perusahaan transportasi dan sektor kesehatan ikut menyesuaikan tarif layanan mereka. Karena itu, masyarakat kemungkinan akan merasakan kenaikan pengeluaran harian dalam waktu dekat.

Menurut Rijadh, tekanan ekonomi tersebut akan muncul secara bertahap melalui meningkatnya biaya hidup di berbagai sektor.

Pemerintah Hadapi Beban Subsidi dan Utang yang Lebih Berat

Pelemahan rupiah juga menambah tekanan terhadap anggaran negara. Pemerintah harus mengeluarkan subsidi energi lebih besar karena Indonesia masih bergantung pada impor energi.

Di sisi lain, pemerintah juga harus menyiapkan dana lebih banyak untuk membayar pokok dan bunga utang luar negeri dalam rupiah, meskipun nilai utangnya tetap sama dalam dolar AS.

Jika kondisi ini terus berlangsung, pemerintah bisa kehilangan ruang fiskal untuk membiayai program lain.

Anggaran Pendidikan dan Sosial Bisa Tertekan

Meningkatnya beban subsidi dan pembayaran utang membuat pemerintah harus mengatur ulang prioritas anggaran. Akibatnya, pembiayaan sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial berpotensi ikut tertekan.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Hefrizal Handra, menilai kondisi saat ini memang belum masuk kategori krisis. Namun, ia mengingatkan bahwa tekanan global yang terus berlanjut tanpa respons kebijakan yang kuat dapat memperburuk situasi ekonomi nasional.

Baca Juga :  OJK Blokir Ribuan Rekening Terkait Penipuan Online

Karena itu, pemerintah perlu menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Pelemahan Rupiah Buka Peluang Ekspor

Di balik tekanan tersebut, pelemahan rupiah juga membuka peluang bagi sektor ekspor Indonesia. Dosen FEB UGM Eddy Junarsin mengatakan harga produk Indonesia menjadi lebih murah di pasar internasional ketika rupiah melemah.

Kondisi ini dapat meningkatkan daya saing produk lokal, memperbesar ekspor, membuka lapangan kerja baru, dan menarik investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI).

Selain itu, investor asing dapat melihat Indonesia sebagai lokasi produksi yang lebih murah dibanding negara lain.

Meski begitu, industri yang bergantung pada impor seperti energi, pangan impor, serta mesin dan alat berat tetap menghadapi tekanan karena biaya produksi mereka meningkat.

Pemerintah Perlu Jaga Stabilitas Ekonomi

Para ekonom meminta pemerintah segera menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat kredibilitas fiskal, dan memperbaiki struktur ekonomi nasional.

Walaupun fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat, pemerintah tetap perlu mengambil langkah cepat dan kredibel agar tekanan ekonomi global tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi
Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya
OJK Ingatkan Warga Waspadai Hoaks Aplikasi Penghasil Uang
Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya

Berita Terbaru

Ketua DPRD Hutri Randa menghadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh

Senin, 31 Agu 2026 - 17:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, menyerahkan SK pengangkatan PNS Formasi 2024 secara simbolis

SUNGAI PENUH

195 PNS Formasi 2024 Terima SK dari Wali Kota

Senin, 31 Agu 2026 - 14:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi melantik 579 pejabat fungsional ASN, Senin (31/8/2026). Foto Kerinci Satu.

KERINCI

Pelantikan 579 ASN Perkuat Birokrasi Kabupaten Kerinci

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyerahkan penghargaan kepada penerima prestasi di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (31/8/2026).

KERINCI

Wako Alfin Bangga, Sungai Penuh Panen Prestasi Nasional

Senin, 31 Agu 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agu 2026 - 11:00 WIB