Rupiah Melemah Tekan Industri Nasional Masuk Mode Bertahan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rupiah dan dolar AS yang mencerminkan tekanan nilai tukar terhadap perekonomian dan industri nasional.(Fhoto : Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Ilustrasi rupiah dan dolar AS yang mencerminkan tekanan nilai tukar terhadap perekonomian dan industri nasional.(Fhoto : Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Jakarta, iNBrita.comAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menekan industri nasional.

Industri Masuk Fase Bertahan

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak lagi sekadar memicu ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), tetapi sudah mendorong industri masuk ke fase bertahan hidup (survival mode).

“Kami menghadapi badai sempurna: pelemahan rupiah, kenaikan harga energi, kenaikan suku bunga, kekurangan arus kas akibat restitusi tertahan, serta tekanan dari konsolidasi operasi regional dan global yang berpotensi mengurangi aktivitas di sejumlah negara (FDI outflow),” ujar Bob kepada Bloomberg Technoz, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa perusahaan kini menekan biaya dan meningkatkan efisiensi secara maksimal untuk bertahan di tengah lonjakan beban usaha. Perusahaan juga terus menyerap kenaikan biaya produksi semaksimal mungkin.

Namun, perusahaan tidak bisa menaikkan harga secara leluasa karena daya beli masyarakat melemah. Jika perusahaan memaksakan kenaikan harga, penjualan akan langsung turun.

“Perusahaan harus meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara lebih radikal agar mampu menahan lonjakan biaya,” tambahnya.

Biaya Produksi Melonjak

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Farhan Aqil, menyampaikan pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa pelemahan rupiah langsung mendorong kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi industri tekstil.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Antam UBS Galeri24 Terbaru

Ia menyebut Mono Ethylene Glycol (MEG) sebagai salah satu bahan baku utama yang masih diimpor dari Arab Saudi. Kenaikan harga minyak dunia juga mendorong lonjakan harga polyester.

Farhan menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dapat mendorong harga bahan baku hingga hampir 40 persen. Pelemahan rupiah kemudian menambah tekanan sekitar 10 persen, sehingga total kenaikan biaya mencapai sekitar 50 persen.

“Ya, kurang lebih sebesar itu jika dikonversi ke rupiah,” ujarnya.

Tekanan Impor dan Rantai Pasok

Ia juga menyoroti derasnya arus impor yang membanjiri pasar domestik. Kondisi ini menekan rantai pasok industri tekstil nasional secara langsung.

“Deindustrialisasi yang terus berlangsung telah memutus rantai pasok industri tekstil. Kebijakan yang membebaskan produk impor masuk langsung ke pasar domestik tanpa proses pengolahan juga memperparah tekanan. Pelemahan rupiah saat ini menjadi salah satu dampak jangka panjang dari kondisi tersebut,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah segera mengintervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelaku industri, menurutnya, sangat membutuhkan kepastian kurs.

Baca Juga :  Upah Minimum dan Tantangan Kesejahteraan Buruh di Jambi

“Meski pelaku usaha bertransaksi domestik menggunakan rupiah, mereka masih mengacu pada dolar dalam sistem pembayaran,” katanya.

Rupiah Tertekan di Pasar Global

Pergerakan rupiah di pasar luar negeri terus melemah dan sempat mendekati Rp17.900 per dolar AS saat pasar domestik libur Iduladha.

Data Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah sempat menyentuh Rp17.892 per dolar AS pada pukul 23.59 WIB, lalu ditutup di Rp17.886 per dolar AS atau melemah 0,25 persen.

Pada Kamis (28/5/2026), rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) bergerak dari posisi stagnan menjadi menguat tipis 0,22 persen ke Rp17.846 per dolar AS pada pukul 06.02 WIB.

Pada penutupan perdagangan sebelum libur Iduladha, Selasa (26/5/2026), rupiah menyentuh Rp17.789 per dolar AS dan mencatat level terlemah sepanjang sejarah.

Sepanjang hari itu, rupiah terus mencetak rekor terendah baru. Rupiah dibuka di Rp17.749 per dolar AS, kemudian melemah ke Rp17.786 pada pukul 10.02 WIB, dan kembali turun ke Rp17.794 pada pukul 14.04 WIB.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi
Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya
OJK Ingatkan Warga Waspadai Hoaks Aplikasi Penghasil Uang
Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB