Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Rp 2,71 Juta per Gram
Jakarta, iNBrita.com – Harga emas produksi Galeri24, Antam, dan UBS kembali turun di Pegadaian pada Sabtu (29/8/2026). Dari tiga produk tersebut, hanya harga emas Antam yang masih bertahan di level Rp 2,71 juta per gram.
Mengutip laman Pegadaian yang dipantau pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 11.54 WIB, harga emas Galeri24 berada di level Rp 2.611.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam mencapai Rp 2.711.000 per gram.
Adapun harga emas UBS berada di level Rp 2.654.000 per gram.
Ketiga harga emas tersebut kembali turun jika dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya. Pada Jumat, 28 Agustus 2026, Pegadaian menjual emas Galeri24 seharga Rp 2.657.000 per gram.
Pada hari yang sama, harga emas Antam berada di level Rp 2.759.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS mencapai Rp 2.729.000 per gram.
Pegadaian dapat mengubah harga emas sewaktu-waktu karena harga logam mulia bergerak fluktuatif.
Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia mulai 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun emas Antam tersedia hingga ukuran 100 gram.
Rincian Harga Emas Galeri24
Berikut daftar harga emas Galeri24 di Pegadaian pada Sabtu, 29 Agustus 2026:
- 0,5 gram: Rp 1.369.000
- 1 gram: Rp 2.611.000
- 2 gram: Rp 5.158.000
- 5 gram: Rp 12.799.000
- 10 gram: Rp 25.531.000
- 25 gram: Rp 63.483.000
- 50 gram: Rp 126.866.000
- 100 gram: Rp 253.607.000
- 250 gram: Rp 632.460.000
- 500 gram: Rp 1.264.918.000
- 1.000 gram: Rp 2.529.834.000
Rincian Harga Emas Antam
Berikut daftar harga emas Antam di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp 1.406.000
- 1 gram: Rp 2.711.000
- 2 gram: Rp 5.360.000
- 3 gram: Rp 8.014.000
- 5 gram: Rp 13.321.000
- 10 gram: Rp 26.588.000
- 25 gram: Rp 66.343.000
- 50 gram: Rp 132.605.000
- 100 gram: Rp 265.131.000
Rincian Harga Emas UBS
Berikut daftar harga emas UBS di Pegadaian:
- 0,5 gram: Rp 1.434.000
- 1 gram: Rp 2.654.000
- 2 gram: Rp 5.267.000
- 5 gram: Rp 13.015.000
- 10 gram: Rp 25.893.000
- 25 gram: Rp 64.604.000
- 50 gram: Rp 128.942.000
- 100 gram: Rp 257.784.000
- 250 gram: Rp 644.268.000
- 500 gram: Rp 1.287.023.000
Harga Emas Dunia Ikut Melemah
Harga emas dunia juga melemah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026 atau Sabtu pagi waktu Jakarta. Pasar kembali mencermati kebijakan suku bunga Amerika Serikat setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh menyampaikan pandangannya mengenai inflasi.
Mengutip CNBC, Sabtu (29/8/2026), harga emas spot turun 2,75 persen menjadi US$ 4.474,45 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 3 persen menjadi US$ 4.524,10.
Analis independen Tai Wong menilai pernyataan Warsh memberikan tekanan besar terhadap harga emas. Menurutnya, pasar kembali memperkirakan The Fed masih memiliki pekerjaan untuk mengendalikan inflasi.
Pelaku pasar kemudian meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada September. Warsh mengatakan The Fed masih perlu mengambil langkah jika inflasi inti belum kembali menuju target 2 persen.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sinyal kuat mengenai kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga The Fed.
Dolar AS Menguat
Selain kebijakan The Fed, penguatan dolar AS turut menekan harga emas. Nilai tukar dolar AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu pekan.
Penguatan dolar membuat emas yang menggunakan mata uang dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi tersebut dapat mengurangi minat investor terhadap emas.
Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September mencapai 56 persen. Angka itu naik dari 36 persen sebelum Warsh menyampaikan pernyataannya.
Pasar juga memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 80 persen.
Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Harga emas mencapai US$ 4.696,18 per ons pada Selasa.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan sejumlah langkah untuk mendukung obligasi berjangka panjang.
Namun, kenaikan suku bunga biasanya membuat emas kurang menarik bagi investor. Pasalnya, emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
(VVR*)









