Moskow, iNBrita.com – Pasukan militer Rusia menembak jatuh 287 drone Ukraina dalam semalam, jumlah tertinggi sejak perang hampir empat tahun lalu. Serangan drone dari Kyiv memaksa pihak berwenang menutup sementara bandara-bandara di ibu kota Moskow.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan melalui Telegram bahwa pertahanan udara Rusia mencegat dan menembak jatuh semua drone itu. Dari jumlah tersebut, 32 drone mengarah langsung ke Moskow. Dampak serangan ini membuat Rosaviatsia, otoritas penerbangan sipil Rusia, menutup sementara empat bandara di ibu kota, sementara Bandara Pulkovo di St. Petersburg mengalihkan beberapa penerbangan.
Di Ukraina, kepala administrasi militer regional Poltava melaporkan bahwa Rusia menyerang fasilitas energi lokal semalam, memicu kebakaran. CEO Naftogaz, Sergiy Koretsky, memperingatkan pekan lalu bahwa Ukraina mungkin menghadapi musim dingin terberat sejak Rusia memulai serangan pada Februari 2022. Serangan tahun ini lebih awal dan lebih intens, sehingga memperparah dampaknya terhadap pasokan energi dan infrastruktur.
Analisis AFP terhadap statistik Angkatan Udara Ukraina menunjukkan Rusia meluncurkan banyak drone dan rudal ke wilayah Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Ukraina dan sekutunya mendorong rencana untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Para pejabat Ukraina menyatakan pada Rabu (10/12) bahwa mereka mengajukan proposal yang diperbarui ke Amerika Serikat (AS).
Serangan drone Rusia dan Ukraina menjadi sorotan utama menjelang musim dingin, karena meningkatkan risiko gangguan energi dan transportasi. Sementara itu, negara-negara sekutu Ukraina terus memberikan dukungan militer dan diplomatik. Para analis memperingatkan bahwa eskalasi serangan drone dapat terus mempengaruhi kehidupan sipil dan infrastruktur vital di kedua negara.
Peristiwa terbaru ini menegaskan intensitas konflik dan pentingnya sistem pertahanan udara bagi Moskow, sekaligus menunjukkan kemampuan Ukraina mempertahankan serangan balik dengan drone. Para pejabat di kedua negara terus memantau situasi untuk mengantisipasi serangan berikutnya.
(VVR*)














