Jakarta, iNBrita.com – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering menganggap sepele ngemil gorengan. Dalam konten Instagram Reels Budi Gemar Sharing (BGS), ia mengingatkan bahwa satu gorengan saja bisa mengandung 100–150 kalori, namun tidak cukup untuk membuat kenyang.
“Kelihatannya kecil, tapi kalorinya tinggi banget,” ujar Budi pada Kamis (29/1/2026). Menurutnya, meskipun porsinya tampak ringan, konsumsi gorengan yang berulang bisa menambah asupan kalori signifikan.
Budi mengaku pribadi pernah gemar menyantap berbagai gorengan, seperti tempe goreng, bakwan, dan tahu isi. Masalahnya, jarang ada orang yang berhenti di satu biji. Rata-rata, orang bisa menghabiskan tiga hingga empat gorengan dalam sekali makan. Jika ditotal, konsumsi ini setara dengan 300 hingga 450 kalori.
Bagi seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram, Budi menjelaskan bahwa mereka harus membakar kalori tersebut dengan lari sejauh lima kilometer atau sekitar 25 menit di treadmill. ‘Yang suka ngeluh berat badan naik, periksa lagi kebiasaan makannya,’ ujarnya sambil berada di atas treadmill.
Selain memberi peringatan tentang kalori, Budi juga menekankan pentingnya pola makan sehat dan seimbang. Menurutnya, menu harian ideal harus mengandung karbohidrat kompleks, protein yang cukup, dan serat tinggi.
Menkes menambahkan, membiasakan diri dengan pola makan sehat dapat mencegah kenaikan berat badan berlebih serta berbagai risiko penyakit metabolik. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar terhadap ukuran porsi dan frekuensi konsumsi gorengan, sekaligus meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.
Peringatan Budi ini hadir di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan gizi seimbang. Di sisi lain, gorengan tetap menjadi camilan favorit bagi banyak orang, sehingga edukasi mengenai kandungan kalori dan dampak kesehatannya dianggap penting untuk mendorong perubahan perilaku makan yang lebih bijak.
(vvr)














