Sejarah Rias Wajah Perempuan dalam Dinasti China

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Florasis
Terfokus pada ragam bentuk alis

Foto: Florasis Terfokus pada ragam bentuk alis

Evolusi Rias Wajah Perempuan China: Dari Simbol Status hingga Ekspresi Identitas

Jakarta, iNBrita.com — Perjalanan tata rias perempuan di China berkembang mengikuti perubahan struktur sosial, kemajuan teknologi material, serta dinamika politik dan budaya. Sejak masa awal peradaban, praktik memperindah diri tidak sekadar bertujuan estetis, melainkan juga menjadi sarana menunjukkan identitas dan kedudukan sosial. Dengan demikian, wajah menjadi medium ekspresi yang mencerminkan karakter suatu zaman.

Pada fase paling awal, tradisi Tiongkok kuno menempatkan alis sebagai elemen utama estetika. Alih-alih menonjolkan mata, masyarakat justru memusatkan perhatian pada lengkung dan bentuk garis alis. Setiap periode menghadirkan model berbeda dengan sebutan khasnya. Di lingkungan istana, proses membentuk alis bahkan menjadi tahap paling menyita waktu.

Awal Sistem Kosmetik: Dinasti Zhou

Memasuki era Dinasti Zhou, praktik kecantikan mulai tersusun lebih sistematis. Pilihan warna memang masih terbatas pada hitam dan putih. Kendati demikian, masyarakat telah meracik beragam produk perawatan dari bahan alami.

Mereka mengenal istilah “Zhi” (脂), yakni olahan lemak hewan dan minyak biji tanaman untuk kebutuhan perawatan kulit. Lip zhi berfungsi sebagai pewarna bibir, sedangkan face zhi membantu menjaga kelembapan permukaan wajah.

Pendekatan berbasis material organik ini menunjukkan pemahaman awal mengenai perawatan diri. Selain itu, standar keindahan pada masa tersebut menekankan kesan bersih dan tertata rapi.

Inovasi dan Kompleksitas: Dinasti Qin dan Dinasti Han

Perkembangan signifikan muncul pada periode Qin dan Han. Para perajin berhasil memproduksi bedak dari campuran timbal serta timah melalui proses kimia.

Perbedaan kelas sosial turut menentukan pilihan bahan. Kelompok masyarakat biasa memanfaatkan beras yang digiling halus sebagai alas wajah karena relatif lebih aman. Sebaliknya, kalangan bangsawan memilih bedak berbasis timbal demi efek cerah maksimal meski berisiko bagi kesehatan. Seiring waktu, tahapan aplikasi menjadi semakin terstruktur.

Eksplorasi Artistik: Era Wei, Jin, dan Selatan–Utara

Memasuki era Wei, Jin, serta Dinasti Selatan dan Utara, variasi visual kian beragam. Wajah pucat tanpa sapuan pipi populer di kalangan istana. Hiasan kecil bernama Huadian ditempatkan di antara alis dengan motif bunga, burung, atau simbol lain. Selain itu, pigmen kuning menghiasi bagian dahi sebagai ornamen tambahan.

Ragam dekorasi ini memperlihatkan semakin luasnya kebebasan berekspresi dalam estetika wajah.

Puncak Kemewahan: Dinasti Tang

Perubahan paling mencolok terjadi pada masa Dinasti Tang. Pada periode ini, kemewahan menggantikan kesederhanaan. Pertumbuhan ekonomi serta interaksi lintas budaya mendorong eksplorasi warna yang lebih berani.

Merah menjadi warna dominan dan tampil dalam intensitas tinggi. Drama Tiongkok Flourished Peony menghadirkan gambaran visual gaya tersebut secara jelas.

Secara umum, tata rias mengikuti tujuh tahapan: mengaplikasikan bedak dasar, menambahkan perona pipi, membentuk alis, menempelkan Huadian di dahi, menghias sudut mulut dengan Mianye, melukis Xiehong berbentuk bulan sabit di pelipis, lalu memberi warna pada bibir.

Sapuan merah tidak hanya muncul di pipi, tetapi juga pada dahi, kelopak mata, hingga dagu sehingga menciptakan kesan megah. Menjelang akhir periode, muncul gaya Shishi (时世妆) dengan alis tajam, rona pipi sangat pekat, serta bibir berwarna gelap yang menghasilkan kontras dramatis.

Kesederhanaan Elegan: Dinasti Song

Setelah era gemerlap Tang, selera estetika bergeser ke arah yang lebih lembut pada masa Dinasti Song. Kalangan bangsawan menambahkan mutiara sebagai elemen dekoratif, menciptakan kesan anggun tanpa berlebihan.

Natural Modern Awal: Dinasti Ming

Pada periode Ming, tampilan semakin mendekati konsep modern. Gaya “light makeup without makeup” menjadi acuan. Kulit tampak cerah alami dengan sapuan warna secukupnya untuk memberi kesan sehat. Pewarna bibir pun cenderung menyerupai rona asli sehingga tampilan terlihat segar.

Penutup Tradisi Lama: Dinasti Qing

Memasuki era Qing, pendekatan sederhana tetap dipertahankan. Standar kecantikan menonjolkan lengkung alis, mata ramping, serta bibir tipis dengan lapisan bedak ringan.

Dua gaya pewarnaan bibir berkembang saat itu: pertama, warna penuh pada bibir atas dengan sentuhan kecil di bagian tengah bawah; kedua, sapuan warna di tengah atas dan bawah yang menyerupai kelopak bunga. Masuknya pengaruh Barat pada awal Republik China kemudian menghadirkan perspektif baru mengenai standar kecantikan.

Secara keseluruhan, evolusi tata rias di China memperlihatkan bahwa wajah selalu menjadi kanvas budaya. Setiap perubahan teknik, warna, dan gaya merefleksikan nilai sosial serta kondisi zamannya.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita Menangis di Gunung Prau, Orang Tua Tuai Kecaman
Misteri Tombak Pusaka Kerinci, Jejak Rajo Cayo Terungkap
Paket Wisata Malaysia 2027: Harga, Hotel, dan Tiket
Bencana Banjir Agam, 30 Wisatawan Berhasil Diselamatkan
Bunga Tabebuya Bermekaran, Destinasi Wisata Gratis di Jakarta
Banjir Bangkok Parah, Puluhan Ribu Warga Terdampak
Biaya Wisata Venesia Naik, Tiket Harian Capai Rp1 Juta
Bromo Kembali Dibuka, Cek Tiket dan Aturan Wisata Terbaru
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Balita Menangis di Gunung Prau, Orang Tua Tuai Kecaman

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Misteri Tombak Pusaka Kerinci, Jejak Rajo Cayo Terungkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Paket Wisata Malaysia 2027: Harga, Hotel, dan Tiket

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Bencana Banjir Agam, 30 Wisatawan Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Bunga Tabebuya Bermekaran, Destinasi Wisata Gratis di Jakarta

Berita Terbaru

Bola ubi isi cokelat dan getuk ubi keju, camilan praktis yang lezat. ( Foto AI INBRITA)

Kuliner

Resep Camilan Ubi Kukus Praktis Tanpa Oven

Jumat, 23 Okt 2026 - 05:00 WIB

Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M., Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi.

Nasional

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:00 WIB

Ilustrasi peringatan vitamin anak palsu yang beredar online.(Foto AI INBRITA)

Kesehatan

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Jumat, 23 Okt 2026 - 02:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna. (istimewa)

Uncategorized

Prabowo Dorong Pemerataan Kekayaan Ekonomi Indonesia

Jumat, 23 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi Puppy Merge, game penghasil uang dengan klaim saldo DANA.

Teknologi

Puppy Merge Game Penghasil Uang, Benarkah Saldo DANA Cair?

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:00 WIB