Jakarta, iNBrita.com — Di tengah melonjaknya harga sewa hunian, sebuah rumah susun sewa (rusunawa) di Sumatera Utara justru menyita perhatian publik. Rusunawa tersebut menawarkan tarif sewa yang sangat terjangkau, hanya Rp 60.000 per bulan atau setara Rp 2.000 per hari.
Kehidupan di rusun ini menjadi viral di media sosial, khususnya TikTok, melalui unggahan seorang penghuni bernama Agtriza Rizki Harahap. Lewat akun @atriharahap, ia rutin membagikan aktivitas kesehariannya sekaligus memperlihatkan betapa murahnya biaya hidup di rusun tersebut.
Lokasi dan Kondisi Bangunan
Rusunawa I Tebing Tinggi berlokasi di Jalan Syech Beringin, Kelurahan Tebing Tinggi, Sumatera Utara.Pemerintah daerah mengelola langsung bangunan lima lantai ini sejak dibangun sekitar tahun 2010. Di setiap lantai, pengelola menyediakan 24 unit hunian yang masing-masing ditempati oleh satu kepala keluarga. Pengelola juga membagi rusun ini ke dalam dua blok, yakni Blok A dan Blok B, serta tidak memfungsikan lantai dasar sebagai tempat tinggal.
Tarif Sewa Berbeda di Setiap Lantai
Pengelola menerapkan tarif sewa yang berbeda berdasarkan lantai. Lantai dua menjadi unit dengan biaya tertinggi sebesar Rp 105.000 per bulan. Pengelola menetapkan tarif sewa sebesar Rp 90.000 per bulan untuk penghuni lantai tiga, Rp 75.000 per bulan untuk lantai empat, dan Rp 60.000 per bulan untuk lantai lima sebagai tarif termurah.
Atri memilih tinggal di lantai lima karena biayanya paling rendah. Ia telah menempati unit tersebut selama kurang lebih 10 tahun dan mengaku merasa nyaman, meskipun luas unit hanya sekitar 24 meter persegi.
Riwayat Kenaikan Tarif
Pada awal pengoperasian, tarif sewa rusun ini terbilang sangat murah, yakni Rp 1.000 per hari. Seiring waktu, tarif tersebut naik menjadi Rp 1.500 per hari.
Pada tahun 2024, pemerintah daerah kembali menyesuaikan tarif sewa menjadi Rp 2.000 per hari. Meski mengalami kenaikan, biaya tersebut tetap jauh lebih murah dibandingkan harga sewa hunian pada umumnya.
Biaya Tambahan Tetap Ringan
Selain uang sewa, penghuni hanya perlu membayar biaya air dan listrik. Biaya air berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per bulan. Untuk listrik, Atri menggunakan sistem token dengan pengeluaran sekitar Rp 200.000 per bulan.
Menariknya, pengelola tidak membebankan biaya tambahan seperti iuran keamanan, kebersihan, maupun parkir. Dengan skema tersebut, Atri hanya mengeluarkan sekitar Rp 285.000 per bulan untuk biaya tempat tinggal.
(vvr)














