Kerinci, iNBrita.com
Suhu udara di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh terasa lebih dingin pada awal Oktober ini. Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci mencatat suhu minimum 17,5°C pada 3 dan 4 Oktober 2025.
Kepala Stasiun BMKG Kerinci, Kurnia Ningsih, menjelaskan bahwa kondisi ini wajar terjadi saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, bahwa suhu dingin tersebut masih dalam batas normal dan tidak berbahaya bagi masyarakat.
Kurnia menjelaskan bahwa Monsoon Dingin Australia masih cukup kuat memengaruhi wilayah Indonesia. Tekanan udara yang tinggi di Benua Australia mendorong massa udara dingin dan kering menuju Asia. Udara ini melewati perairan Indonesia dan membuat suhu di wilayah selatan khatulistiwa, termasuk Kerinci dan Sungai Penuh, terasa lebih sejuk.
Kondisi langit yang cerah pada malam hari juga mempercepat pendinginan. Panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari cepat terlepas ke atmosfer. Karena itu, udara di malam dan dini hari menjadi lebih dingin. Angin yang bertiup cukup kencang turut memperkuat rasa dingin tersebut.
“Masyarakat tidak perlu panik menghadapi penurunan suhu ini. Tetap jaga kesehatan dan stamina, terutama pada malam hingga dini hari,” ujar Kurnia Ningsih.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca terkini melalui akun Instagram @bmkgkerinci atau aplikasi InfoBMKG di perangkat iOS dan Android.
(ES)














