Kerinci, iNBrita.com — Bupati Kerinci Monadi bersama Wakil Bupati H. Murison menghadiri dan memberikan dukungan langsung pada Festival Panen Rayo Kopi Robusta Tamiai di Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Sabtu (23/5/2026). Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong penguatan sektor perkebunan kopi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, panitia dan masyarakat menggelar festival tersebut secara meriah dengan melibatkan berbagai unsur. Kelompok tani kopi, tokoh masyarakat Desa Tamiai, dan organisasi perempuan daerah turut memeriahkan kegiatan. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jambi mengirimkan perwakilan melalui Kadis Kominfo Provinsi Ariansyah yang hadir langsung untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan kopi lokal unggulan.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Lembaga Pendukung
Kemudian, Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci dan Ketua GOW Kabupaten Kerinci ikut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sektor kopi daerah. Dengan demikian, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat menunjukkan sinergi yang kuat dalam mengembangkan potensi kopi Kerinci.
Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa masyarakat Kerinci menjadikan kopi bukan hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai identitas daerah. Ia menyampaikan bahwa petani Kerinci menghasilkan kopi berkualitas tinggi yang sudah dikenal luas dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, masyarakat harus menjaga dan mengembangkan komoditas ini karena menjadi identitas daerah,” ujar Monadi.
Dorongan Bupati Kerinci Pengembangan dan Ekspansi Pasar
Selanjutnya, Monadi mendorong para petani untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran kopi Kerinci. Ia juga menargetkan agar kopi Kerinci dapat semakin dikenal di pasar global. “Melalui kegiatan ini, kami mendorong semangat petani agar terus meningkat dan kopi Kerinci semakin mendunia,” tambahnya.
Selain itu, penyelenggara festival juga memanfaatkan kegiatan ini sebagai ajang promosi dan silaturahmi antara pemerintah daerah dan petani. Mereka memperkenalkan kopi robusta unggulan Tamiai kepada pengunjung sebagai salah satu produk potensial daerah.
Penguatan Ekonomi Berbasis Perkebunan Kopi
Akhirnya, pemerintah daerah bersama masyarakat terus mengembangkan sektor perkebunan kopi sebagai penopang ekonomi lokal. Dengan kerja sama yang kuat, mereka menargetkan kopi Kerinci mampu bersaing di pasar global sebagai komoditas unggulan daerah.
(eny)









