Penemuan Rafflesia Hasseltii Dorong Pelestarian Flora

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar - Bunga Rafflesia Hasseltii Suringar mekar di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong. ANTARA/HO.

Tangkapan layar - Bunga Rafflesia Hasseltii Suringar mekar di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong. ANTARA/HO.

Jakarta, iNBrita.com – Penemuan bunga langka Rafflesia hasseltii di Sumatera Utara langsung menarik perhatian publik. Video seorang relawan yang menangis haru saat melihat bunga itu mekar viral di media sosial dan membuat masyarakat kembali menyoroti pentingnya pelestarian flora Indonesia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa temuan tersebut memiliki nilai besar bagi dunia sains. Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Joko Ridho Witono, menyatakan bahwa penemuan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jenis Rafflesia terbanyak di dunia.

“Indonesia memiliki 16 jenis Rafflesia. Tim kami sudah mengumpulkan 13 sampel untuk analisis DNA,” kata Joko, Senin (24/11/2025).

Tim BRIN melakukan survei di Bengkulu dan Sumatera Barat. Dalam kegiatan itu, tim menemukan Rafflesia hasseltii mekar di Sijunjung, Sumatera Barat, tepatnya di hutan yang warga kelola melalui Lembaga Pengelola Hutan Nagari. Lokasi ini berada di luar kawasan konservasi.

Karena kondisi tersebut, Joko mengingatkan perlunya pelestarian yang melibatkan penduduk setempat. Banyak individu Rafflesia tumbuh di kebun kopi, perkebunan sawit, dan lahan pribadi, sehingga aktivitas manusia bisa langsung memengaruhi keberadaannya.

BRIN mendorong komunitas lokal untuk menjaga habitat Rafflesia. Upaya ini tidak hanya membantu tim riset memperoleh informasi penting, tetapi juga mencegah kerusakan lingkungan akibat aktivitas sehari-hari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek The First Regional Pan-Phylogeny for Rafflesia. BRIN bekerja sama dengan Universitas Bengkulu dan Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, serta mendapat dukungan lembaga riset internasional.

Untuk pertama kalinya, tim menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan gen Rafflesia secara lengkap. Teknik ini membuka peluang bagi peneliti untuk mengidentifikasi kemungkinan jenis baru.

Karena Rafflesia hanya mekar dalam waktu singkat dan banyak tumbuh di lokasi terpencil, tim riset mengandalkan informasi dari warga sekitar agar proses pengumpulan data berjalan efektif.

“Sebagai otoritas ilmiah, BRIN berkewajiban memberi dasar riset untuk mendukung kebijakan konservasi,” tegas Joko.

Setelah menyelesaikan kegiatan riset, BRIN akan merumuskan naskah kebijakan nasional sebagai panduan pelestarian Rafflesia. BRIN juga memastikan seluruh materi genetik tetap berada di Indonesia dan memprosesnya sesuai izin resmi.

Temuan ini membuka peluang besar bagi Indonesia. Selain menambah wawasan ilmiah, kegiatan riset tersebut memberi kesempatan bagi Indonesia untuk berkembang menjadi pusat studi dan konservasi Rafflesia di tingkat global. BRIN berharap kolaborasi berkelanjutan mampu menjaga kelestarian bunga langka ini.

(ES*)L

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang
Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
AMP Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu
Guru PPPK Jadi PNS, Ini Syarat dan Mekanismenya
Mendagri Ungkap Empat Faktor Pendorong Ekonomi Daerah
BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Indonesia
Abu Anak Krakatau Menyebar, Penerbangan Perlu Waspada
Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:00 WIB

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang

Senin, 14 September 2026 - 18:00 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Jumat, 11 September 2026 - 17:00 WIB

AMP Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Jumat, 11 September 2026 - 12:00 WIB

Guru PPPK Jadi PNS, Ini Syarat dan Mekanismenya

Rabu, 9 September 2026 - 20:00 WIB

Mendagri Ungkap Empat Faktor Pendorong Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Wali Kota Alfin saat menyampaikan Raperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

Alfin Sampaikan Perubahan APBD 2026 Sesuai Kebutuhan Daerah

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Fed

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Petugas Polres Kerinci bersama warga memadamkan karhutla di Desa Semerap.

KERINCI

Sinergi Polres Kerinci dan Warga Padamkan Karhutla Semerap

Rabu, 16 Sep 2026 - 13:00 WIB

Sri Kartini Alfin menghadiri pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh di Sungai Penuh.  (15/9/2026)

SUNGAI PENUH

Sri Kartini Alfin Ajak Lansia Hidup Sehat Produktif

Rabu, 16 Sep 2026 - 12:00 WIB

Harga emas Antam menguat Rp1.000 menjadi Rp2.593.000 per gram pada Rabu, 16 September 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp1.000

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:00 WIB