Siklon Senyar Picu Banjir dan Longsor di Sumatra

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga melintasi jalan permukiman yang terendam banjir tinggi saat proses evakuasi.

Sejumlah warga melintasi jalan permukiman yang terendam banjir tinggi saat proses evakuasi.

Jakarta, iNBrita.comSiklon Tropis Senyar yang muncul di atas Pulau Sumatra, terutama di wilayah Aceh dan Sumatra Utara (Sumut), langsung memicu hujan sangat lebat hingga ekstrem. Dampaknya, banjir dan longsor terjadi di dua provinsi paling utara tersebut. Badai ini berasal dari Bibit Siklon Tropis 95B yang tumbuh di perairan sempit dan dangkal Selat Malaka.

Kemunculan Senyar membuka babak baru dinamika cuaca ekstrem di Benua Maritim Nusantara (BMN). Wilayah yang selama ini dianggap mustahil menjadi tempat lahirnya badai tropis, seperti Selat Malaka, kini justru mampu memproduksinya.

“Dalam catatan meteorologi, hanya sedikit badai yang bisa terbentuk di wilayah sempit dekat ekuator. Kasus terakhir terjadi pada Tropical Storm Vamei (2001) di Laut Natuna,” kata Klimatolog BMKG Deni Septiadi.

Deni menjelaskan bahwa Senyar mencapai status badai tropis dengan kecepatan angin 70–80 km/jam dan tekanan pusat 998–1000 mb. Struktur konveksinya yang simetris, inti pusarannya yang tertutup, dan pusat tekanannya yang jelas membuat Senyar memenuhi seluruh kriteria siklon tropis, meskipun ukurannya lebih kecil dibanding badai di Samudra Hindia.

Baca Juga :  Ledakan Tambang Shanxi Tewaskan 90 Pekerja di China

Fenomena Langka

Badai tropis di sekitar Indonesia umumnya muncul ketika Monsun Asia melemah. Pada kondisi itu, shear angin lebih kecil, sirkulasi lebih teratur, dan pemusatan massa udara lebih mudah terbentuk.

Menurut Deni, teori dinamika atmosfer (Holton) menjelaskan bahwa angin barat yang datang dari Samudra Hindia masuk ke Selat Malaka. Ketika aliran itu terjepit topografi, kecepatannya menurun drastis dan menciptakan konvergensi kuat.

“Angin baratan dari Samudra Hindia masuk ke Selat Malaka yang sempit sehingga kecepatannya turun secara drastis,” ujarnya.

Konvergensi tersebut meningkatkan vortisitas atau putaran angin. Efek Coriolis di lintang 5–8 derajat LU, suhu muka laut hangat, kelembapan tinggi, serta pelepasan panas laten kemudian memperkuat pusaran hingga berkembang menjadi badai. Secara sederhana, angin monsun yang tertahan di celah sempit Selat Malaka terdorong untuk berputar dan membentuk badai.

Baca Juga :  Awas! Tiga Aplikasi Berbahaya di Smartphone Ancam Privasi Kamu

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof. Dr. Erma Yulihastin, juga menegaskan bahwa Siklon Tropis Senyar merupakan fenomena langka. Wilayah dekat khatulistiwa seperti Indonesia hampir tidak pernah memproduksi badai tropis.

Secara astronomis, Kota Langsa di Aceh berada pada lintang 4,5 derajat LU. Kondisi ini menjadikan Senyar sebagai badai tropis kedua setelah Vamei pada 2001 yang membantah anggapan bahwa badai tropis tidak mungkin terbentuk dekat ekuator.

Siklon Tropis Senyar menjadi pengingat bahwa era cuaca ekstrem telah tiba di kawasan tropis. Indonesia, yang selama ini dianggap aman dari badai tropis, kini harus meningkatkan kewaspadaan karena dinamika atmosfer semakin kompleks.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yamaha Gear Ultima 2026 Tampil Baru Fitur Lengkap
Penjualan Mobil Suzuki April 2026 Naik Signifikan Tajam
SIM Digital Hadir Pengendara Nikmati Layanan Serba Online
Suzuki Landy Hybrid Jepang Delapan Kursi Resmi Meluncur
Peralihan Mobil Listrik di AS Semakin Kuat
Honda Super One EV Sudah Bisa Dipesan
iPhone Ultra Lipat Punya Fitur Super Mewah
Chery Q Mobil Listrik Premium Harga Terbaik Indonesia
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Yamaha Gear Ultima 2026 Tampil Baru Fitur Lengkap

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:00 WIB

Penjualan Mobil Suzuki April 2026 Naik Signifikan Tajam

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:00 WIB

SIM Digital Hadir Pengendara Nikmati Layanan Serba Online

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:00 WIB

Suzuki Landy Hybrid Jepang Delapan Kursi Resmi Meluncur

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:00 WIB

Peralihan Mobil Listrik di AS Semakin Kuat

Berita Terbaru

Yamaha Gear Ultima 2026 hadir dengan tampilan segar, fitur modern, dan tiga varian berbeda untuk menunjang mobilitas harian.( Foto : YIMM )

Teknologi

Yamaha Gear Ultima 2026 Tampil Baru Fitur Lengkap

Selasa, 2 Jun 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi beruang (Foto: (iStock))

Internasional

Beruang Mengamuk di Fukushima Empat Warga Terluka Parah

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi/Foto: Freepik/macrovector

Nasional

Jumlah Bank Indonesia Anjlok Dalam Tiga Dekade

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:00 WIB

Budidaya belut menggunakan karung bekas dengan media lumpur dan jerami yang cocok untuk pemula.( Foto :  ChatGPT )

Pendidikan

Ternak Belut Karung Modal Kecil Untung Besar

Selasa, 2 Jun 2026 - 19:00 WIB

Penjualan mobil Suzuki pada April 2026 mengalami lonjakan signifikan berkat tingginya permintaan kendaraan niaga dan model hybrid.( Foto : Ricardo)

Teknologi

Penjualan Mobil Suzuki April 2026 Naik Signifikan Tajam

Selasa, 2 Jun 2026 - 18:00 WIB