Jakarta, iNBrita.com – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memastikan empat gajah yang membantu pemulihan pascabencana di Pidie Jaya, Aceh, berada dalam kondisi sehat dan aman.
Melalui unggahan Instagram @bksda_aceh, BKSDA Aceh menyampaikan bahwa pihaknya telah membawa kembali keempat gajah tersebut ke Pusat Latihan Gajah Saree setelah menyelesaikan tugas.
Tim dokter hewan memeriksa kondisi gajah-gajah itu dan memastikan tidak ada luka, lecet, maupun cedera pada telapak kaki akibat aktivitas evakuasi.
Kritik Publik Terhadap Pelibatan Gajah
Pelibatan gajah bernama Midok, Abu, Aziz, dan Nonik memicu kritik dari berbagai kalangan masyarakat. Sejumlah pihak menilai penggunaan gajah dalam proses evakuasi tidak tepat karena gajah merupakan satwa dilindungi dan bukan alat berat.
DPR Nilai Bertentangan dengan Prinsip Konservasi
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan, menyampaikan kritik tegas terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai penggunaan gajah untuk membersihkan puing kayu pascabencana berisiko membahayakan keselamatan satwa dan melanggar prinsip konservasi.
Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan alat berat tidak dapat menjadi alasan untuk melibatkan gajah dalam pekerjaan berat.
BKSDA Klaim Lakukan Survei dan Pengamanan
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei lokasi sebelum menurunkan gajah ke area terdampak bencana. Tim menilai aksesibilitas, keamanan, dan kebutuhan operasional guna memastikan gajah tetap aman dan tidak mengalami stres.
Alasan Kemanusiaan Jadi Pertimbangan
Ujang menegaskan bahwa BKSDA Aceh memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
Ia menyebut pembersihan material pascabencana sebagai salah satu bentuk dukungan nyata kepada warga terdampak.
(VVR*)











