Home / Internasional

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:38 WIB

Thailand Berlakukan Jam Malam Usai Bentrok Kamboja

Orang-orang berkumpul di sekitar api unggun di dekat tenda-tenda pada malam hari di kawasan perkemahan, di tengah kondisi keamanan yang meningkat.

Orang-orang berkumpul di sekitar api unggun di dekat tenda-tenda pada malam hari di kawasan perkemahan, di tengah kondisi keamanan yang meningkat.

Jakarta, iNBrita.comThailand memberlakukan jam malam di Provinsi Trat, wilayah tenggara negara itu, setelah pertempuran dengan Kamboja meluas hingga daerah pesisir perbatasan yang disengketakan. Pemerintah Thailand mengumumkan kebijakan tersebut pada Minggu (14/12/2025).

Sepanjang tahun ini, Thailand dan Kamboja beberapa kali terlibat kontak senjata. Ketegangan meningkat sejak bentrokan pada Mei lalu yang menewaskan seorang tentara Kamboja.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Laksamana Muda Surasant Kongsiri, menyatakan bahwa bentrokan terus terjadi meski Kamboja kembali menyatakan kesiapan untuk gencatan senjata pada Sabtu. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers di Bangkok saat mengumumkan kebijakan jam malam.

Baca juga :   Pasangan Pakistan Ditangkap Selundupkan 159 Kapsul Narkoba

Thailand menyatakan kesiapan untuk menempuh jalur diplomatik. Namun, pemerintah Thailand menegaskan bahwa Kamboja harus menghentikan serangan terlebih dahulu sebelum perundingan dapat dimulai.

Pada Sabtu (13/12), militer Thailand menghancurkan sebuah jembatan yang digunakan pasukan Kamboja untuk mengirim senjata berat dan peralatan militer. Thailand juga melancarkan operasi yang menargetkan artileri Kamboja di Provinsi Koh Kong, wilayah pesisir Kamboja.

Pemerintah Thailand menerapkan jam malam di lima distrik Provinsi Trat yang berbatasan langsung dengan Koh Kong. Kebijakan tersebut tidak mencakup pulau wisata Koh Chang dan Koh Kood. Sebelumnya, militer Thailand juga memberlakukan jam malam di Provinsi Sakeo bagian timur, dan aturan itu masih berlaku.

Baca juga :   Badan POM Loka Pengawas Obat dan Makanan Sungai Penuh Lakukan Penertiban Kosmetik Ilegal

Sejak Senin, pasukan Thailand dan Kamboja saling menembakkan senjata berat di sejumlah titik sepanjang perbatasan sepanjang 817 kilometer. Bentrokan ini menjadi yang paling sengit sejak konflik lima hari pada Juli lalu, yang berakhir setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Malaysia memediasi kedua negara.

Donald Trump menyatakan bahwa ia telah berbicara dengan Perdana Menteri sementara Thailand, Anutin Charnvirakul, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, pada Jumat. Menurut Trump, kedua pemimpin tersebut sepakat untuk menghentikan seluruh aksi penembakan.

(VVR*)

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Personel militer Nigeria berpatroli di area serangan militan.

Internasional

Puluhan Siswa Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria
Hun Sen, mantan PM Kamboja, memimpin respons pasukan terhadap bentrokan perbatasan dengan Thailand.

Internasional

Bentrokan Perbatasan Kembali, Kamboja Balas Setelah 24 Jam
John Herdman resmi menjadi kepala pelatih baru Tim Nasional Putra Indonesia

Internasional

John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat bertanding di BATC 2026

Internasional

Rian Rahmat Melesat di Ranking BWF 2026
Pembalap Formula 1 melaju kencang di Sirkuit Yas Marina selama GP Abu Dhabi 2025

Internasional

Formula 1 Abu Dhabi Tentukan Juara Dunia 2025

Internasional

Gunung Es A23a Hancur Jadi Ribuan Pecahan
Jalanan New York tertutup salju tebal akibat badai salju besar

Internasional

Badai Salju Ekstrem Membuat New York Lumpuh Total
Tentara Israel menjalani operasi militer di Jalur Gaza.

Internasional

Trauma Perang Gaza Dorong Bunuh Diri Tentara Israel