Hutan Tropis Pulih Alami, Bantu Redam Pemanasan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi deforestasi. Foto: Reuters/Ueslei Marcelino

Ilustrasi deforestasi. Foto: Reuters/Ueslei Marcelino

jakarta, iNBrita.com — Alam memiliki kemampuan luar biasa untuk memulihkan hutan secara alami. Sekitar 530 juta hektar lahan hutan  tropis bekas hutan dapat tumbuh kembali jika manusia memberi ruang dan perlindungan. Hutan-hutan ini mampu menyerap hingga 23,4 gigaton karbon dalam 30 tahun. Selain itu, keanekaragaman hayati meningkat, kualitas air membaik, dan iklim lokal menjadi lebih stabil. Dengan kata lain, alam dapat menjadi solusi hijau yang efisien untuk krisis iklim.

Lebih Murah dan Efektif

Solusi alami ini juga lebih hemat dibanding menanam pohon secara aktif. Biayanya hanya USD 5 per acre, jauh lebih rendah dibanding biaya penanaman pohon yang bisa mencapai USD 10.000 per acre. Hutan yang tumbuh sendiri lebih beragam dan tahan lama. Brooke Williams dari Queensland University of Technology menekankan bahwa tindakan sederhana seperti membatasi kebakaran, mengendalikan spesies invasif, dan menjaga ternak dari lahan dapat mempercepat pemulihan alami. Dengan pendekatan ini, negara dapat mencapai restorasi hutan tanpa membebani anggaran.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong Gerakan Pilah Sampah di Daerah

Negara Kunci untuk Regenerasi

Potensi regenerasi  hutan tropis terbesar terkonsentrasi di Brasil, Indonesia, China, Meksiko, dan Kolombia. Tanah kaya karbon dan kedekatan dengan hutan yang masih utuh memudahkan benih menyebar secara alami. Data satelit periode 2000–2015 menunjukkan pertumbuhan hutan paling cepat terjadi dalam radius 300 meter dari hutan yang ada. Dengan kata lain, lokasi strategis menentukan seberapa cepat alam memulihkan dirinya sendiri.

Peta Digital untuk Prioritas Restorasi

Untuk mempermudah perencanaan, para peneliti memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi dan kecerdasan buatan. Hasilnya adalah peta digital yang menampilkan area potensial regenerasi hutan. Pemerintah, komunitas, dan pembuat kebijakan bisa menggunakan peta ini untuk menentukan prioritas restorasi, sekaligus mengaitkan pemulihan hutan dengan ekonomi lokal dan skema kredit karbon. Dengan informasi yang tepat, langkah hijau menjadi lebih terarah dan efektif.

Baca Juga :  Arus Kendaraan ke Merak Naik Jelang Natal

Tantangan dan Perlindungan

Meski menjanjikan, hutan muda tetap rentan terhadap pertanian, pembangunan, dan kebakaran. Matthew Fagan dari University of Maryland menekankan pentingnya tata kelola lokal, kesadaran publik, dan perlindungan jangka panjang. Tanpa perlindungan, regenerasi alami dapat hilang sebelum memberi manfaat.

Dampak Lingkungan Hijau

Jika sebagian potensi terealisasi, regenerasi alami bisa menurunkan hampir 27% emisi karbon global dari lahan terdeforestasi. Dampaknya meliputi iklim lebih stabil, air bersih, tanah kokoh, dan kembalinya habitat satwa. Penelitian ini menegaskan: solusi paling efektif untuk restorasi hutan datang dari alam itu sendiri, asalkan manusia memberi ruang dan perlindungan yang cukup.

(eni)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Tutup 833 Dapur MBG Karena Pelanggaran Serius
BGN Pecat 261 Pegawai Bermasalah, Ini Faktanya
Hotman Paris Mundur Bela Febrie Demi Fokus Jalani Pengobatan
Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026
Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026
Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran
Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah
Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:00 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Karena Pelanggaran Serius

Senin, 27 Juli 2026 - 17:00 WIB

BGN Pecat 261 Pegawai Bermasalah, Ini Faktanya

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:00 WIB

Hotman Paris Mundur Bela Febrie Demi Fokus Jalani Pengobatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 20:00 WIB

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi produk perak Antam berbagai ukuran. Harga perak Antam tercatat turun pada perdagangan 28 Juli 2026.(Ilustrasi perak-silver by AI)

Ekonomi

Harga Perak Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:00 WIB

Pergerakan dolar AS yang terus menguat membuat nilai tukar rupiah tertekan hingga mendekati level Rp 18.100 pada perdagangan hari ini.(Foto: Andhika Prasetia/detikFoto)

Ekonomi

Dolar AS Menguat Tajam, Rupiah Tertekan Dekati 18100

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:00 WIB

Pergerakan harga emas dunia menunjukkan kenaikan tipis selama dua hari terakhir di tengah dinamika geopolitik dan penurunan harga minyak global.(Foto : Akos Stiller/Bloomberg)

Ekonomi

Harga Emas Dunia Naik Tipis Dipicu Geopolitik Timur Tengah

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:00 WIB

Beragam produk souvenir pernikahan tersusun rapi di Alfiandra Wedding Souvenir, Cipinang, Jakarta Timur, yang terus berinovasi mengikuti tren pasar.(Foto : KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)

Ekonomi

Bisnis Souvenir Pernikahan Sukses Modal Kecil Untung Besar

Selasa, 28 Jul 2026 - 00:00 WIB

Petugas BPBD mendata rumah yang rusak akibat puting beliung di Kecamatan Siulak, Kerinci. ( Foto Signal Berita)

KERINCI

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Siulak Kerinci

Senin, 27 Jul 2026 - 23:00 WIB