Konsolidasi Harga Bitcoin Isyaratkan Kenaikan Berikutnya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah Bitcoin menunjukkan pola berulang, di mana fase konsolidasi harga kerap mendahului reli besar. Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto).

Sejarah Bitcoin menunjukkan pola berulang, di mana fase konsolidasi harga kerap mendahului reli besar. Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto).

Jakarta, iNBrita.com — Bitcoin kembali memasuki fase penting dalam siklus pergerakan harganya. Harga yang bergerak stabil justru menunjukkan bahwa pasar sedang membangun fondasi baru untuk kenaikan berikutnya.

Selama lebih dari satu dekade, Bitcoin berulang kali mengikuti pola yang sama. Pasar memulai siklus dengan fase akumulasi, lalu mendorong harga naik tajam, sebelum akhirnya memasuki koreksi. Investor jangka panjang biasanya mulai membeli saat volatilitas rendah dan sentimen masih ragu.

Saat momentum menguat, Bitcoin melesat cepat dan menarik minat investor ritel. Euforia pun muncul. Setelah harga mencapai puncak, pasar melakukan koreksi sebagai proses penyesuaian alami.

Saat ini, Bitcoin bertahan di kisaran USD 90.000–92.000 setelah mencetak puncak di area USD 94.000–95.000. Pembeli aktif mempertahankan level tersebut, sementara investor jangka panjang terus menambah kepemilikan. Tekanan jual hanya datang dari pelaku pasar jangka pendek.

Harga yang berulang kali memantul dari area USD 90.000 menunjukkan daya tahan pasar. Volatilitas yang menyempit memperkuat sinyal bahwa tren utama masih bergerak naik.

Selama Bitcoin menjaga struktur harga di atas level kunci, peluang kenaikan tetap terbuka. Fase konsolidasi ini memberi ruang bagi pasar untuk menyiapkan reli berikutnya.

Berdasarkan pola historis, pertumbuhan logaritmik, dan dampak pasca-halving, analis melihat potensi Bitcoin menuju kisaran USD 250.000 hingga USD 300.000. Pasokan yang semakin terbatas dan meningkatnya partisipasi investor institusional terus mendorong prospek jangka panjang.

Stabilitas harga saat ini bukan tanda pelemahan. Bitcoin sedang mengumpulkan tenaga untuk melangkah ke fase bullish berikutnya.

(tim)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate
Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak
Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia
Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026
Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang
Jihan Dimack Cetak Sejarah, Miss Grand International 2026
Indonesia-Mesir Perkuat Investasi, Peluang Bisnis Global Strategis
El Nino Super 2026 Ancam Suhu Bumi Meningkat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Megawati Hangestri Jadi Kunci Kebangkitan Hyundai Hillstate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Megawati Cetak 14 Poin, Hyundai Hillstate Tumbang Telak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Ronaldo Cium Lambang Arab Saudi, Gesturnya Jadi Sorotan Dunia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Robert Hall dan Michael Woodford Raih Nobel Ekonomi 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 13 Orang

Berita Terbaru

Tampilan iPhone Duo dalam keadaan terbuka dan tertutup. (Apple Newsroom)

Teknologi

iPhone Duo Terbaru, Harga, Spesifikasi, dan Jadwal Pengiriman

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin menghadiri pengukuhan DPC PKB periode 2026–2031 di Hotel Arafah.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong PKB Berkontribusi bagi Pembangunan Daerah

Minggu, 18 Okt 2026 - 18:00 WIB

Banjir Promo Ulang Tahun, Ini Daftar Produk Serba Gratis. -Foto Instagram@Alfamart-

Ekonomi

Promo Alfamart Oktober 2026: Beli Satu Gratis Satu!

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:00 WIB

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB