Home / Nasional

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:00 WIB

Aplikasi Populer Dikritik karena Kumpulkan Data Pengguna

Fitur baru Strava (Foto: Strava).

Fitur baru Strava (Foto: Strava).

Jakarta, iNBrita.com  – Sejumlah aplikasi populer di ranah kebugaran, musik, dan teknologi menuai sorotan karena mengumpulkan data pengguna. Fenomena ini menekankan pentingnya privasi digital di era layanan daring yang semakin data-driven.

Aplikasi Kebugaran Mengumpulkan Data Secara Masif

Perusahaan VPN dan keamanan data Surfshark menemukan bahwa aplikasi kebugaran seperti Fitbit dan Strava secara aktif mengumpulkan berbagai jenis data pengguna. Fitbit mencatat 24 dari 35 jenis data yang ditentukan Apple, hampir dua kali lipat dibanding aplikasi kebugaran lain. Strava menggunakan 21 jenis data untuk personalisasi produk, analitik, dan pemasaran.

Surfshark juga menemukan bahwa empat aplikasi mengumpulkan data lokasi presisi yang terkait langsung dengan identitas pengguna, termasuk Runna dan Strava. Selain itu, enam aplikasi lain, seperti Nike Training Club dan Peloton, membagikan data lokasi kasar kepada pihak ketiga. Beberapa aplikasi bahkan mengumpulkan informasi sensitif, seperti ras, opini politik, dan kondisi kehamilan.

Baca juga :   Ketum IWO Indonesia Luncurkan Program Warung Pers

Di sisi lain, aplikasi seperti Centr dan PUSH membatasi pengumpulan data dan tidak mengaitkannya dengan identitas individu, sehingga pengguna lebih terlindungi.

Spotify Menindak Aktivitas Ilegal

Spotify menonaktifkan akun-akun yang terlibat aktivitas ilegal setelah terungkap pengumpulan metadata lagu dan file audio hingga 300 terabytes. Perusahaan menegaskan bahwa belum ada file audio berhak cipta yang dirilis bebas. Spotify menyebut Anna’s Archive menggunakan data untuk membangun arsip musik demi pelestarian budaya.

Strava dan Komunitas Indonesia

Strava meraih Apple Watch App of the Year 2025. Chief Product Officer Matt Salazar menyebut komunitas pengguna Indonesia tumbuh pesat dan kreatif. Pengguna berbagi aktivitas secara aktif dan menggunakan stiker transparan dengan cara unik. Strava pun menambahkan fitur lokal agar pengguna bisa menampilkan aktivitas lebih personal, memperkuat pengalaman komunitas.

Baca juga :   BPBD Aktifkan Sirene, Pintu Air Cisadane Masuk Siaga 3

Google Didenda karena Melanggar Privasi

Pengadilan federal AS menjatuhkan denda USD 425 juta (sekitar Rp 6,98 triliun) kepada Google karena tetap mengumpulkan data meski pengguna mematikan fitur pelacakan. Gugatan class action melibatkan 98 juta pengguna dan 174 juta perangkat, mencakup praktik pengumpulan data di ratusan ribu aplikasi pihak ketiga. Google menyatakan akan mengajukan banding dan menegaskan bahwa mereka menghormati pengaturan privasi pengguna.

Kesimpulan

Fenomena ini menunjukkan bahwa pengguna digital harus lebih waspada terhadap praktik pengumpulan data oleh aplikasi dan platform besar.

(vvr)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Awan panas pekat dari erupsi Gunung Semeru bergerak menuruni lereng gunung.

Nasional

Gunung Semeru Erupsi dan Muntahkan Awan Panas Hari Ini
Presiden Prabowo Subianto meninjau kereta khusus petani dan pedagang di Stasiun Tanah Abang.

Nasional

Prabowo Luncurkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang
Presiden Prabowo Subianto melantik tujuh anggota Komisi Yudisial di Istana Negara Jakarta

Nasional

Presiden Prabowo Lantik Tujuh Anggota Komisi Yudisial
Jadwal libur Natal dan cuti bersama 2025 membentuk long weekend.

Nasional

Jadwal Libur Natal dan Cuti Bersama 2025
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS minta maaf setelah berangkat umrah saat banjir

Nasional

Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Usai Umrah Tanpa Izin
Rizal Djalil analisis pemangkasan Dana Transfer Daerah

Nasional

Dana Transfer Menurun Pelayanan Publik Daerah Terancam
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menko Imipas Yusril Ihza Mahendra di Hambalang.

Nasional

Prabowo Pimpin Rapat Bahas Program Strategis Nasional

Nasional

Komdigi Lacak Admin Grup Fantasi Sedarah dan Polisi Koordinasi Meta