Home / Internasional

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:00 WIB

Iran Tangkap 3.000 Demonstran, AS Siagakan Kapal Induk

Warga Iran mengikuti aksi protes antipemerintah di salah satu kota besar, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Warga Iran mengikuti aksi protes antipemerintah di salah satu kota besar, di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Jakarta, iNBrita.comOtoritas Iran menangkap sekitar 3.000 orang yang mereka sebut berafiliasi dengan kelompok teroris dan terlibat dalam aksi protes. Media Iran menyampaikan informasi ini, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (16/1/2026).

Protes Terbesar Sepanjang Sejarah Republik Islam

Iran mengalami gelombang protes antipemerintah besar-besaran dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah pakar dan saksi mata menilai demonstrasi ini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sepanjang 47 tahun sejarah Republik Islam Iran. Kerusuhan yang menyertai unjuk rasa tersebut menewaskan ribuan orang.

Trump Ancam Serangan dan Janjikan Dukungan

Di tengah aksi massa yang meluas di berbagai kota, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan “menyerang dengan sangat keras ke titik terlemah” jika otoritas Iran menindak para demonstran. Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat siap membantu para pengunjuk rasa.

Baca juga :   Timnas Esports Indonesia Raih Lima Medali SEA Games

Iran Balas Ancaman Amerika Serikat

Menanggapi pernyataan Trump, pemerintah Iran bersumpah akan menyerang sekutu dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa “musuh-musuh Iran” memanipulasi demonstrasi tersebut.

AS Siapkan Opsi Militer

Hingga Rabu (14/1), Amerika Serikat mengancam akan mengambil tindakan militer jika Iran melaksanakan hukuman mati terhadap para tahanan kasus protes. Pada Kamis (15/1), Duta Besar AS untuk PBB menegaskan bahwa semua opsi masih “di atas meja.”

Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah

Sementara itu, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta sejumlah kapal perang pengawal bergerak menuju Timur Tengah dari Laut China Selatan.

Pesawat Tempur dan Rudal Pencegat Dikerahkan

Mengutip Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), New York Times melaporkan—berdasarkan keterangan dua pejabat AS anonim—bahwa kapal induk tersebut diperkirakan tiba di kawasan Timur Tengah dalam waktu sekitar satu minggu.

Baca juga :   Andre Rosiade Serap Aspirasi Korban Galodo Maninjau

Para pejabat itu juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat akan segera mengerahkan sejumlah pesawat tempur. Armada ini kemungkinan mencakup jet tempur, pesawat serang, serta pesawat pengisian bahan bakar di udara.

Selain itu, Pentagon mengirimkan peralatan pertahanan udara, termasuk rudal pencegat, untuk melindungi pangkalan militer AS di Timur Tengah dan Teluk. Pentagon memprioritaskan perlindungan pangkalan udara Al-Udaid di Qatar.

AS Ingin Tekan Iran dan Perluas Opsi Serangan

Dua pejabat AS menyatakan bahwa peningkatan kekuatan militer ini bertujuan untuk mencegah Iran melakukan kekerasan lebih lanjut terhadap para demonstran. Langkah tersebut juga memberi Donald Trump lebih banyak opsi dalam merencanakan kemungkinan serangan terhadap Iran.

(Ven*)

Berita ini 14 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Duta Besar AS Tom Barrack duduk di kursi tengah saat bertemu Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler di Ankara.

Internasional

Foto Dubes AS Dominasi Menhan Turki Tuai Kritik
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris

Internasional

Prabowo Dijamu Macron di Istana Élysée Paris
Enzo Maresca meninggalkan Chelsea setelah pemecatan.

Internasional

Maresca Resmi Tinggalkan Chelsea di Awal Tahun Baru
Bripda Muhammad Rio, mantan anggota Brimob Polda Aceh, dipecat karena bergabung dengan tentara bayaran Rusia.

Internasional

Bripda Rio Aceh Dipecat Gabung Tentara Rusia
Petugas mengevakuasi korban serangan bom di masjid Islamabad

Internasional

Bom Bunuh Diri Masjid Islamabad Tewaskan 31 Orang
Presiden Indonesia duduk berdampingan dengan legenda sepak bola Prancis saat pertemuan di sela WEF 2026 di Davos, Swiss.

Internasional

Prabowo Bertemu Zidane dan Presiden FIFA di Davos
Pemandangan hutan hujan tropis Sumatera yang terancam kerusakan.

Internasional

Hutan Sumatera Terancam Serius Akibat Ulah Manusia
Ana/Trias gagal melaju ke semifinal Malaysia Open 2026

Internasional

Ana/Trias Gagal ke Semifinal Malaysia Open 2026 Putri