BMKG Laporkan Badai Magnet Bumi Akibat Aktivitas Matahari

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bumi, Matahari (Foto: Getty Images/iStockphoto/egal)

Ilustrasi Bumi, Matahari (Foto: Getty Images/iStockphoto/egal)

Jakarta,iNBrita.com  — Aktivitas Matahari memicu gangguan pada medan magnet Bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya badai magnet pada 20 Januari dini hari. Badai ini masuk kategori kuat hingga berat dan berpotensi berlangsung selama beberapa hari.

BMKG merujuk pada data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) serta hasil pengamatan di Indonesia. Letupan Matahari berkekuatan sedang memicu peristiwa ini. Ledakan tersebut melepaskan lontaran massa korona ke arah Bumi.

Partikel bermuatan bergerak cepat dan menghantam medan magnet Bumi. Tumbukan ini menekan magnetosfer dan menimbulkan gangguan besar. NOAA kemudian menetapkan peristiwa ini sebagai badai magnet level G4 atau Severe.

Baca Juga :  Guardiola Masih di Man City karena Prestasi Tim Luar Biasa

BMKG memantau indeks kemagnetan melalui stasiun magnet nasional. Hasil pengamatan menunjukkan nilai Indeks A maksimum mencapai 63. Angka tersebut menandakan badai magnet dengan intensitas kuat hingga berat di wilayah Indonesia.

Secara umum, badai magnet dapat mengganggu komunikasi radio frekuensi tinggi. Fenomena ini juga dapat memengaruhi sinyal satelit dan sistem navigasi GPS. Selain itu, aurora dapat muncul di wilayah lintang tinggi.

Baca Juga :  Bezzecchi Unggul di Kualifikasi, Marquez Masih Mengejar

Namun, dampak di Indonesia relatif kecil. Letak Indonesia berada di sekitar ekuator geomagnetik. Posisi ini membuat medan magnet Bumi lebih stabil dan memberikan perlindungan alami dari dampak terkuat badai magnet.

BMKG menegaskan bahwa badai magnet merupakan fenomena alam. Peristiwa ini tidak menimbulkan ancaman langsung bagi masyarakat. BMKG terus memantau Indeks Kemagnetan Bumi Lokal secara hampir real-time dan mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB