Jakarta,iNBrita.com — Aktivitas Matahari memicu gangguan pada medan magnet Bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya badai magnet pada 20 Januari dini hari. Badai ini masuk kategori kuat hingga berat dan berpotensi berlangsung selama beberapa hari.
BMKG merujuk pada data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) serta hasil pengamatan di Indonesia. Letupan Matahari berkekuatan sedang memicu peristiwa ini. Ledakan tersebut melepaskan lontaran massa korona ke arah Bumi.
Partikel bermuatan bergerak cepat dan menghantam medan magnet Bumi. Tumbukan ini menekan magnetosfer dan menimbulkan gangguan besar. NOAA kemudian menetapkan peristiwa ini sebagai badai magnet level G4 atau Severe.
BMKG memantau indeks kemagnetan melalui stasiun magnet nasional. Hasil pengamatan menunjukkan nilai Indeks A maksimum mencapai 63. Angka tersebut menandakan badai magnet dengan intensitas kuat hingga berat di wilayah Indonesia.
Secara umum, badai magnet dapat mengganggu komunikasi radio frekuensi tinggi. Fenomena ini juga dapat memengaruhi sinyal satelit dan sistem navigasi GPS. Selain itu, aurora dapat muncul di wilayah lintang tinggi.
Namun, dampak di Indonesia relatif kecil. Letak Indonesia berada di sekitar ekuator geomagnetik. Posisi ini membuat medan magnet Bumi lebih stabil dan memberikan perlindungan alami dari dampak terkuat badai magnet.
BMKG menegaskan bahwa badai magnet merupakan fenomena alam. Peristiwa ini tidak menimbulkan ancaman langsung bagi masyarakat. BMKG terus memantau Indeks Kemagnetan Bumi Lokal secara hampir real-time dan mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi.














