Menkes Targetkan Produksi Dokter Spesialis Capai 10.000

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: DetikHealth/Nafilah Sri Sagita K)

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: DetikHealth/Nafilah Sri Sagita K)

Jakarta , iNBrita.com  – Kementerian Kesehatan menyiapkan langkah besar untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan produksi dokter spesialis nasional meningkat menjadi sekitar 10.000 orang per tahun, naik signifikan dari angka saat ini yang masih berkisar 2.700 dokter.

Kemenkes mengandalkan penguatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit sebagai strategi utama. Melalui skema ini, pemerintah membuka akses pendidikan spesialis yang lebih luas dan mengatasi keterbatasan kuota universitas yang selama ini menghambat peningkatan jumlah dokter spesialis.

Menurut Budi, rasio dokter spesialis di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara maju. Dengan populasi sekitar 280 juta jiwa, Indonesia hanya menghasilkan ribuan dokter spesialis setiap tahun. Sebagai perbandingan, Inggris mampu meluluskan sekitar 12.000 dokter spesialis per tahun.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, kita hanya memproduksi 2.700 dokter spesialis. Kondisi ini jelas menunjukkan adanya masalah. Produksinya harus kita tingkatkan minimal empat kali lipat,” ujar Budi Gunadi Sadikin, Kamis (22/1/2026).

Melalui PPDS berbasis rumah sakit, pemerintah juga mendorong pemerataan distribusi dokter spesialis, khususnya ke daerah yang masih kekurangan tenaga medis. Kemenkes memprioritaskan dokter umum yang sudah bertugas di rumah sakit umum daerah (RSUD) agar mereka dapat menempuh pendidikan spesialis dan kembali mengabdi di daerah asal.

Meski menargetkan peningkatan jumlah lulusan, Budi menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga mutu pendidikan. Kemenkes menerapkan standar internasional dalam penyelenggaraan program, termasuk pengaturan jam kerja, sistem pembimbingan, serta evaluasi yang transparan dan terukur.

“Kita tidak hanya mengejar jumlah kelulusan, tetapi juga kualitas dan kompetensi dokter spesialis. Standar pendidikannya harus jelas dan konsisten,” tegasnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mempersempit kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah dan memperkuat sistem kesehatan nasional dalam jangka panjang.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur
Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver
Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya
3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya
Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan
7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:00 WIB

7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

IHSG merosot tajam setelah MSCI membuka konsultasi perubahan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Anjlok 11,57%, MSCI Evaluasi Status Pasar Indonesia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB

Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Naik, Emas Dunia Tertekan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Wali Kota Sungai Penuh bersama pengurus PKPS. ( Foto Diskominfo)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:00 WIB

Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Pasuruan.

Nasional

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 04:00 WIB

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perketat Penanganan Karhutla di Tahura Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB