Cara Mencegah Prediabetes Agar Terhindar dari Diabetes

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ( Foto Pexels.com )

Ilustrasi ( Foto Pexels.com )

Waspada Prediabetes: Kenali Gejala, Risiko, dan Cara Mencegahnya

Jakarta, iNBrita.com — Prediabetes muncul ketika kadar gula darah seseorang berada di atas batas normal, tetapi belum mencapai tingkat yang masuk kategori diabetes tipe 2. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tubuh mulai mengalami gangguan dalam mengelola gula darah.

Secara umum, kadar gula darah puasa normal berada pada kisaran 70–99 mg/dL. Sementara itu, seseorang mengalami prediabetes ketika kadar gula darah puasanya mencapai 100–125 mg/dL.

Sayangnya, banyak orang tidak menyadari kondisi tersebut karena prediabetes sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Padahal, jika penderita tidak segera melakukan perubahan gaya hidup, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 yang berisiko memicu berbagai komplikasi kesehatan.

Kenali Gejala Prediabetes Sejak Dini

Pada tahap awal, prediabetes sering tidak menimbulkan keluhan. Namun, tubuh biasanya mulai menunjukkan sejumlah tanda ketika kadar gula darah terus meningkat dan sensitivitas insulin menurun.

Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Merasa sangat haus meskipun sudah cukup minum.
  • Merasa cepat lapar walaupun sudah makan.
  • Mengalami penglihatan kabur.
  • Merasakan kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  • Mudah merasa lelah.
  • Mengalami luka yang sulit sembuh.
  • Lebih sering terserang infeksi.

Selain itu, sebagian penderita mengalami penggelapan warna kulit pada area leher, ketiak, atau lipatan tubuh lainnya. Karena itu, jangan abaikan perubahan fisik tersebut.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Prediabetes

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami prediabetes. Sebagian besar faktor tersebut berkaitan langsung dengan pola hidup sehari-hari.

Baca Juga :  Meriah! Turnamen Sepak Bola Bupati Kerinci Cup 2025 Dibuka

1. Kelebihan Berat Badan

Lemak tubuh yang menumpuk, terutama di area perut, membuat sel-sel tubuh lebih sulit merespons insulin. Akibatnya, kadar gula darah menjadi lebih sulit terkendali.

2. Lingkar Pinggang Berlebih

Lingkar pinggang yang besar juga meningkatkan risiko resistensi insulin. Risiko tersebut meningkat pada pria dengan lingkar pinggang lebih dari 101 cm dan wanita lebih dari 89 cm.

3. Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan cepat saji, daging olahan, minuman tinggi gula, dan makanan tinggi kalori secara berlebihan dapat meningkatkan risiko prediabetes.

4. Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup yang minim aktivitas membuat tubuh kurang efektif menggunakan insulin. Akibatnya, kadar gula darah lebih mudah meningkat.

5. Faktor Usia

Risiko prediabetes biasanya meningkat setelah usia 35 tahun. Meski demikian, saat ini banyak anak muda juga mengalami kondisi serupa akibat perubahan pola hidup.

6. Riwayat Keluarga

Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2 menghadapi risiko lebih tinggi mengalami prediabetes.

Sementara itu, praktisi kesehatan dr. Diana Suganda, SpGK, menilai perubahan gaya hidup modern menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus diabetes dan prediabetes pada usia muda.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan instan, kurang bergerak, dan tingginya tingkat stres membuat risiko gangguan metabolisme semakin meningkat. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih memperhatikan pola hidup sehat sejak dini.

Cara Mengatasi dan Mencegah Prediabetes

Kabar baiknya, penderita masih bisa mengendalikan bahkan membalikkan kondisi prediabetes melalui perubahan gaya hidup yang konsisten.

1. Perbaiki Pola Makan

Mulailah mengonsumsi makanan bernutrisi dan mengurangi makanan olahan yang mengandung banyak gula, garam, serta lemak jenuh.

Baca Juga :  Waspadai Gejala Tersamar Penyakit Jantung Mematikan

Beberapa pilihan makanan yang lebih sehat meliputi:

  • Sayuran segar.
  • Buah-buahan kaya serat.
  • Biji-bijian utuh.
  • Daging tanpa lemak.
  • Ikan.
  • Alpukat dan sumber lemak sehat lainnya.

Dengan pola makan yang lebih baik, tubuh dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil.

2. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik membantu tubuh meningkatkan sensitivitas insulin sehingga sel-sel tubuh dapat menggunakan gula darah secara lebih efektif.

Lakukan olahraga intensitas sedang selama 30–60 menit, setidaknya lima kali dalam seminggu. Misalnya:

  • Jalan kaki cepat.
  • Bersepeda.
  • Joging.
  • Senam aerobik.
  • Berenang.

3. Turunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan sekitar 5–10 persen dari total berat badan dapat membantu tubuh mengontrol gula darah dengan lebih baik.

Bahkan, penurunan berat badan beberapa kilogram saja sudah mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Minum air putih yang cukup membantu tubuh menjaga keseimbangan kadar gula darah. Selain itu, air putih menjadi pilihan yang jauh lebih sehat dibandingkan minuman bersoda atau minuman manis kemasan.

Karena itu, kurangi konsumsi minuman tinggi gula untuk mencegah lonjakan kadar glukosa dalam darah.

Lakukan Deteksi Dini Secara Rutin

Prediabetes sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Oleh sebab itu, setiap orang yang memiliki faktor risiko perlu memeriksa kadar gula darah secara berkala.

Dengan menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, seseorang dapat menurunkan risiko berkembangnya prediabetes menjadi diabetes tipe 2 serta menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Berita Terbaru

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB

BRI membuka lowongan kerja melalui program BBAP 2026 untuk lulusan D3 dan S1 dengan berbagai posisi di sejumlah kantor regional.

Ekonomi

BRI BBAP 2026 Buka Lowongan Kerja Lulusan D3 S1

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:00 WIB

Toyota Veloz Hybrid hadir dengan desain modern dan teknologi hybrid yang efisien.

Teknologi

Veloz Hybrid Irit BBM 28,9 Km Per Liter

Jumat, 31 Jul 2026 - 18:00 WIB

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan akhir Juli(Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ekonomi

Rupiah Menguat Hari Ini Didorong Pelemahan Dolar AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Permintaan emas global tetap kuat sepanjang kuartal kedua 2026, didorong pembelian bank sentral dan investasi Asia.(Foto: AP/ Jae C. Hong)

Ekonomi

Permintaan Emas Global Tetap Kuat di 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:00 WIB