Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skoliosis bukan sekadar masalah postur. Kenali gejalanya sejak dini untuk mencegah risiko yang lebih serius.(dok. MAGNIFIC/jcomp)

Skoliosis bukan sekadar masalah postur. Kenali gejalanya sejak dini untuk mencegah risiko yang lebih serius.(dok. MAGNIFIC/jcomp)

Jakarta, iNBrita.com — Skoliosis merupakan salah satu gangguan tulang belakang yang sering luput dari perhatian masyarakat. Banyak orang baru menyadari kondisi ini ketika lengkungan tulang belakang sudah terlihat jelas atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, deteksi dini dapat membantu mencegah perkembangan  menjadi lebih parah.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tulang dan postur tubuh, para ahli ortopedi terus mengingatkan bahwa  bukan hanya masalah penampilan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi tubuh, kualitas hidup, bahkan kesehatan paru-paru jika penderita tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa Itu Skoliosis?

Skoliosis terjadi ketika tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal sehingga membentuk pola menyerupai huruf “S” atau “C”. Kondisi ini dapat menyerang anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Sebagian besar kasus skoliosis pada remaja termasuk jenis skoliosis idiopatik, yaitu kondisi yang belum memiliki penyebab pasti. Namun, para ahli menduga faktor genetik berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami skoliosis.

Tidak semua penderita mengalami kelengkungan yang semakin parah. Meski demikian, dokter tetap perlu memantau kondisi pasien secara berkala untuk mencegah perkembangan kelainan yang lebih serius.

Kenali Gejala Awal Skoliosis

Masyarakat dapat mengenali  sejak dini dengan memperhatikan beberapa perubahan pada bentuk tubuh. Salah satu tanda yang paling mudah terlihat ialah posisi bahu kanan dan kiri yang tampak tidak sejajar saat berdiri tegak.

Selain itu, salah satu tulang belikat sering terlihat lebih menonjol dibandingkan sisi lainnya. Perubahan bentuk pinggang juga dapat menjadi tanda awal skoliosis. Pada kondisi ini, lekukan pinggang kanan dan kiri terlihat tidak seimbang.

Penderita juga sering menunjukkan posisi tubuh yang cenderung miring ke satu sisi. Meskipun banyak penderita tidak merasakan nyeri pada tahap awal, sebagian orang mulai merasakan ketidaknyamanan atau pegal pada punggung ketika kelengkungan tulang belakang bertambah.

Mengapa Penanganan Dini Sangat Penting?

Penanganan sejak dini membantu dokter mengendalikan perkembangan kelengkungan tulang belakang dengan lebih efektif. Pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan, perubahan sudut kelengkungan dapat terjadi dengan cepat.

Karena itu, dokter biasanya melakukan pemeriksaan dan pemantauan secara berkala untuk mengetahui apakah kondisi pasien tetap stabil atau terus berkembang. Dengan mendeteksi skoliosis lebih awal, pasien memiliki lebih banyak pilihan terapi sebelum memerlukan tindakan yang lebih kompleks.

Para ahli juga menganjurkan pemeriksaan kesehatan tulang belakang secara rutin, terutama bagi anak-anak usia sekolah dan remaja yang sedang mengalami pertumbuhan pesat.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Skoliosis

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami skoliosis. Usia pertumbuhan menjadi salah satu faktor utama karena kasus paling sering muncul pada masa remaja, khususnya menjelang dan selama pubertas.

Selain itu, riwayat keluarga juga berpengaruh. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan skoliosis cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi yang sama.

Gangguan neuromuskular yang memengaruhi saraf dan otot juga dapat memicu terjadinya skoliosis. Pada kelompok usia lanjut, perubahan degeneratif pada tulang belakang akibat proses penuaan sering menjadi penyebab munculnya skoliosis.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Skoliosis?

Dokter biasanya memulai diagnosis dengan memeriksa postur tubuh pasien. Dalam pemeriksaan tersebut, dokter menilai keseimbangan bahu, posisi pinggul, serta bentuk tulang belakang.

Jika dokter menemukan tanda-tanda yang mengarah pada skoliosis, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti foto rontgen. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengukur tingkat kelengkungan tulang belakang menggunakan metode Cobb Angle.

Hasil pengukuran tersebut membantu dokter menentukan tingkat keparahan skoliosis sekaligus memilih metode penanganan yang paling sesuai.

Pilihan Penanganan Skoliosis

Dokter menentukan metode penanganan berdasarkan usia pasien, tingkat keparahan kelengkungan, dan risiko perkembangan penyakit.

Observasi Berkala

Pada kasus dengan kelengkungan ringan, dokter biasanya memantau kondisi pasien secara rutin untuk memastikan kelengkungan tidak bertambah.

Penggunaan Brace

Pada anak-anak dan remaja yang masih tumbuh, dokter dapat merekomendasikan penggunaan brace atau penyangga khusus. Alat ini membantu menghambat perkembangan kelengkungan tulang belakang.

Fisioterapi

Fisioterapis dapat menyusun program latihan yang membantu memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas tubuh, dan memperbaiki postur penderita.

Operasi

Jika skoliosis mencapai tingkat yang berat atau mulai mengganggu fungsi organ tubuh, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi sebagai solusi penanganan.

Tingkatkan Kesadaran dan Lakukan Pemeriksaan Rutin

Masyarakat dapat berperan aktif dalam mendeteksi skoliosis sejak dini. Orang tua, guru, dan tenaga kesehatan perlu memperhatikan perubahan postur tubuh pada anak dan remaja.

Mereka dapat melakukan pemeriksaan sederhana dengan mengamati keseimbangan bahu, posisi pinggang, dan bentuk punggung. Jika menemukan tanda yang mencurigakan, mereka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi.

Kesimpulan

Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tandanya sejak dini agar dapat segera mencari penanganan yang tepat.

Dengan melakukan deteksi dini, pemeriksaan rutin, dan terapi yang sesuai, penderita dapat mengendalikan perkembangan  serta mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Langkah-langkah tersebut membantu penderita tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara nyaman dan optimal.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asam Urat Tinggi? Coba Konsumsi Buah Ini
Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung
Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya
Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya
Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai
Budi Gunadi Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Tidak Naik
Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:00 WIB

Asam Urat Tinggi? Coba Konsumsi Buah Ini

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Lima Kebiasaan yang Memicu Penumpukan Kalsium pada Jantung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Penderita GERD Tetap Bisa Diet, Begini Pola Makannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Gejala ISPA Akibat Kabut Asap yang Wajib Diwaspadai

Berita Terbaru

Suasana GIIAS 2026 (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)

Teknologi

Penjualan Mobil Agustus 2026, BEV Melonjak Tajam

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:00 WIB

10 drama Korea terbaru 2026 dengan rating tinggi yang menarik untuk masuk watchlist.(Foto : SBS/Detik.com)

Entertainment

10 Drama Korea Terbaru 2026 Rating Tinggi Pilihan

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:00 WIB

Pengguna perlu memilih platform resmi saat download game gratis di HP untuk menjaga keamanan perangkat dan data pribadi.( Foto : ilustrasi AI)

Game

Cara Download Game Gratis di HP dengan Aman

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:00 WIB

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian naik pada Minggu (13/9/2026).(Foto : Dok.Pengadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Rp2,64 Juta

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:00 WIB

Harga emas Antam hari ini, Minggu (13/9/2026), tetap Rp2.604.000 per gram.(Foto Ilustrasi emas antam/kompas.com)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Minggu 13 September

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:00 WIB