Kasat Reskrim Periksa Dagangan Diduga Berbahan Spons

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi Es Kue (Denny Prastyo Utomo/detikcom)

Foto Ilustrasi Es Kue (Denny Prastyo Utomo/detikcom)

Jakpus, iNBrita.com  – Polisi periksa dan  Pastikan Es Kue Viral Aman Dikonsumsi, Isu Bahan Spons Tidak Benar. Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki dugaan es kue jadul berbahan spons yang viral di Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat ini, polisi sudah menerima hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Setelah menerima laporan, AKBP Roby Heri Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, segera memerintahkan timnya untuk mengecek lokasi periksa  dan mengamankan dagangan pedagang agar tim dapat mengujinya lebih lanjut. Roby menegaskan bahwa ia memprioritaskan keselamatan masyarakat.

Kemudian, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memeriksa seluruh sampel, termasuk es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua produk aman dan layak dikonsumsi. Selain itu, tim tidak menemukan bahan berbahaya maupun spons seperti yang beredar di media sosial.

Selain itu, polisi menelusuri tempat pembuatan es di Depok. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pembuat es tidak menggunakan spons atau bahan berbahaya sama sekali.

Roby menekankan bahwa polisi tetap melindungi konsumen dan memastikan pedagang kecil tidak mengalami kerugian.

Untuk menjaga ketenangan publik, polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya informasi viral. Mereka mendorong masyarakat selalu memeriksa fakta terlebih dahulu dan melaporkan dugaan pelanggaran melalui Call Center 110.

Sementara itu, isu ini bermula dari video viral yang menunjukkan seorang pria mengklaim es kue jadul berbahan spons dan mencoba membakarnya. Video itu justru membuktikan bahwa es kue meleleh, sehingga informasi awal terbukti tidak benar.

(tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Rupiah melemah ke level Rp18.149 per dolar AS di tengah tekanan pasar global.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Investor Menanti Data Ekonomi Domestik

Senin, 2 Nov 2026 - 13:00 WIB

Harga perak Antam menguat Rp 450 per gram seiring kenaikan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Ekonomi

Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Mendekati US$ 50

Senin, 2 Nov 2026 - 12:00 WIB

 Ilustrasi emas batangan di tengah tekanan harga emas dunia.(Foto: DAVID GRAY | AFP)

Ekonomi

Harga Emas Tertekan, Analis Wall Street Prediksi Melemah

Senin, 2 Nov 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Pegadaian Galeri 24, Antam, UBS, dan Antam Mulia Retro 2 November 2026.(Foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Masih Stagnan

Senin, 2 Nov 2026 - 10:00 WIB

Foto : Inbrita

Nasional

BSU 2026, Subsidi Upah, Kemnaker, Pekerja, Rp900 Ribu

Senin, 2 Nov 2026 - 07:00 WIB