Urine Bisa Ungkap Penyakit, Ini Penjelasan Dokter

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi urine dengan warna berbeda yang dapat menunjukkan kondisi kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga gangguan ginjal.

Ilustrasi urine dengan warna berbeda yang dapat menunjukkan kondisi kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga gangguan ginjal.

Jakarta, iNBrita.com – Banyak orang menganggap urine hanya sebagai sisa pembuangan tubuh. Padahal, urine memegang peran penting karena dapat menunjukkan kondisi kesehatan di dalam tubuh.

Urine Menjadi Cerminan Kondisi Tubuh

Ginjal secara aktif menyaring zat sisa, kelebihan garam, dan air dari darah. Tubuh kemudian membuang hasil penyaringan tersebut melalui urine. Karena itu, setiap perubahan pada urine dapat memberi petunjuk tentang kondisi kesehatan seseorang.

Melalui pemeriksaan urine sederhana, dokter dapat mendeteksi berbagai gangguan kesehatan. Tes ini membantu menemukan masalah ginjal, infeksi saluran kemih, diabetes, hingga penyakit serius seperti kanker kandung kemih.

“Pemeriksaan urine memegang peran yang sangat penting dalam mendiagnosis penyakit,” ujar dr Anant Kumar, Chairman Urology, Renal Transplant and Robotics, Max Super Speciality Hospital, Saket, seperti dikutip dari Times of India.

Warna Urine Tidak Selalu Menentukan Diagnosis

Dr Anant Kumar menjelaskan bahwa warna urine terutama mencerminkan tingkat konsentrasinya. Namun, dokter tetap perlu melakukan analisis urine secara menyeluruh untuk menilai fungsi ginjal dan penanda kesehatan lainnya.

“Warna urine, baik kuning maupun bening, bergantung pada konsentrasinya. Saat tubuh kekurangan cairan, urine akan tampak lebih kuning. Sebaliknya, jika seseorang banyak minum air, urine terlihat lebih bening. Pada musim panas, ketika seseorang tidak minum air dalam waktu lama, urine bisa berubah menjadi kuning pekat. Karena itu, warna urine saja tidak cukup untuk menegakkan diagnosis,” jelasnya.

Berbagai Kelainan Urine yang Perlu Diwaspadai

Meski warna bukan satu-satunya penentu, dr Anant Kumar menyebutkan sejumlah kelainan urine yang dapat menandakan masalah kesehatan, antara lain:

  • Urine berbau menyengat sering menandakan infeksi dan memerlukan pemeriksaan urine.

  • Urine berwarna merah muda, merah tua, atau bercampur darah merupakan kondisi serius yang harus segera diperiksakan ke dokter urologi. Kondisi ini dapat mengindikasikan infeksi, batu, TBC, atau tumor.

  • Urine berwarna kuning sangat gelap dapat mengarah pada gangguan hati.

  • Urine yang berbusa berlebihan menunjukkan kehilangan protein dan mengindikasikan kerusakan ginjal.

  • Urine tampak kusam atau seperti asap (smokey) memerlukan perhatian medis.

  • Urine yang dikerubungi semut dapat menandakan adanya gula, sehingga perlu pemeriksaan urine dan darah untuk mendeteksi diabetes.

  • Kristal dalam urine dapat berkaitan dengan batu asam urat atau batu sistin.

  • Adanya sel darah merah dan sel nanah menunjukkan perdarahan serta infeksi.

  • Sel darah merah dengan bentuk tidak normal dapat menandakan penyakit glomerulus pada ginjal.

Pemeriksaan Urine, Alat Diagnosis yang Sederhana namun Kuat

“Urine mencerminkan apa yang terjadi pada ginjal. Melalui pemeriksaan urine, dokter dapat memperoleh banyak informasi penting,” lanjut dr Anant Kumar.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan urine merupakan alat diagnosis yang sederhana, tetapi sangat efektif. Dokter bahkan dapat mendeteksi kanker kandung kemih jika menemukan sel kanker di dalam urine.

Selain itu, pemeriksaan urine membantu mendiagnosis tuberkulosis (TBC/TB) dan berbagai gangguan metabolik. Keberadaan keton dalam urine, misalnya, dapat menimbulkan bau khas dan menandakan metabolisme yang tidak normal.

“Tes urine membantu mengidentifikasi berbagai jenis penyakit ginjal. Pemeriksaan ini bersifat sederhana, tidak invasif, dan mampu mengungkap banyak informasi tentang kondisi kesehatan. Jika seseorang memiliki keluhan atau keraguan, ia sebaiknya tidak mengabaikan pemeriksaan urine,” pungkasnya.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Foto : Inbrita

Nasional

BSU 2026, Subsidi Upah, Kemnaker, Pekerja, Rp900 Ribu

Senin, 2 Nov 2026 - 07:00 WIB

Wako Alfin menghadiri pembukaan MTQH ke-55 Provinsi Jambi 2026 ( Foto Prokopim)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dukung Kafilah Tampil Maksimal di MTQH ke-55 Jambi

Senin, 2 Nov 2026 - 06:00 WIB

Lee Jae Wook sebagai Hyuk Jun dalam serial horor Netflix, Dead-End Job. (Foto: Instagram @netflixkr)

Entertainment

Lee Jae Wook Bintangi Serial Horor Terbaru Netflix Dead-End Job

Senin, 2 Nov 2026 - 04:00 WIB

Jesica Yap Harumkan Indonesia di Musik Dunia. (Foto: Joanne Leung Photography)

Entertainment

Jesica Yap Harumkan Indonesia Prestasi Musik Internasional

Senin, 2 Nov 2026 - 03:00 WIB