Pantangan Gula Darah Tinggi Menurut Dokter Endokrinologi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minuman manis dan makanan tinggi gula dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Minuman manis dan makanan tinggi gula dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Jakarta, iNBrita.com – Minuman manis, makanan cepat saji, karbohidrat sederhana, kurang tidur, dan stres berlebihan menjadi pantangan utama bagi orang dengan gula darah tinggi. Kebiasaan-kebiasaan ini sering memicu lonjakan gula darah secara cepat.

Dokter Endokrinologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. I Gusti Ngurah Adhiartha, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menegaskan bahwa asupan karbohidrat dan gula berlebihan menjadi penyebab paling umum gula darah tinggi. Ia menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa (9/12/2025).

Pantangan utama gula darah tinggi

Menurut Adhiartha, pengendalian gula darah sangat bergantung pada pola makan sehari-hari. Konsumsi gula dan karbohidrat berlebih dengan mudah meningkatkan kadar gula darah.

Minuman manis menjadi pantangan pertama. Teh manis, soda, boba, dan minuman kemasan mengandung gula cair yang cepat diserap tubuh. Akibatnya, gula darah melonjak tajam dalam waktu singkat. Kondisi ini berbahaya jika terjadi berulang, baik pada penderita diabetes maupun orang sehat.

Makanan cepat saji dan karbohidrat sederhana

Selain minuman manis, makanan cepat saji juga meningkatkan risiko gula darah tinggi. Jenis makanan ini biasanya mengandung karbohidrat sederhana, lemak, dan garam dalam jumlah tinggi. Kandungan tersebut mempercepat kenaikan gula darah.

Baca Juga :  Deteksi Dini Diabetes Cegah Gejala Berat Sejak Awal

Karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti putih, mi instan, dan gorengan juga perlu dibatasi. Tubuh dengan cepat mengubah jenis karbohidrat ini menjadi glukosa.

Adhiartha menekankan bahwa diabetes tidak hanya bergantung pada jenis makanan, tetapi terutama pada jumlah yang dikonsumsi. Mengatur porsi makan menjadi kunci utama pengendalian gula darah.

Kurang tidur dan stres

Gula darah tinggi tidak hanya dipengaruhi makanan, tetapi juga gaya hidup. Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar gula darah.

Orang yang sering begadang memiliki risiko diabetes hingga tujuh kali lebih tinggi. Kondisi ini terjadi karena tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol. Stres juga memicu hormon adrenalin dan noradrenalin yang turut menaikkan gula darah.

Tekanan pekerjaan, kebiasaan begadang, dan kurang istirahat sering diabaikan, padahal dampaknya besar terhadap metabolisme gula.

Faktor lain yang perlu dihindari

Beberapa kondisi lain juga dapat memicu gula darah tinggi, antara lain:

  • Konsumsi obat tertentu seperti steroid dan diuretik tiasid tanpa pengawasan dokter

  • Pola makan tidak teratur dengan porsi berlebihan

  • Kurang aktivitas fisik dalam jangka panjang

Baca Juga :  Beijing Hidupkan Lagi Budaya Sepeda Ramah Lingkungan

Pada penderita diabetes, dosis obat atau insulin yang tidak sesuai juga dapat meningkatkan gula darah. Jika pasien tidak menyuntikkan insulin atau menggunakan dosis yang keliru, kadar gula darah akan naik.

Alternatif aman untuk mengendalikan gula darah

Untuk menjaga gula darah tetap stabil, Adhiartha menyarankan konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Pilihan yang lebih aman antara lain beras merah, ubi, sayuran hijau, dan buah beri.

Sumber protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe juga membantu mengontrol gula darah. Cara memasak turut berperan. Merebus, mengukus, atau menggunakan air fryer lebih baik dibandingkan menggoreng.

Adhiartha menegaskan bahwa pengendalian gula darah tidak hanya bergantung pada obat. Kebiasaan sehari-hari memegang peran penting. Pemeriksaan rutin ke dokter tetap diperlukan untuk memastikan gula darah terkontrol dan mencegah komplikasi.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi
Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Selasa, 30 Juni 2026 - 03:00 WIB

Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker

Berita Terbaru

Bunga Agapanthus bermekaran dengan warna biru ( Foto Pexels)

Pendidikan

Cara Menanam Bunga Agapanthus agar Cepat Berbunga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Gubernur Jambi Al Haris saat audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI di Jakarta.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Audiensi Percepat Pengukuhan Batas Kawasan Hutan

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Kendaraan mengisi Pertalite di SPBU, seiring meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat harga Pertamax yang bertahan tinggi.(Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Nasional

Harga Pertamax Tahan, Konsumsi Pertalite Melonjak Tajam 2026

Selasa, 21 Jul 2026 - 19:00 WIB

Pertama kali dalam sejarah pemenang Piala Dunia 2026 dihadiahi cincin emas (FIFA)

Internasional

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Senin, 20 Jul 2026 - 21:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto memaparkan percepatan implementasi ekspor satu pintu SDA lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jakarta, Senin (20/7/2026).(Foto: dok. YouTube Setpres)

Nasional

Prabowo Ekspor Satu Pintu, DSI Berlaku September 2026

Senin, 20 Jul 2026 - 20:00 WIB