Home / Kesehatan

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:30 WIB

Pantangan Gula Darah Tinggi Menurut Dokter Endokrinologi

Minuman manis dan makanan tinggi gula dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Minuman manis dan makanan tinggi gula dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Jakarta, iNBrita.com – Minuman manis, makanan cepat saji, karbohidrat sederhana, kurang tidur, dan stres berlebihan menjadi pantangan utama bagi orang dengan gula darah tinggi. Kebiasaan-kebiasaan ini sering memicu lonjakan gula darah secara cepat.

Dokter Endokrinologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. I Gusti Ngurah Adhiartha, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menegaskan bahwa asupan karbohidrat dan gula berlebihan menjadi penyebab paling umum gula darah tinggi. Ia menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa (9/12/2025).

Pantangan utama gula darah tinggi

Menurut Adhiartha, pengendalian gula darah sangat bergantung pada pola makan sehari-hari. Konsumsi gula dan karbohidrat berlebih dengan mudah meningkatkan kadar gula darah.

Minuman manis menjadi pantangan pertama. Teh manis, soda, boba, dan minuman kemasan mengandung gula cair yang cepat diserap tubuh. Akibatnya, gula darah melonjak tajam dalam waktu singkat. Kondisi ini berbahaya jika terjadi berulang, baik pada penderita diabetes maupun orang sehat.

Makanan cepat saji dan karbohidrat sederhana

Selain minuman manis, makanan cepat saji juga meningkatkan risiko gula darah tinggi. Jenis makanan ini biasanya mengandung karbohidrat sederhana, lemak, dan garam dalam jumlah tinggi. Kandungan tersebut mempercepat kenaikan gula darah.

Baca juga :   Manfaat Kopi untuk Metabolisme dan Penurunan Berat

Karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti putih, mi instan, dan gorengan juga perlu dibatasi. Tubuh dengan cepat mengubah jenis karbohidrat ini menjadi glukosa.

Adhiartha menekankan bahwa diabetes tidak hanya bergantung pada jenis makanan, tetapi terutama pada jumlah yang dikonsumsi. Mengatur porsi makan menjadi kunci utama pengendalian gula darah.

Kurang tidur dan stres

Gula darah tinggi tidak hanya dipengaruhi makanan, tetapi juga gaya hidup. Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar gula darah.

Orang yang sering begadang memiliki risiko diabetes hingga tujuh kali lebih tinggi. Kondisi ini terjadi karena tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol. Stres juga memicu hormon adrenalin dan noradrenalin yang turut menaikkan gula darah.

Tekanan pekerjaan, kebiasaan begadang, dan kurang istirahat sering diabaikan, padahal dampaknya besar terhadap metabolisme gula.

Faktor lain yang perlu dihindari

Beberapa kondisi lain juga dapat memicu gula darah tinggi, antara lain:

  • Konsumsi obat tertentu seperti steroid dan diuretik tiasid tanpa pengawasan dokter

  • Pola makan tidak teratur dengan porsi berlebihan

  • Kurang aktivitas fisik dalam jangka panjang

Baca juga :   Rujukan Berbasis Kompetensi Tidak Batasi Akses Darurat

Pada penderita diabetes, dosis obat atau insulin yang tidak sesuai juga dapat meningkatkan gula darah. Jika pasien tidak menyuntikkan insulin atau menggunakan dosis yang keliru, kadar gula darah akan naik.

Alternatif aman untuk mengendalikan gula darah

Untuk menjaga gula darah tetap stabil, Adhiartha menyarankan konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah. Pilihan yang lebih aman antara lain beras merah, ubi, sayuran hijau, dan buah beri.

Sumber protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe juga membantu mengontrol gula darah. Cara memasak turut berperan. Merebus, mengukus, atau menggunakan air fryer lebih baik dibandingkan menggoreng.

Adhiartha menegaskan bahwa pengendalian gula darah tidak hanya bergantung pada obat. Kebiasaan sehari-hari memegang peran penting. Pemeriksaan rutin ke dokter tetap diperlukan untuk memastikan gula darah terkontrol dan mencegah komplikasi.

(VVR*)

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Urine dalam gelas uji menunjukkan indikator kesehatan ginjal

Kesehatan

Ginjal Bersihkan Darah, Urine Tanda Kesehatan
Seseorang makan sambil berdiri di dapur sambil memegang piring sarapan.

Kesehatan

Makan Sambil Berdiri Bisa Ganggu Kesehatan Pencernaan
Ilustrasi makanan ultra olahan yang meningkatkan risiko kanker usus pada orang muda

Kesehatan

Ultra Processed Food Tingkatkan Risiko Kanker Usus Muda
Ilustrasi seseorang memegang dada karena jantung berdebar, menunjukkan gejala palpitasi jantung yang umum dialami.

Kesehatan

5 Cara Efektif Mengatasi Jantung Berdebar Secara Alami
Galon air minum BPA-Free di dapur, aman untuk kesehatan keluarga

Kesehatan

Lindungi Keluarga dengan Air Minum Bebas BPA
Orang memegang pergelangan tangan sambil merasakan nyeri

Kesehatan

Nyeri Tubuh Berulang? Kenali Penyebab dan Solusinya
Minuman sereal Glutafield disajikan dalam gelas dengan biji-bijian alami sebagai sumber nutrisi pengatur gula darah.

Kesehatan

Glutafield Diformulasikan untuk Menjaga Kestabilan Gula Darah
Kunyit segar di tanah, sumber potensial bakteri antikanker.

Kesehatan

Peneliti Temukan Bakteri Kunyit Hasilkan Senyawa Antikanker Baru