Berjalan 4.000 Langkah Sehari Turunkan Risiko Kematian

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas jalan kaki rutin dapat menurunkan risiko kematian dan penyakit jantung, menurut studi Harvard University.

Aktivitas jalan kaki rutin dapat menurunkan risiko kematian dan penyakit jantung, menurut studi Harvard University.

Jakarta, iNBrita.com – Studi Harvard University menemukan bahwa berjalan kaki 4.000 langkah sehari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 25 persen. Hasil penelitian ini terbit di British Journal of Sports Medicine.

Peneliti menjelaskan, berjalan 4.000 langkah satu hingga dua kali per minggu sudah cukup menekan risiko kematian dan penyakit jantung dibanding mereka yang jarang berjalan.

Riset ini melibatkan lebih dari 13.000 wanita sehat berusia di atas 62 tahun di Amerika Serikat. Peserta memakai alat pelacak aktivitas selama tujuh hari antara 2011–2015, lalu dipantau hingga 2024.

Selama periode itu, 1.765 peserta meninggal dan 781 mengalami penyakit jantung.

Wanita yang berjalan 4.000 langkah satu hingga dua kali seminggu memiliki risiko kematian 26 persen lebih rendah dan risiko penyakit jantung 27 persen lebih rendah. Jika berjalan tiga hingga empat kali seminggu, risiko kematian turun hingga 40 persen.

Peneliti menilai jumlah langkah lebih penting daripada frekuensi berjalan. “Tidak ada pola terbaik. Yang penting, berjalan sebanyak mungkin karena semakin banyak semakin sehat,” kata peneliti, dikutip dari The Guardian (22/10/2025).

Rata-rata peserta melangkah 5.615 kali per hari. Meski studi ini bersifat observasional, peneliti menyimpulkan bahwa semakin aktif berjalan, semakin kecil risiko kematian dan penyakit jantung.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Wako Alfin sidak sampah di Jembatan Pinggir Air, Jumat (30/10/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Geram, Pembuang Sampah di Sungai Terancam Sanksi

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:00 WIB

Wali Kota Alfin dan Wawako Azhar melepas kafilah MTQ ke-55 di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (30/10/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Kota Sungai Penuh

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:00 WIB

IDX Commodity 20 menjadi indeks acuan baru bagi investor saham komoditas.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IDX Commodity 20 Resmi Diluncurkan, Ini Daftar Sahamnya

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:00 WIB

 Ilustrasi perdagangan saham dan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rekomendasi Saham Hari Ini, IHSG Berpeluang Rebound Jumat

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:00 WIB

Rupiah menguat ke Rp18.123 per dolar AS setelah investor merespons sinyal dovish The Fed.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp18.123, Ini Sentimen Penggerak Dolar

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:00 WIB