Ilmuwan Ungkap Asal Usul Gelombang Raksasa Laut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gelombang raksasa (rogue waves), ombak laut ekstrem yang terbentuk dari interferensi gelombang dan dapat membahayakan pelayaran.

Ilustrasi gelombang raksasa (rogue waves), ombak laut ekstrem yang terbentuk dari interferensi gelombang dan dapat membahayakan pelayaran.

Jakarta, iNBrita.com — Para ilmuwan akhirnya mengungkap asal-usul gelombang raksasa (rogue waves), yaitu ombak laut ekstrem yang dapat muncul secara tiba-tiba. Tinggi gelombang ini bisa mencapai lebih dari dua kali gelombang di sekitarnya, bahkan melampaui 20 meter.

Dari Mitos Pelaut ke Fakta Ilmiah

Selama puluhan tahun, para pelaut menganggap gelombang raksasa sebagai mitos laut. Namun, penelitian terbaru membuktikan bahwa gelombang ini bukan fenomena misterius. Proses fisika laut yang alami justru membentuk gelombang ekstrem tersebut.

Analisis Data Gelombang Selama 18 Tahun

Tim peneliti internasional mempublikasikan hasil penelitian ini dalam jurnal Scientific Reports. Mereka menganalisis sekitar 27.500 catatan gelombang laut yang terkumpul selama 18 tahun, dari 2003 hingga 2020. Para peneliti mengumpulkan data tersebut di Laut Utara, tepatnya di sekitar platform minyak Ekofisk.

Interferensi Konstruktif Jadi Penyebab Utama

Hasil analisis menunjukkan bahwa interferensi konstruktif memicu kemunculan gelombang raksasa. Kondisi ini terjadi ketika beberapa gelombang bertemu dan saling menumpuk pada waktu yang tepat, sehingga membentuk satu gelombang yang jauh lebih tinggi dibandingkan gelombang di sekitarnya.

Gelombang Raksasa Tetap Mengikuti Hukum Alam

Dr. Francesco Fedele, matematikawan terapan dan associate professor di School of Civil and Environmental Engineering, Georgia Institute of Technology, memimpin penelitian ini. Ia menegaskan bahwa gelombang raksasa tetap mematuhi hukum alam laut.

“Gelombang liar bukan pengecualian dari hukum alam. Temuan ini menjadi bukti dunia nyata paling kuat sejauh ini,” kata Fedele, seperti dikutip dari Science Alert.

Teori Lama Tidak Dominan di Laut Lepas

Melalui penelitian ini, tim peneliti juga membantah teori lama tentang modulational instability. Teori tersebut menyatakan bahwa energi gelombang terkonsentrasi hingga membuat satu gelombang tumbuh secara ekstrem. Namun, para peneliti menemukan bahwa mekanisme ini tidak dominan di lautan terbuka karena gelombang laut bebas menyebar ke berbagai arah dan berinteraksi secara kompleks.

Dua Mekanisme Sederhana Pembentuk Gelombang Ekstrem

Sebagai gantinya, para ilmuwan mengidentifikasi dua mekanisme fisika sederhana yang berperan besar dalam pembentukan gelombang raksasa.

Pertama, interferensi konstruktif, ketika beberapa gelombang kecil bertemu secara bersamaan dan menghasilkan puncak gelombang yang sangat tinggi.

Kedua, asimetri bentuk gelombang, yaitu kondisi saat puncak gelombang menjadi lebih curam sementara bagian lembahnya lebih landai. Bentuk ini memperkuat efek penumpukan gelombang.

Pola Quasi-Deterministik yang Bisa Diprediksi

Kombinasi kedua proses tersebut menciptakan pola ekstrem yang disebut quasi-deterministik. Meski masih mengandung unsur acak, pola ini tetap mengikuti aturan fisika dan memungkinkan para ilmuwan memprediksinya secara statistik berdasarkan data nyata.

Dampak Besar bagi Pelayaran dan Industri Lepas Pantai

Temuan ini membawa dampak penting bagi dunia pelayaran dan industri lepas pantai. Selama ini, para perancang kapal dan sistem prakiraan gelombang menganggap gelombang raksasa sebagai kejadian langka yang sulit diprediksi.

Dengan pemahaman baru ini, para ilmuwan dapat menyempurnakan model prediksi dan sistem peringatan dini. Upaya tersebut berpotensi mengurangi risiko kerusakan kapal serta infrastruktur akibat gelombang laut ekstrem.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta
Balik Nama Kendaraan Bekas Gratis, Ini Biaya Lengkapnya
Harga iPhone 17 Terbaru, Bocoran iPhone 18
Harga Daihatsu Rocky Hybrid Batam Lebih Murah Rp10 Juta
DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim
Redmi Note 17 Pro Max 5G Baterai 10.000 mAh
Toyota Innova Hycross Bersiap Tampil dengan Wajah Baru
Honor 600S 5G Meluncur, Baterai Jumbo Harga Terjangkau
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:00 WIB

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

Harga iPhone 17 Terbaru, Bocoran iPhone 18

Jumat, 4 September 2026 - 18:00 WIB

Harga Daihatsu Rocky Hybrid Batam Lebih Murah Rp10 Juta

Selasa, 1 September 2026 - 13:00 WIB

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Redmi Note 17 Pro Max 5G Baterai 10.000 mAh

Berita Terbaru

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB

Bunda Literasi Sri Kartini Alfin mendampingi murid SD dalam kegiatan literasi di perpustakaan.

SUNGAI PENUH

Bunda Literasi Sri Kartini Ajak Anak Gemar Membaca

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:00 WIB

Tabungan Emas di myBCA memudahkan pengguna membeli, menjual, dan memantau transaksi emas secara digital.(Foto IKlustrasi : pichsakul/Depositphotos)

Ekonomi

Cara Investasi Tabungan Emas di myBCA untuk Pemula

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:00 WIB

Filter udara BMC untuk berbagai jenis sepeda motor dipasarkan di Indonesia.(Foto : Dok. BMC)

Teknologi

Filter Udara BMC untuk Moge, Harga Mulai Rp 1,8 Juta

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:00 WIB